Detail Article

Mengenal Penyakit Ebola

dr. Dita Arccinirmala
Mei 21
Share this article
b753b62643f8157570266c667c6307f7.jpg
Updated 22/Mei/2026 .

Pada 17 Mei 2026, World Health Organization menetapkan Ebola sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Meski belum memenuhi kriteria kedaruratan pandemi, penetapan ini didasarkan pada penularan yang telah terjadi lintas wilayah dan negara, termasuk Uganda. Selain itu, kasus Ebola yang dilaporkan memiliki strain Bundibugyo, yang hingga kini belum memiliki terapi ataupun vaksin spesifik yang disetujui.


Ebola yang pertama kali diketahui di Kongo pada tahun 1976, merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Orthoebolavirus asal Afrika. Penularannya dapat terjadi dari hewan (kelelawar, primata, antelop, dan babi) ke manusia, ataupun antar manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, urin, feses, air liur, keringat, dan muntah) dari hewan atau manusia yang terinfeksi. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, dengan persentase sekitar 50%.

Gejala Penyakit Ebola

Masa inkubasi Ebola 2–21 hari. Secara umum gejalanya meliputi gejala ringan (demam mendadak, fatique, nyeri otot, sakit kepala dan sakit tenggorokan) hingga gejala berat (mual, muntah, diare berat, nyeri perut, perdarahan).


Pengobatan Penyakit Ebola

Pengobatan suportif dengan pemberian cairan dan elektrolit, serta meredakan gejala (demam, mual, muntah, diare). Untuk spesies O. zairense, ada 2 antivirus yang telah terdaftar di Food and Drug Administration, yaitu: Inmazeb (kombinasi: atoltivimab, maftivimab, odesivimab) dan Ebanga (ansuvimab-zykl).


Pencegahan Penyakit Ebola

  1. Terapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker di area ramai, dan menjaga kebersihan
  2. Terapkan kebijakan “DILARANG MENYENTUH” di daerah yang terdampak Ebola.
  3. Hindari kontak dengan cairan tubuh (darah, air liur, muntah) hewan liar dan individu yang terinfeksi.
  4. solasi pasien yang sudah konfirmasi terinfeksi Ebola hingga sembuh dan karantina orang yang diduga kontak dengan pasien terinfeksi selama 21 hari sejak terpapar.
  5. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala setelah bepergian ke daerah epidemi seperti Kongo dan Uganda.
  6. Untuk strain O. zairense, tersedia 2 vaksin yang telah disetujui, yakni Ervebo (rVSV-ZEBOV) dan Mvabea (Ad26.ZEBOV/MVA-BN-Filo)

 

Gambar: Ilustrasi (Sumber: mstandret-Envato element)

Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. About Ebola disease [Internet]. Atlanta: Centers for Disease Control and Prevention; 2026 [cited 2026 May 19]. Available from: https://www.cdc.gov/ebola/about/index.html.
  2. World Health Organization. Disease outbreak news: Ebola disease caused by Bundibugyo virus, Democratic Republic of the Congo & Uganda [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2026 [cited 2026 May 19]. Available from: https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2026-DON602.
  3. European Centre for Disease Prevention and Control. WHO declares Ebola outbreak in the Democratic Republic of the Congo a Public Health Emergency of International Concern [Internet]. Stockholm: ECDC; 2026 [cited 2026 May 19]. Available from: https://www.ecdc.europa.eu/en/news-events/who-declares-ebola-outbreak-democratic-republic-congo-public-health-emergency.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dokumen Infeksi Emerging [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2026 [cited 2026 May 19]. Available from: https://infeksiemerging.kemkes.go.id/index.php/document/download/J6N2
Share this article
Related Articles