Detail Article

Penyakit Virus Nipah: Gejala dan Pencegahannya

dr. Dita Arccinirmala
Feb 02
Share this article
137e6279a9cacd327179ac020fb1f856.jpg
Updated 02/Feb/2026 .

Penyakit virus Nipah merupakan penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan, baik hewan liar maupun domestik, dengan kelelawar buah yang sebagai host alamiahnya. 


Pada tahun 1998–1999, wabah virus Nipah pertama terjadi pada peternak babi di Desa Sungai Nipah, Malaysia yang menyebar ke Singapura. Pada tanggal 14 Januari 2026, India kembali melaporkan kejadian kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di negara bagian West Bengal. Per 26 Januari 2026, telah dilaporkan sebanyak 2 kasus konfirmasi tanpa kematian di negara bagian West Bengal. Seluruh kasus konfirmasi merupakan tenaga kesehatan. Telah diidentifikasi lebih dari 120 kontak erat dan semuanya dilakukan karantina.

 

Penularan Virus Nipah

Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.), yang dapat menularkan virus ke manusia secara langsung atau melalui perantara hewan lain (seperti babi) serta melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus (misalnya buah atau nira). Penularan antar manusia juga dilaporkan, terutama melalui kontak erat dengan penderita.

Virus Nipah termasuk penyakit zoonotik, artinya menyerang hewan dan dapat menular ke manusia. Jalur penularannya antara lain:

  1. Kontak langsung dengan hewan terinfeksi: termasuk kelelawar buah atau hewan lain (seperti babi) yang menjadi perantaranya.
  2. Konsumsi makanan yang terkontaminasi: seperti buah atau nira yang bersentuhan dengan air liur, urin, atau ekskresi kelelawar.
  3. Kontak langsung antar manusia: terutama melalui cairan tubuh atau droplet pernapasan orang yang terinfeksi.
  4. Tenaga kesehatan yang merawat pasien tanpa perlindungan memadai juga berisiko tinggi tertular.

 

Gejala infeksi virus Nipah dapat bervariasi mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis yang dapat berakibat kematian. Tingkat kematian dilaporkan mencapai 40–75%. . Masa inkubasi waktu antara terpapar hingga gejala pertama biasanya berkisar 3–14 hari, tetapi dapat hingga 45 hari.

Gejalanya antara lain:

  1. Demam tinggi mendadak
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri otot
  4. Mual, muntah
  5. Sakit tenggorokan

Seiring perkembangan penyakit, virus dapat menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan pusing dan kebingungan, mudah mengantuk atau penurunan kesadaran, kejang, ensefalitis (radang otak) yang cepat berkembang, komplikasi pernapasan berat yang bisa mengancam nyawa.

 

Langkah Pencegahan Terinfeksi Virus Nipah:

  1. Tidak mengonsumsi nira/aren langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren/nira pada malam hari. Oleh karena itu, perlu dimasak sebelum dikonsumsi
  2. Cuci dan kupas buah, buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar
  3. Konsumsi daging secara matang
  4. Menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memakai masker apabila mengalami gejala, termasuk kelompok rentan
  5. Hindari kontak dengan hewan (seperti kelelawar dan babi) yang kemungkinan terinfeksi virus Nipah. Apabila terpaksa harus melakukan kontak, maka menggunakan APD
  6. Bagi tenaga kesehatan dan keluarga yang merawat serta petugas laboratorium yang mengelola spesimen pasien terinfeksi, menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi dengan benar

 

Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang mengalami kejadian luar biasa. Selain itu, hasil penelitian di Indonesia menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada reservoir alami kelelawar buah yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia.

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: byrdyak -Envato element)

Referensi:

1. Kementerian Kesehatan. Surat edaran tentang kewaspadaan terhadap penyakit virus nipah [Internet]. 2026 Feb 01. Available from: https://kemkes.go.id/id/circular-letter-nipah-virus-alert.

2. Kementerian Kesehatan. Penyakit virus nipah [Internet]. 2026 Jan 27. Available from: https://infeksiemerging.kemkes.go.id/faq-penyakit-virus-nipah/frequently-asked-questions-faq-penyakit-virus-nipah.

3. World Health Organization. Nipah virus infection - India [Internet]. 2026 Jan 30. Available from: https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2026-DON593.

 


Share this article
Related Articles