Detail Article

Injeksi Secretome dan UC-MSC Meningkatkan Penyembuhan Robekan ACL Berat – Sebuah Laporan Kasus

dr. Esther Kristiningrum
Jul 07
Share this article
32173dfb518c98c1cda04c0a62a24933.jpeg
Updated 07/Jul/2026 .

Laporan kasus pada seorang pemain futsal rekreasional berusia 30-an tahun yang mengalami robekan total ACL lutut kanan saat bermain futsal dan menolak operasi. Pasien diberi injeksi 1,5 mL secretome intramuskular di sekitar lutut kanannya dan beberapa bulan kemudian dilanjutkan injeksi dengan 1×10⁷ UC-MSCs, yang diikuti dengan injeksi 1,5 mL secretome di sekitar sendi lutut. Hasilnya menunjukkan bahwa injeksi secretome dan UC-MSCs dapat menjadi terapi non-bedah yang efektif untuk meningkatkan penyembuhan, mengurangi nyeri, dan mempersingkat waktu pemulihan pada pasien dengan cedera/robekan ACL yang berat.

Sendi lutut didukung oleh sebelas ligamen untuk kestabilannya, salah satunya adalah ligamen krusiat anterior (anterior cruciate ligament/ACL). Ligamen ini sering cedera saat berolahraga dan dapat robek. Pasien dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi juga lebih berisiko mengalami robekan ACL. Gejala ACL meliputi rasa tidak nyaman yang signifikan, pembengkakan sendi lutut, hingga ketidakstabilan saat berdiri. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup pasien dan, dalam jangka panjang, dapat menyebabkan osteoartritis serta keterbatasan fungsional.

 

Penggunaan penyangga dan rehabilitasi dapat dilakukan untuk menangani robekan derajat 1 (3–5 mm) dan derajat 2 (5–10 mm), sedangkan pengobatan untuk robekan ACL derajat 3 (> 10 mm/robekan total) biasanya berupa operasi. Namun, operasi memiliki kekurangan, yaitu periode pemulihan yang lama, rasa nyeri dan pembengkakan yang parah, serta kemungkinan keterbatasan fungsi jangka panjang yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Untuk pasien yang menolak operasi, penggunaan sel punca dan turunannya (secretome) dapat menjadi alternatif yang menjanjikan.

 

Umbilical cord mesenchymal stem cell (UC-MSCs) adalah salah satu jenis sel punca yang menunjukkan potensi paling besar dalam penyembuhan tendon dan ligamen dibandingkan dengan MSC dari sumsum tulang dan darah tali pusat. Penelitian menunjukkan bahwa proses biologis dan efek regeneratif MSC sebagian besar berasal dari faktor parakrin yang disekresikan oleh MSC, yang dikenal sebagai secretome. Secretome mengandung protein larut, lipid, sitokin, asam nukleat, vesikel ekstraseluler, dan growth factor seperti transforming growth factor (TGF), vascular endothelial growth factor (VEGF), platelet-derived growth factor (PDGF), dan epidermal growth factor (EGF). Secretome bekerja dengan mengurangi inflamasi dan memodulasi respons imun. Secretome juga telah menunjukkan kemampuan untuk mendorong proliferasi sel, migrasi, dan diferensiasi. Semua kemampuan ini sangat penting untuk perbaikan dan regenerasi jaringan. Studi preklinik juga telah menunjukkan bahwa secretome dapat meningkatkan penyembuhan tendon dan ligamen.

 

Peneliti telah melaporkan sebuah laporan kasus pada seorang pemain futsal rekreasional berusia 30-an tahun yang mengalami robekan ACL kanan total saat bermain futsal. Pasien tersebut merasakan nyeri yang cukup parah (Numeric Pain Rating Scale [NPRS] = 7) dan lututnya terasa tidak stabil, yang membuatnya kesulitan untuk berlari, berjalan, dan melakukan aktivitas harian. MRI mengonfirmasi robekan ACL derajat 3, tetapi pasien menolak operasi.

 

Saat kunjungan kedua, yaitu 10 minggu setelah cedera, pasien diberi injeksi 1,5 mL secretome yang berasal dari UC-MSCs secara intramuskular di sekitar lutut kanannya menggunakan teknik Trigger Point Injection (0,2–0,5 mL larutan secretome per lokasi injeksi dengan jarum 22G). Empat bulan setelah cedera, pasien melaporkan berkurangnya nyeri (NPRS = 5), tetapi masih merasakan ketidakstabilan sendi, terutama saat naik tangga dan melakukan gerakan memutar. Kemudian, sendi lutut pasien diinjeksi dengan 1×10⁷ UC-MSCs yang dicampur dengan 3 mL saline, diikuti dengan injeksi 1,5 mL secretome di sekitar sendi lutut. Pasien juga melakukan latihan rehabilitasi di rumah untuk membantu pemulihan lututnya. Produk secretome dan UC-MSCs yang digunakan diproduksi oleh Regenic dari PT Bifarma Adiluhung.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 6 bulan, derajat nyerinya jauh berkurang (dari NPRS 7 menjadi 0) dan pasien dapat kembali bermain olahraga, serta merasakan lututnya membaik. Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan bahwa robekan ligamennya sudah sembuh. Tidak ditemukan efek samping yang serius.

 

Kesimpulan:

Secretome dan UC-MSCs dapat menjadi terapi non-bedah yang efektif untuk meningkatkan penyembuhan, mengurangi nyeri, dan mempersingkat waktu pemulihan pada pasien dengan cedera/robekan ACL yang berat. Namun, uji klinik lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanan terapi UC-MSC serta secretome.


Gambar: Dokumentasi pribadi

Referensi:

  1. Mulyo AND, Qlintang S, Murti H, Lubis VL, Sihombing INN, Fatimah A, et al. Effect of umbilical cord-mesenchymal stem cells (uc-mscs) derived secretome combined with UC-MSCs in anterior cruciate ligament tear: a case report. Indonesian Journal of Physical Medicine and Rehabilitation 2025;14(02). doi: 10.36803/indojpmr.v14i2.493.
  2. Yea J-H, Kim Y, Jo CH. Comparison of mesenchymal stem cells from bone marrow, umbilical cord blood, and umbilical cord tissue in regeneration of a full-thickness tendon defect in vitro and in vivo. Biochem Biophys Rep. 2023; 34: 101486.
  3. Rhatomy S, Prasetyo TE, Setyawan R, Soekarno NR, Romaniyanto FNU, Sedjati AP, et al. Prospect of stem cells conditioned medium (secretome) in ligament and tendon healing: a systematic review. Stem Cells Transl Med. 2020; 9: 895–902.
Share this article
Related Articles
Related Products
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg