Detail Article

IntraDialytic Parenteral Nutrition (IDPN) dapat Meningkatkan Kadar Albumin Pasien Penyakit Ginjal Kronik

dr. Nugroho Nitiyoso, MBA
Mar 03
Share this article
e05bf62c86f56281538913c8c4decccf.jpg
Updated 04/Mar/2026 .

Telah diketahui bahwa hipoalbuminemia berkaitan erat dengan peningkatan risiko morbiditas, rawat inap, dan mortalitas, bahkan penurunan kecil kadar albumin sebesar 0,1–0,2 g/dL dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Berdasarkan Annual Data Report United States Renal Data System (USRDS) tahun 2023, prevalensi hipoalbuminemia sebesar 50,8% pasien hemodialisis dan ini menimbulkan potensi risiko luaran klinis (clinical outcomes) yang merugikan serta kualitas hidup yang buruk pada populasi pasien tersebut.


Intradialytic parenteral nutrition (IDPN) adalah bentuk nutrisi parenteral khusus dialisis yang diinfuskan selama proses hemodialisis untuk memberikan berbagai macam asam amino (AA) dalam dosis tinggi serta dekstrosa yang memadai guna mendukung anabolisme protein. Meskipun sediaan campuran siap pakai (premixed) 2:1 atau 3:1 dapat digunakan, sudah menjadi praktik yang umum di Amerika Serikat untuk meracik formulasi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien (patient-specific formulations). Hal ini rata-rata memungkinkan pemberian asupan protein yang lebih tinggi (85–100 g asam amino per sesi terapi); formulasi ini juga memungkinkan penggunaan volume cairan dan konsentrasi dekstrosa yang lebih rendah, serta memberikan pilihan untuk menambahkan emulsi lipid intravena (intravenous lipid emulsions/ILE) jika diperlukan untuk meningkatkan total asupan kalori.

 

Dr. Hogan dan tim dari USA melakukan sebuah retrospective analysis yang melibatkan 1.631 subjek dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang mendapatkan hemodialisis 3x seminggu. Pada retrospective analysis ini para subjek mendapatkan IDPN berupa larutan kombinasi dextrose dan asam amino. Intervensi dilakukan selama 12 bulan.

 

Hasilnya:

  • Adanya peningkatan secara signifikan rata-rata kadar albumin dari nilai awal (baseline) hingga bulan ke-6 terapi IDPN adalah sebesar 0,330 (95% CI, 0,305 hingga 0,356) g/dL. Persentase pasien yang mencapai respons terhadap terapi IDPN, yaitu peningkatan kadar albumin >0,2 g/dL antara nilai awal dan bulan ke-6 adalah sebesar 82,0% (95% CI, 80,0% hingga 83,8%).
  • Adanya peningkatan secara signifikan rata-rata kadar albumin dari nilai awal hingga bulan ke-12 terapi IDPN adalah sebesar 0,366 (95% CI, 0,323 hingga 0,408) g/dL. Persentase pasien yang mencapai peningkatan kadar albumin >0,2 g/dL antara nilai awal dan bulan ke-12 adalah sebesar 85,8% (95% CI, 84,0% hingga 87,4%).

 

Kesimpulan:

Dari hasil penelitian ini, intradialytic parenteral nutrition (IDPN) kombinasi dextrose + asam amino dapat meningkatkan kadar albumin pasien PGK secara signifikan.

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato element)

Referensi:

1.   Uludag K, Boz G, Gunal AI. Lower serum albumin level is associated with increased risk of hospital admission and length of stay in hospital among incident hemodialysis patients by using overdispersed model. Ther Apher Dial. 2021 Apr;25(2):179−87.

2.   Slusser-Hogan M, Haight J, Gabriel L, Hardy MA, Hehenberger K. Intradialytic parenteral nutrition during in-center hemodialysis of patients leads to increase in albumin without compromising safety: retrospective analysis. Kidney360. 2025 Sep 1;6(9):1532−40.


Share this article
Related Articles