Gagal jantung adalah sindrom klinis yang diakibatkan oleh gangguan struktural atau fungsional pada pengisian ventrikel atau ejeksi darah, yang menyebabkan jantung tidak mampu memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Kondisi progresif ini membawa beban global yang besar, memengaruhi sekitar 64 juta individu di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama seiring dengan penuaan populasi dan keberhasilan pasien bertahan hidup dari kejadian kardiovaskular lainnya.
European Society of Cardiology (ESC) telah merilis Pedoman Gagal Jantung 2026 pada tanggal 28 Agustus 2026. Dalam pedoman terbarunya, terdapat beberapa pembaruan penting, antara lain:
1.Kategori HFmrEF telah dihapus & HFrEF telah diperluas mencakup LVEF hingga 50%.
Perubahan terbesar terdapat pada klasifikasi LVEF (Left Ventricular Ejection Fraction), di mana kategori HFmrEF (Heart Failure with Mildly Reduced Ejection Fraction) telah dihapus dan HFrEF (Heart Failure with Reduced Ejection Fraction) kini mencakup LVEF hingga 50% (sebelumnya hanya LVEF hingga 40%).
2.Tata laksana menggunakan sMRA (Steroidal Mineralocorticoid Receptor Antagonist) / nsMRA (Non-steroidal Mineralocorticoid Receptor Antagonist) direkomendasikan pada pasien dengan Gagal Jantung (HFpEF) simptomatik untuk menurunkan risiko HFH (Heart Failure Hospitalization / hospitalisasi akibat gagal jantung) atau kematian CV (kardiovaskular) (Level IA).
3. Finerenone direkomendasikan pada pasien dengan T2DM (Diabetes Melitus Tipe 2) dan CKD (Chronic Kidney Disease / Penyakit Ginjal Kronik) untuk menurunkan risiko Gagal Jantung
Menurut Pedoman Gagal Jantung ESC 2026, dosis awal finerenone yang direkomendasikan adalah 10-20 mg satu kali sehari, dan dosis target finerenone adalah 20-40 mg satu kali sehari. Untuk eGFR 25 – 60 mL/menit, dosis awal adalah 10 mg sekali sehari. Untuk eGFR lebih dari 60 mL/menit dosis awal adalah 20 mg sekali sehari. Finerenone sebagai ns-MRA memiliki keunggulan berupa risiko efek samping hiperkalemia yang lebih rendah dibandingkan dengan spironolactone.
Kesimpulan:
Pada Pedoman Gagal Jantung ESC 2026 yang baru ini, finerenone (nsMRA) direkomendasikan sebagai tata laksana untuk Heart Failure with Preserved Ejection Fraction (HFpEF) dengan level rekomendasi IA.
Gambar: Ilustrasi (Sumber: supagritck-Envato)
Referensi:
- Savarese G, Becher PM, Lund LH, Seferovic P, Rosano GMC, Coats AJS. Global burden of heart failure: a comprehensive and updated review of epidemiology. Cardiovascular Research 2022;118:3272–87.
- Køber L, Adamo M, Ruwald AC, Tomasoni D, Anderson LJ, Andersson C, et al. 2026 ESC Guidelines for the management of heart failure. Eur Heart J. 2026;00:1-112.