Detail Article

Obat Penghambat RAAS, Adakah Pengaruh Terhadap Infeksi Covid-19?

dr, Nathalia Christine Go
Jul 02
Share this article
img-Covid1.jpg
Updated 29/Jul/2020 .

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi lebih dari 3 juta orang. Ada hipotesis yang menyebutkan bahwa penggunaan jangka panjang obat penghambat RAAS (Renin-Angiotensin-Aldosteron System) dapat memperburuk gejala penyakit COVID-19 

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi lebih dari 3 juta orang. Ada hipotesis yang menyebutkan bahwa penggunaan jangka panjang obat penghambat RAAS (Renin-Angiotensin-Aldosteron System) dapat memperburuk gejala penyakit COVID-19 pada pasien hipertensi. Telah diketahui sebelumnya bahwa spike COVID-19 berikatan dengan reseptor ACE2 saat menginfeksi host/inang.

Salah satu studi yang dilaksanakan di sebuah rumah sakit di Italia, menunjukkan bahwa penggunaan jangka panjang obat penghambat RAAS (ACEI dan ARB) tidak berdampak negatif terhadap perjalanan klinis COVID-19. Studi cohort yang melibatkan sebanyak 133 pasien ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara penggunaan jangka panjang obat ACEI dan ARB dan gejala COVID-19 yang dialami pasien hipertensi. Dalam studi tersebut subyek dikelompokkam menjadi 3 yaitu masing-masing: kelompok yang telah lama megkonsumsi obat hipertensi ACEI (n=40). Kelompok yang telah lama megkonsumsi obat hipertensi ARB (n=42). Kelompok yang telah lama megkonsumsi obat hipertensi golongan lain (n=51)3

Studi tersebut menujukkan hasil jumlah pasien yang masuk ke ICU lebih rendah pada pasien yang telah lama mendapatkan terapi hipertensi ACEI (23%) dan ARB (29%) dibandingkan pasien hipertensi yang mengkonsumsi obat hipertensi golongan lain (49%) ; OR 0,36, CI 95% 0,17-1,75, P=0,007. Tingkat kematian lebih rendah pada kelompok yang telah lama mendapatkan terapi hipertensi ACEI (20%) dan ARB (17%) dibandingkan pasien hipertensi yang mengkonsumsi obat hipertensi golongan lain (35%); OR 0,56, CI 95% 0,17-1,83, P=0,341.

Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan jangka panjang obat penghambat RAAS (ACEI dan ARB) tidak berdampak negatif terhadap perjalanan klinis COVID-19 pada pasien hipertensi.

 

 

Image: Ilustrasi (sumber: https://www.the-scientist.com/)

Referensi   : 

1. Guan WJ, Ni ZY, Hu Y, Liang WH, Ou CQ, He JX, et al, Clinical Characteristics of Coronavirus Disease 2019 in China. N Engl J Med, 2020.

2. Iaccarino G, Borghi C, Cicero AFG, Ferri C, Minuz P, Muiesan ML, et al, Renin-Angiotensin System Inhibition in Cardiovascular Patients at the Time of COVID19: Much Ado for Nothing? A Statement of Activity from the Directors of the Board and the Scientific Directors of the Italian Society of Hypertension. High Blood Press Cardiovasc Prev, 2020. 27(2): p. 105-108.

3. Felice C, Nardin C, Di Tanna GL, Grossi U, Bernardi E, Scaldaferri L, et al. Use of RAAS inhibitors and risk of clinical deterioration in COVID-19: results from an Italian cohort of 133 hypertensives. American Journal of Hypertension. 2020.

Share this article
Related Articles
Related Products
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg