Detail Article

Panduan Pengobatan Gagal Jantung ESC 2026 Merekomendasikan Finerenone untuk HFpEF dengan Level IA

dr. Nugroho Nitiyoso, MBA
Sep 11
Share this article
f69975077a9c43227e0aca8b515a1de3.jpg
Updated 10/Sep/2026 .

Gagal jantung adalah sindrom klinis yang diakibatkan oleh gangguan struktural atau fungsional pada pengisian ventrikel atau ejeksi darah, yang menyebabkan jantung tidak mampu memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Kondisi progresif ini membawa beban global yang besar, memengaruhi sekitar 64 juta individu di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama seiring dengan penuaan populasi dan keberhasilan pasien bertahan hidup dari kejadian kardiovaskular lainnya.


European Society of Cardiology (ESC) telah merilis Pedoman Gagal Jantung 2026 pada tanggal 28 Agustus 2026. Dalam pedoman terbarunya, terdapat beberapa pembaruan penting, antara lain:

1.Kategori HFmrEF telah dihapus & HFrEF telah diperluas mencakup LVEF hingga 50%.

Perubahan terbesar terdapat pada klasifikasi LVEF (Left Ventricular Ejection Fraction), di mana kategori HFmrEF (Heart Failure with Mildly Reduced Ejection Fraction) telah dihapus dan HFrEF (Heart Failure with Reduced Ejection Fraction) kini mencakup LVEF hingga 50% (sebelumnya hanya LVEF hingga 40%).

2.Tata laksana menggunakan sMRA (Steroidal Mineralocorticoid Receptor Antagonist) / nsMRA (Non-steroidal Mineralocorticoid Receptor Antagonist) direkomendasikan pada pasien dengan Gagal Jantung (HFpEF) simptomatik untuk menurunkan risiko HFH (Heart Failure Hospitalization / hospitalisasi akibat gagal jantung) atau kematian CV (kardiovaskular) (Level IA).

3. Finerenone direkomendasikan pada pasien dengan T2DM (Diabetes Melitus Tipe 2) dan CKD (Chronic Kidney Disease / Penyakit Ginjal Kronik) untuk menurunkan risiko Gagal Jantung

Menurut Pedoman Gagal Jantung ESC 2026, dosis awal finerenone yang direkomendasikan adalah 10-20 mg satu kali sehari, dan dosis target finerenone adalah 20-40 mg satu kali sehari. Untuk eGFR 25 – 60 mL/menit, dosis awal adalah 10 mg sekali sehari. Untuk eGFR lebih dari 60 mL/menit dosis awal adalah 20 mg sekali sehari. Finerenone sebagai ns-MRA memiliki keunggulan berupa risiko efek samping hiperkalemia yang lebih rendah dibandingkan dengan spironolactone.

 

2026 ESC Guidelines for the management of heart failure: Developed by the task force for the management of heart failure of the European Society of Cardiology (ESC) With the special contribution of the Heart Failure Association (HFA) of the ESC Endorsed by the European Association for Cardio-Thoracic Surgery (EACTS)

 

Kesimpulan:

Pada Pedoman Gagal Jantung ESC 2026 yang baru ini, finerenone (nsMRA) direkomendasikan sebagai tata laksana untuk Heart Failure with Preserved Ejection Fraction (HFpEF) dengan level rekomendasi IA.

 

 

Gambar: Ilustrasi (Sumber: supagritck-Envato)

Referensi:

  1. Savarese G, Becher PM, Lund LH, Seferovic P, Rosano GMC, Coats AJS. Global burden of heart failure: a comprehensive and updated review of epidemiology. Cardiovascular Research 2022;118:3272–87.
  2. Køber L, Adamo M, Ruwald AC, Tomasoni D, Anderson LJ, Andersson C, et al. 2026 ESC Guidelines for the management of heart failure. Eur Heart J. 2026;00:1-112.
Share this article
Related Articles
Related Products
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg
7f07afe13fa3ef94dd63c6c9dc4eeba4.jpeg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
329f06f44e84c415597b1b0760b54e06.jpeg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png