Detail Article

Penggunaan Rokok Elektrik Tingkatkan Risiko Terjadinya Gangguan Pernapasan, Ini Studinya

dr. Riesta Hanjani, B.MedSci
Feb 23
Share this article
9c1b3e6073ae6c9274257930545b9ff9.jpg
Updated 24/Feb/2026 .

Rokok elektrik merupakan perangkat yang memanaskan e-liquid mengandung nikotin, humektan, dan perisa, sehingga menghasilkan aerosol yang dihirup pengguna. Sejak tahun 2010, prevalensi penggunaannya meningkat signifikan, termasuk pada remaja. Aerosol rokok elektrik diketahui mengandung partikel kimia dan logam berat yang berpotensi merusak saluran pernapasan. Telaah terhadap berbagai studi menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik, baik sendiri maupun bersama rokok konvensional, berhubungan dengan peningkatan risiko gejala pernapasan (batuk, mengi, sesak), PPOK, asma, serta infeksi seperti COVID-19, dengan tingkat risiko yang dalam beberapa luaran sebanding dengan rokok konvensional.

Aerosol yang dihasilkan oleh rokok elektrik ditemukan mengandung partikel bahan kimia dan logam berat, yang berpotensi memiliki dampak buruk terhadap saluran pernapasan. Beberapa studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa rokok elektrik dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa gangguan pernapasan seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), radang paru, hingga COVID-19.


Kundu, et al., merangkum dan menganalisis bukti-bukti yang ada untuk mengevaluasi efek jangka menengah dan jangka panjang dari rokok elektrik terhadap kesehatan saluran pernapasan. Telaah ini melibatkan 119 studi, dengan desain studi observasional dan studi pada hewan. Luaran yang dinilai dari telaah ini antara lain adalah gejala pernapasan, dan risiko terjadinya PPOK, asma, radang dan kerusakan paru, COVID-19, serta gangguan pernapasan lain, berkaitan dengan penggunaan rokok elektrik. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa pengguna rokok elektrik yang tidak menggunakan rokok konvensional secara signifikan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap gejala pernapasan seperti batuk, phlegm, mengi, atau sesak napas (RR 1,90; 95% CI 1,28 – 2,83), dibandingkan dengan subjek yang tidak pernah menggunakan rokok elektrik (RR 0,75; 95% CI 0,64 – 0,89). Subjek yang menggunakan rokok elektrik dan rokok konvensional memiliki risiko mengidap gejala saluran pernapasan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pengguna rokok elektrik saja (RR 1,26; 95%CI 1,03 – 1,55), namun risiko tersebut tidak berbeda signifikan dengan pengguna rokok konvensional.


Data dari studi observasional menunjukkan bahwa pengguna rokok elektrik memiliki risiko terjadinya PPOK lebih tinggi (RR 2,53; 95%CI 0,96 – 6,67) dibandingkan subjek yang tidak menggunakan rokok elektrik. Sedangkan, pengguna rokok elektrik memiliki risiko yang sebanding dengan pengguna rokok konvensional terhadap risiko terjadinya PPOK.


Terkait dengan asma, studi menunjukkan bahwa penggunaan jangka pendek hingga menengah terhadap rokok elektrik dapat meningkatkan risiko terjadinya asma lebih tinggi dibandingkan dengan subjek yang tidak menggunakan rokok elektrik. Selain itu, risiko terjadinya asma pada pengguna rokok elektrik sebanding dengan pengguna rokok konvensional. Empat studi observasional dalam telaah ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan risiko infeksi COVID-19 dan infeksi saluran pernapasan lain pada pengguna rokok elektrik, dibandingkan dengan subjek yang tidak menggunakan rokok elektrik. Selain itu, ditemukan juga gangguan paru lain seperti electronic cigarette or vaping product use associated lung injury (EVALI), pneumonia eosinofilik, perdarahan alveolus, Langerhans cell histiocytosis, dan sarkoidosis pada pengguna rokok elektrik.

 

Kesimpulan:

Rokok elektrik meningkatkan risiko terjadinya gejala pernapasan, PPOK, asma, infeksi paru seperti COVID-19. Selain itu, ditemukan juga gangguan paru lain yang terjadi pada pengguna rokok elektrik.



Gamabr: Ilustrasi (Sumber: barbhuyia-Envato element)

Referensi:

1.   Kundu A, Feore A, Abu-Zarour N, Sanchez S, Sutton M, Sachdeva K, et al. Evidence update on the respiratory health effects of vaping e-cigarettes: a systematic review and meta-analysis. Tob. Induc. Dis. 2025;23:177.

2.   Rose JJ, Krishnan-Sarin S, Exil VJ, Hamburg NM, Fetterman JL, Ichinose F, et al. Cardiopulmonary impact of electronic cigarettes and vaping products: a scientific statement from the American Heart Association. Circulation. 2023;148:703-28.

 

Share this article
Related Articles
Related Products
2c1701b20238a22d55c6cf4ca55cf622.jpg
5fc76a158275d199abb0e1d9c1f507c0.jpg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
882a21e0550404365283f9249410b9b7.jpg
9005079a1eda624730b370c96dfa9025.jpg
b7a0f7dc723db954c80c0b32d82a1a61.jpg
418feddcd0df1ad3fd4a4c4a2ae7dfc4.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg