Infeksi Hantavirus merupakan penyakit infeksi zoonosis yang ditularkan terutama melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir, penyakit ini kembali mendapat perhatian dunia karena dapat menyebabkan gangguan berat pada paru maupun ginjal dengan angka kematian yang cukup tinggi.
Hantavirus disebabkan oleh virus dari genus Orthohantavirus dalam famili Hantaviridae. Virus ini merupakan virus RNA yang ditularkan terutama oleh tikus dan celurut. Hingga saat ini telah teridentifikasi lebih dari 50 strain Orthohantavirus dan sekitar 24 strain diketahui dapat menginfeksi manusia.
Secara klinis, infeksi hantavirus dapat menimbulkan dua sindrom utama, yaitu:
- Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS)
Tipe HFRS lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa, sedangkan HPS terutama ditemukan di benua Amerika. Secara global diperkirakan terdapat sekitar 200.000 kasus Hantavirus setiap tahun dengan case fatality rate (CFR) berkisar 1%–50% tergantung jenis virus dan manifestasi klinisnya. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kasus HPS di Amerika Serikat memiliki angka mortalitas yang tinggi dan sering berkaitan dengan paparan rodensia di lingkungan rumah ataupun area pedesaan.
Di Indonesia, penelitian menunjukkan bahwa virus ini sebenarnya telah lama ada, bahkan sejak tahun 1980-an. Kementerian Kesehatan RI melaporkan sedikitnya ada 23 kasus Hantavirus dan 3 kematian di 9 provinsi dalam periode tiga tahun terakhir. Namun hingga saat ini, seluruh kasus Hantavirus terkonfirmasi bukan Andes Virus seperti yang terkonfirmasi pada wabah di kapal pesiar. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa penyakit ini kemungkinan masih menjadi “fenomena gunung es” karena rendahnya kewaspadaan tenaga kesehatan serta keterbatasan pemeriksaan diagnostik.
Cara Penularan
Penularan penyakit Hantavirus terjadi terutama melalui paparan terhadap ekskresi tikus yang terinfeksi, seperti urin, air liur, atau feses.
Virus dapat masuk ke tubuh manusia melalui:
- Inhalasi aerosol/debu yang terkontaminasi
- Kontak langsung dengan zat ekskresi tikus
- Kontak pada luka terbuka atau mukosa mata, hidung, dan mulut
- Gigitan tikus
Hingga saat ini, penularan dari manusia ke manusia umumnya belum dilaporkan.
Gejala Umum
Gejala awal dapat berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, lemas, nyeri perut, mual dan muntah, sesak napas. Pada tipe HFRS dapat ditemukan perdarahan, trombositopenia, gangguan ginjal, proteinuria, peningkatan enzim hati, hingga gagal ginjal. Sedangkan pada tipe HPS terjadi gangguan paru dan jantung yang berat, seperti batuk, edema paru, hipotensi, takikardia, hingga gagal napas. Angka kematian HPS dapat mencapai sekitar 60%.
Pengobatan
Sampai saat ini belum terdapat terapi antivirus spesifik untuk penyakit Hantavirus. Penatalaksanaan terutama bersifat suportif dan simptomatis, serta pemantauan ketat kondisi pasien. Pada kasus berat dapat diperlukan pemberian oksigen ataupun ventilasi mekanik dan perawatan intensif.
Pencegahan
Pencegahan utama penyakit Hantavirus adalah mengurangi paparan terhadap tikus dan lingkungannya. Upaya yang dapat dilakukan meliputi:
- Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
- Menutup akses masuk tikus
- Menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area yang banyak tikus,
- Menghindari kontak langsung dengan urine atau feses tikus
- Meningkatkan sanitasi lingkungan
Selain itu, edukasi masyarakat dan kewaspadaan tenaga kesehatan sangat penting karena penyakit ini sering menyerupai infeksi tropis lain sehingga dapat terlewatkan. Pengendalian populasi tikus juga menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya wabah penyakit Hantavirus di Indonesia.
Gambar: Ilustrasi (Sumber: Image-source - Envato element_
Referensi:
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Hantavirus: virus dari tikus yang mematikan, siapkah Indonesia menghadapinya? [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2024 [cited 2026 May 8]. Available from: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hantavirus-virus-dari-tikus-yang-mematikan-siapkah-indonesia-menghadapinya/.
- Centers for Disease Control and Prevention. Reported cases of hantavirus disease [Internet]. Atlanta: CDC; 2026 April 23 [cited 2026 May 8]. Available from: https://www.cdc.gov/hantavirus/data-research/cases/index.html.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit virus hanta di Indonesia [Internet]. Jakarta: Kemenkes; 2023 9cited 2026 May 08]. Available from: https://repository.kemkes.go.id/book/825.