Detail Article

Lonjakan Kasus Tuberkulosis (TB) di Malaysia: Waspada dan Cegah Penularannya di Indonesia

dr. Dita Arccinirmala
Feb 26
Share this article
af7d2556b4114eaa1849afcbc07c6f20.jpg
Updated 26/Feb/2026 .

Pada tanggal 21 Februari 2026, Kementerian Kesehatan Malaysia menyebutkan adanya kenaikan kasus baru tuberkulosis (TB) yang dilaporkan secara nasional pada periode tanggal 08-14 Februari. Hingga 24 Februari 2026, jumlah kasus TB tertinggi di Malaysia (755 kasus) berada di Sabah, diikuti 596 kasus di Selangor dan 332 kasus di Sarawak. Dengan temuan ini, jumlah kumulatif kasus tuberkulosis di Malaysia mencapai 3.161 kasus. Disebutkan bahwa jika kita berada dalam ruangan yang ramai, tertutup, dan berventilasi buruk dapat meningkatkan risiko penularan, terutama jika ada individu dengan TB aktif yang belum diobati. Kementerian Kesehatan Malaysia juga menegaskan kesadaran masyarakat dan langkah proaktif sangat penting untuk mendukung deteksi dini, pengobatan yang efektif, serta pencegahan penyebaran TB.

Tuberkulosis, sering disingkat TB atau TBC, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan organ tubuh yang diserang terutama adalah paru, dan dapat menyebar ke organ tubuh lainnya.


Penularan TB

Penularan atau infeksi terjadi saat kuman TB yang berada dan bertebaran di udara terhirup oleh orang lain. Saat penderita TB batuk atau bersin tanpa menutup mulut, bakteri akan tersebar ke udara dalam bentuk percikan dahak atau droplet. Kelompok yang paling berisiko terinfeksi TB adalah anak-anak, penderita HIV/AIDS, lanjut usia, penderita diabetes melitus (DM), orang yang sering kontak langsung dengan penderita TB, serta perokok aktif. Penyakit ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama yang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Selain itu, risiko penularan TB juga cukup besar pada orang yang tinggal di tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan, misalnya lingkungan padat dan tidak memperhatikan kebersihan.


Gejala TB

Gejala utamanya adalah batuk terus-menerus (berdahak ataupun tidak berdahak) selama >2 minggu dan dahak dapat bercampur darah. Gejala lainnya adalah demam dan meriang dalam jangka waktu yang panjang, sesak napas dan nyeri dada, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, terasa lelah dan lemah berkepanjangan, nafsu makan menurun, dan berkeringat di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan. Penegakan diagnosis TB dilakukan melalui pemeriksaan dahak (BTA), tes Tuberkulin, rontgen dada, tes cepat molekuler/TCM (alat diagnosis utama yang digunakan untuk penegakan diagnosis TB).


Pencegahan Penularan TB

Penerapan gaya hidup sehat dapat mencegah penularan TB, dengan:

  • Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menjaga sirkulasi udara yang baik di ruangan dengan cara membuka pintu dan jendela tiap pagi supaya rumah mendapatkan cukup sinar matahari dan udara segar
  • Menjemur alas tidur agar tidak lembab
  • Vaksinasi BCG bagi anak usia di bawah 5 tahun untuk menghindari TB berat (TB meningitis dan TB milier)
  • Olahraga rutin minimal 2x seminggu
  • Tidak merokok
  • Tidak membuang dahak atau meludah di sembarang tempat
  • Terapkan etika batuk saat batuk atau bersin (tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan atas)
  • Menggunakan masker saat sedang sakit atau berada di keramaian
  • Hindari kontak erat dengan penderita, terutama yang belum berobat


Kesimpulan:

Kenaikan kasus baru tuberkulosis (TB) yang dilaporkan secara nasional di Malaysia memerlukan perhatian dan kewaspadaan juga di Indonesia. Pencegahan penularan TB dapat dilakukan dengan menggunakan masker, hindari kontak erat dengan penderita, vaksinasi BCG, serta menerapkan gaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, menjaga sirkulasi yang baik di ruangan, dan lainnya). 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Lucky7Trader-Envato element)

Referensi:

1. Negara tetangga RI hadapi lonjakan kasus tuberkulosis, warga diminta pakai masker [Internet]. 2026 Feb 24. Available from: https://rsudtp.acehbaratdayakab.go.id/berita/kategori/berita-kesehatan/negara-tetangga-ri-hadapi-lonjakan-kasus-tuberkulosis-warga-diminta-pakai-masker.

2. Kementerian Kesehatan. Tuberkulosis [Internet]. Jakarta: Kemenkes. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/kesehatan-lainnya/tuberkulosis. 

Share this article
Related Articles
Related Products
882a21e0550404365283f9249410b9b7.jpg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
f7a08ca651e80e18ec2d78f8c0339385.jpg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
fd145ba042dce5023e1dc6b461eecd6e.jpg
418feddcd0df1ad3fd4a4c4a2ae7dfc4.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
2c1701b20238a22d55c6cf4ca55cf622.jpg