Detail Article

Penggunaan Five-layer Dressing untuk Cegah Terjadinya Pressure Injury

dr. Desta Wulan Restu
Mar 04
Share this article
380170ac06419fb8adb1605bfb7d855b.jpg
Updated 05/Mar/2026 .

Pressure injury (PI) berkaitan dengan lamanya pasien dirawat di rumah sakit, meningkatnya angka rawat berulang, hingga peningkatan risiko kematian. Umumnya, program pencegahan PI mencakup penggunaan air mattress dan prosedur perubahan posisi pasien secara berkala (reposisi). Namun, kasus PI masih dapat terjadi, terutama pada pasien dengan risiko tinggi. Beberapa penelitian independen menunjukkan bahwa penggunaan balutan five-layer dressing dapat memberikan perlindungan tambahan dibandingkan hanya menggunakan prosedur pencegahan standar saja.


Studi ini dilakukan melalui meta-analisis yang bertujuan untuk mengevaluasi apakah penggunaan five-layer foam dressing sebagai tambahan dari protokol pencegahan standar, dapat menurunkan kejadian luka tekan di area sakrum pada pasien berisiko di berbagai fasilitas layanan kesehatan, dibandingkan dengan perawatan standar saja.

 

Dari total 784 artikel yang teridentifikasi, 3 RCT yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Secara keseluruhan, 3 studi yang dianalisis melibatkan 1.150 pasien (561 pasien di intervensi dengan five-layer foam dressing, dan 589 pasien menerima perawatan standar). Penggunaan balutan five-layer foam dressing menunjukkan penurunan risiko secara bermakna secara statistik sebesar 66% (0,34) terhadap kemungkinan terjadinya luka tekan, dibandingkan dengan perawatan standar saja.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan five-layer foam dressing dapat secara signifikan menurunkan kemungkinan terjadinya PI di area sakrum sebesar 66%. Semua studi yang dianalisis menggunakan five-layer foam dressing sebagai tambahan terhadap protokol pencegahan luka tekan (pressure injury prevention/PIP) standar. Temuan klinis ini dapat dijelaskan oleh mekanisme kerja unik dari five-layer foam dressing, yang memiliki lapisan-lapisan yang dapat bergerak secara independen serta kemampuan menyerap energi gesekan. Mekanisme ini membantu mengurangi tekanan dan gaya geser yang menjadi faktor utama terjadinya luka tekan.

 

Kesimpulan:

Dari studi ini mendapatkan hasil bahwa dapat dipertimbangkan penggunaan five-layer foam dressing dalam protokol pencegahan luka tekan untuk semakin menurunkan risiko terjadinya luka tekan sakrum pada pasien berisiko. Penelitian selanjutnya perlu difokuskan pada penggunaan balutan lima lapis di lingkungan komunitas serta pada lokasi anatomi lain yang rentan terhadap luka tekan.

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: ShintarTatsiana-Envato element)

Referensi:

1. European Pressure Ulcer Advisory Panel, National Pressure Injury Advisory Panel, Pan Pacific Pressure Injury Alliance. Prevention and treatment of pressure ulcers/injuries: clinical practice guideline. Prague: EPUAP; 2019.

2. Marché C, Creehan S, Gefen A. The frictional energy absorber effectiveness and its impact on the pressure ulcer prevention performance of multilayer dressings. Int Wound J. 2024 Apr;21(4):e14871.

 

Share this article
Related Articles
Related Products
31725eb2815ae3a8428cb8c7cc5d7f49.jpg
4c02ef4642cb68191b1263183280b67c.jpg
005bdcc8b0ae60fc4c119dd23049c18b.png
80274fb87695856c0d83edfec24fc761.jpg
e26c1880b9801359d0d4aa639336a7b3.jpg
cf1da69ebd1116c86d6034cd26156209.jpg
a7bba4cbae8f6f0ebd1618f89d79d4eb.jpg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
f1c4932666d7961bdb81cc54b0574e59.jpg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg