Detail Article

Menyambut Era Baru Vaksin Influenza Musiman: Perjalanan Ilmiah Mendukung Transisi dari Vaksin Quadrivalen ke Trivalen

dr. Riska Rasyidin
Agt 12
Share this article
022775b4b3392f02ae8f4346317121ef.png
Updated 27/Agt/2026 .

Influenza merupakan penyakit yang terus mengalami perubahan seiring dengan dinamika virus yang bersirkulasi di seluruh dunia. Oleh karena itu, pengembangan vaksin influenza selalu mengikuti hasil surveilans global agar komposisi vaksin tetap sesuai dengan virus yang diperkirakan akan menyebabkan penyakit pada musim berikutnya. Salah satu perubahan penting dalam beberapa tahun terakhir adalah rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk bertransisi dari vaksin influenza quadrivalen (QIV) menjadi vaksin influenza trivalen (TIV). Rekomendasi ini bukan didasarkan pada pertimbangan komersial ataupun perkembangan teknologi vaksin semata, melainkan merupakan hasil evaluasi ilmiah terhadap perubahan epidemiologi virus influenza secara global.

Mengapa WHO Merekomendasikan Transisi ke Vaksin Trivalen?

Selama bertahun-tahun, vaksin influenza quadrivalen dikembangkan untuk memberikan perlindungan terhadap empat strain virus influenza, yaitu dua strain influenza A (H1N1 dan H3N2) serta dua lineage influenza B, yaitu Victoria dan Yamagata.

Namun, berdasarkan data surveilans influenza global, virus influenza B/Yamagata tidak lagi terdeteksi beredar sejak awal pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Setelah melakukan evaluasi terhadap data virologi dari berbagai negara, WHO menyimpulkan bahwa risiko sirkulasi kembali lineage tersebut sangat rendah. Atas dasar itulah, WHO pada tahun 2023 merekomendasikan agar komponen B/Yamagata dihapus dari komposisi vaksin influenza musiman dan mendorong seluruh negara untuk secara bertahap beralih menggunakan vaksin influenza trivalen. Hingga tahun 2025, puluhan negara telah memulai proses transisi tersebut.

Rekomendasi ini mencerminkan prinsip utama dalam pengembangan vaksin influenza, yaitu memastikan bahwa komposisi vaksin selalu mengikuti virus yang benar-benar beredar di masyarakat.


Transisi yang Memerlukan Kesamaan Pemahaman Ilmiah

Perubahan rekomendasi vaksin tidak hanya berkaitan dengan pembaruan komposisi, tetapi juga memerlukan pemahaman yang sama di kalangan tenaga kesehatan. Berbagai pertanyaan muncul secara alami, misalnya mengenai alasan pengurangan jumlah strain, efektivitas vaksin trivalen dibandingkan vaksin quadrivalen, maupun implikasi penggunaan stok vaksin yang masih tersedia selama masa transisi. Menjawab berbagai pertanyaan tersebut memerlukan komunikasi ilmiah yang konsisten, transparan, dan berbasis bukti. Oleh karena itu, berbagai forum ilmiah mulai diselenggarakan di Indonesia dengan melibatkan para pakar penyakit infeksi, imunisasi, virologi, serta organisasi profesi untuk membahas dasar ilmiah rekomendasi WHO.


Dari Awareness Menuju Konsensus

Tahap awal perjalanan ini diawali dengan memperkenalkan latar belakang ilmiah rekomendasi WHO kepada para tenaga kesehatan. Diskusi tidak hanya menjelaskan hilangnya sirkulasi virus B/Yamagata, tetapi juga mengajak peserta memahami bahwa tujuan vaksin influenza adalah memberikan perlindungan terhadap virus yang benar-benar beredar, bukan semata-mata memiliki jumlah strain yang lebih banyak. Seiring berjalannya diskusi, fokus pembahasan berkembang dari memahami alasan perubahan menuju penyelarasan pandangan di antara para ahli. Berbagai organisasi profesi, akademisi, dan pemangku kepentingan meninjau bukti ilmiah yang tersedia untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai implementasi rekomendasi tersebut di Indonesia. Kesepahaman ini menjadi fondasi penting agar pesan yang diterima tenaga kesehatan tetap konsisten, selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, dan tidak menimbulkan kebingungan dalam praktik klinis.


Memperluas Edukasi kepada Tenaga Kesehatan

Setelah terbentuk kesamaan perspektif di tingkat pakar, proses edukasi dilanjutkan melalui berbagai kegiatan ilmiah seperti pelatihan, seminar, webinar, dan forum diskusi yang melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai daerah.

Menariknya, dinamika diskusi menunjukkan adanya perubahan pola pertanyaan. Pada tahap awal, sebagian besar pertanyaan berfokus pada alasan ilmiah mengapa vaksin trivalen direkomendasikan. Namun, seiring meningkatnya pemahaman, diskusi mulai bergeser pada aspek implementasi di lapangan, seperti bagaimana menyampaikan informasi kepada pasien, bagaimana mengelola masa transisi penggunaan vaksin, serta bagaimana memastikan pesan yang diberikan kepada masyarakat tetap konsisten dengan rekomendasi ilmiah terbaru.

Perubahan fokus diskusi ini menunjukkan bahwa proses edukasi yang berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan kepercayaan tenaga kesehatan terhadap rekomendasi yang didasarkan pada bukti ilmiah.


Pentingnya Surveilans dalam Pengembangan Vaksin Influenza

Perjalanan menuju transisi vaksin trivalen juga mengingatkan kita bahwa vaksin influenza merupakan salah satu vaksin yang paling dinamis. Komposisinya dievaluasi secara berkala berdasarkan data surveilans global yang dikumpulkan melalui jejaring laboratorium dan pusat surveilans influenza di berbagai negara. Artinya, perubahan komposisi vaksin bukanlah sesuatu yang bersifat permanen ataupun didorong oleh kepentingan tertentu, melainkan merupakan konsekuensi dari perubahan virus yang beredar di alam. Apabila di masa mendatang pola sirkulasi virus berubah kembali, maka rekomendasi mengenai komposisi vaksin juga dapat disesuaikan berdasarkan bukti ilmiah terbaru.

Dengan demikian, transisi dari vaksin quadrivalen menuju trivalen merupakan bagian dari proses adaptasi terhadap dinamika epidemiologi influenza global. Pendekatan ini mencerminkan komitmen komunitas ilmiah internasional untuk memastikan bahwa vaksin influenza tetap relevan, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.


Bergerak Bersama Mengikuti Bukti Ilmiah

Perubahan dalam dunia kesehatan merupakan proses yang membutuhkan waktu, komunikasi yang baik, serta kolaborasi berbagai pihak. Rekomendasi WHO mengenai transisi ke vaksin influenza trivalen menjadi contoh bagaimana data surveilans global dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan praktik klinis melalui dialog ilmiah, edukasi berkelanjutan, dan penyelarasan pemahaman di antara para tenaga kesehatan. Pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh proses tersebut tetap sama, yaitu memastikan bahwa setiap rekomendasi imunisasi selalu didasarkan pada bukti ilmiah terbaik yang tersedia, mengikuti dinamika virus yang bersirkulasi, dan mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.


Gambar: Ilustrasi (menggunakan kecerdasan buatan/Artificial Intelligence).

Referensi :

  1. World Health Organization. Recommended composition of influenza virus vaccines for use in the 2026 southern hemisphere influenza season [Internet]. 2025 Sept 26. Available from: https://www.who.int/publications/m/item/recommended-composition-of-influenza-virus-vaccines-for-use-in-the-2026-southern-hemisphere-influenza-season.
  2. Transisi dari Vaksin Influenza Kuadrivalen (QIV) ke Vaksin Influenza Trivalen (TIV) di Indonesia Buletin Medis – PERALMUNI.
  3. U.S Food & Drug. Use of Trivalent Influenza Vaccines for the 2024-2025 U.S. Influenza Season [Internet]. 2024 May 03. Available from: https://www.fda.gov/vaccines-blood-biologics/lot-release/use-trivalent-influenza-vaccines-2024-2025-us-influenza-season.
  4. Koesnoe S. Transition from quadrivalent to trivalent influenza vaccination. Acta Med Indones. 2026;58(2):281-7.
  5. Sri Rezeki H. WHO consideration on switching to trivalent influenza vaccine. Presented at: All Professors Talk. Jakarta; 2026 January 26.
  6. Indonesian Influenza Expert Meeting. Meeting report: transition from quadrivalent to trivalent influenza vaccine. Jakarta; 2026 February 16.


ID-VAX-2026-07-18BN (07/26)

Share this article
Related Articles
Related Products
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
a31834d31fb7cad5f88dc6335ede7f19.png
672391ae056b53966d03fcfa191761f3.jpg
a1a8170eed5b3b004ef410e8cf3bcb37.jpg
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
19b86351ae0e5329e5ace6028dd05c63.jpg
0c445a3eef3d0c96f5c98bb58fc05e0f.jpg
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png
7413ec3d3b99bc0895e58f9e7a0b6d0c.jpg
329f06f44e84c415597b1b0760b54e06.jpeg