Detail Article

Larutan Seimbang vs NaCl 0,9% Pada Pasien Kritis, Ini Hasil Meta-analisisnya.

Laurencia Ardi
Jul 05
Share this article
img-Infus1.jpg
Updated 29/Jul/2020 .

Pasien kritis seringnya disertai dengan hipotensi atau risiko mengalami syok dengan berbagai macam penyebabnya. Pemilihan cairan yang optimal untuk resusitasi pada pasien kritis masih bersifat kontroversi.

Pasien kritis seringnya disertai dengan hipotensi atau risiko mengalami syok dengan berbagai macam penyebabnya. Pemilihan cairan yang optimal untuk resusitasi pada pasien kritis masih bersifat kontroversi. Kebanyakan pasien mendapatkan NaCl 0,9% ; namun hasil evaluasi preklinis dan klinis mengundang banyak pertanyaan terkait efektivitas penggunaannya. 

Resusitasi cairan dengan NaCl 0,9% dikaitkan dengan efek samping mikrosirkulasi dan makrosirkulasi, seperti acute kidney injury (AKI), vasokonstriksi ginjal, dan asidosis metabolik hiperkloremik. Faktor-faktor ini dapat memicu meningkatnya mortalitas. Larutan kristaloid seimbang mempunyai efektivitas yang lebih baik dengan efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan NaCl 0,9% sehingga berdampak juga terhadap cost effectiveness. 

Perbedaan utama antara larutan kristaloid seimbang dengan NaCl 0,9% meliputi kandungan klorida (NaCl 0,9% 154 mEg/L; larutan kristaloid seimbang 95-108 mEq/L) dan kapasitas biffernya (SID NaCl 0,9% 0; larutan kristaloid seimbang 28-50). Telah banyak penelitian-penelitian yang menilai efektivitas dan keamanan dari larutan kristaloid seimbang pada pasien kritis. 

Berikut suatu meta-analisis yang bertujuan untuk menilai hubungan antara larutan kristaloid seimbang dan prognosis pasien kritis. Desain dan metodenya adalah dengan mengumpulkan penelitian dari database Scopus, PubMed, dan Cochrane sampai dengan bulan Juli 2019. Penelitian yang terkumpul sebanyak 13 penelitian (Cohort dan RCT) dengan jumlah subjek sebanyak 30.950 pasien. 

Hasilnya menunjukkan pada pasien yang mendapatkan larutan kristaloid seimbang mempunyai lama perawatan yang lebih rendah dan angka mortalitas 28-/30 hari yang lebih rendah juga (risk ratio [RR] = 0,86; 95% CI = 0,75-0,99; I2 = 82%). Kejadian AKI juga lebih rendah pada pasien yang mendapatkan larutan kristaloid seimbang (RR = 0,91; 95% CI = 0,85-0,98; I2 = 0%). 

 

Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Hammond DA, Lam SW, Megan A, Smith MN, Westrick J, Trivedi AP, et al. Balanced Crystalloids Versus Saline in Critically Ill Adults: A Systematic Review     and Meta-analysis. Ann Pharmacother 2020;54(1):5-13. 
2. Alyeşil C, Doğan NÖ, Özturan İU, Güney S. Distributive shock in the emergency     department: sepsis, anaphylaxis, or capillary leak syndrome? J Emerg Med.     2017;52:229-31.
 

Share this article
Related Articles
Related Products
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg