Ginkgo biloba L. merupakan salah satu spesies pohon tertua yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, khususnya di Tiongkok, selama lebih dari 1.000 tahun untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti asma, bronkitis, dan gangguan memori. Kandungan flavonoid dan terpenoid yang tinggi memberikan efek antioksidan, membantu mengurangi stres oksidatif, meningkatkan aliran darah, serta melindungi sel saraf dari kerusakan.
Ekstrak Ginkgo biloba mengandung lebih dari 60 senyawa bioaktif, dengan flavonoid (24%) dan terpenoid (6%) sebagai komponen utama yang berperan dalam efek terapeutik. Kandungan lainnya meliputi asam organik, proantosianidin, tanin, sitosterol, karotenoid, polisakarida, glukosa, mineral, dan vitamin. Dua terpenoid utama dalam ekstrak Ginkgo biloba adalah bilobalide (seskuiterpen lakton) dan ginkgolide (diterpen lakton) A, B, C, J, dan M. Flavonoid merupakan komponen dominan dalam ekstrak daun, yang diklasifikasikan sebagai flavonol, flavonol glikosida, flavon, flavon glikosida, flavanon, flavanon glikosida, isoflavon, isoflavon glikosida, flavan-3-ol, bioflavonoid, dan biginkgosida.
Manfaat Ginkgo Biloba untuk Kesehatan Kulit (Anti-Aging)
Penuaan kulit dipengaruhi oleh faktor endogen (genetik dan perubahan hormonal) serta faktor eksogen, terutama paparan sinar ultraviolet (UV) yang memicu inflamasi dan stres oksidatif. Paparan UV meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang mengaktivasi jalur molekuler tertentu, termasuk peningkatan matrix metalloproteinase (MMP)-1 dan MMP-9 yang berperan dalam degradasi kolagen, serta aktivasi mitogen-activated protein kinase (MAPK) dan faktor transkripsi AP-1 yang meningkatkan sitokin proinflamasi. Ekstrak Ginkgo biloba terbukti secara in vitro dan in vivo mampu melindungi fibroblas dermal manusia dan kulit mencit dari paparan UVB dengan menekan pembentukan ROS, menghambat fosforilasi jalur ERK, JNK, dan p38 MAPK, serta menurunkan produksi MMP-1 dan sitokin proinflamasi seperti interleukin (IL)-1α, IL-1β, IL-6, dan tumor necrosis factor (TNF)-α.
Selain itu, Ginkgo biloba memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang berkontribusi terhadap pencegahan penuaan vaskular, melalui kandungan flavonoid seperti kaempferol, quercetin, dan isorhamnetin, serta ginkgolide dan bilobalide. Ekstrak ini juga menunjukkan efek vasoregulasi terhadap aliran darah kulit. Mengingat penuaan berkaitan dengan penurunan mikrosirkulasi dan ekspresi vascular endothelial growth factor (VEGF), senyawa ginkgolide K dalam Ginkgo biloba diketahui dapat meningkatkan ekspresi VEGF melalui jalur p-JAK2 dan p-STAT3.
Vitiligo dan Peran Ginkgo Biloba
Vitiligo merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan hilangnya melanosit secara progresif, sehingga muncul makula putih seperti kapur tanpa skuama. Salah satu faktor etiologinya adalah stres oksidatif yang mengganggu metabolisme melanin dan menurunkan kelangsungan hidup melanosit akibat akumulasi hidrogen peroksida di epidermis. Pada pasien vitiligo, aktivitas antioksidan seperti superoksida dismutase (SOD) dan glutathione peroksidase (GSH-Px) menurun, sehingga memicu respons autoimun sel T yang menargetkan melanosit. Ekstrak Ginkgo biloba terbukti mampu melindungi melanosit dari kematian akibat stres oksidatif dengan menghambat akumulasi ROS dan malondialdehida (MDA), serta meningkatkan aktivitas SOD dan GSH-Px. Bilobalide juga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan seperti katalase (CAT) dan GSH-Px1 serta menghambat stres retikulum endoplasma. Secara klinis, pemberian ekstrak Ginkgo biloba dilaporkan dapat mencegah onset dan progresivitas vitiligo serta menginduksi repigmentasi pada sebagian besar lesi vitiligo akrofasial.
Dermatitis Atopik, Psoriasis, dan Akne Vulgaris serta Peran Ginkgo Biloba
Dermatitis atopik dan psoriasis merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang ditandai dengan hiperproliferasi keratinosit dan akantosis epidermis. Ekstrak Ginkgo biloba telah dipatenkan untuk terapi penyakit dermatologis seperti psoriasis karena kemampuannya menghambat pertumbuhan epidermis. Senyawa biflavonoidnya, termasuk ginkgetin, terbukti menurunkan ekspresi VEGF dan pelepasan CXCL8/IL-8 pada keratinosit yang distimulasi TNF-α, yang merupakan mediator penting dalam proses inflamasi dan angiogenesis abnormal pada psoriasis dan kulit akibat paparan UV.
Pada akne vulgaris, yang merupakan penyakit inflamasi kronis unit pilosebasea, patogenesis melibatkan hiperkeratinisasi, inflamasi, stimulasi androgen pada kelenjar sebasea, serta proliferasi Propionibacterium acnes. Ginkgo biloba menunjukkan potensi antibakteri, antiinflamasi, proteksi sebum, dan antioksidan, termasuk menurunkan sintesis IL-8 dan TNF-α yang diinduksi P. acnes. Selain itu, bilobetin dari ekstrak daun Ginkgo biloba menghambat produksi IGF-1 melalui regulasi faktor transkripsi lipogenik (SREBP-1 dan SREBP-2) serta memblokir jalur sinyal Akt yang diinduksi IGF-1, sehingga berpotensi menekan produksi sebum. Ekstrak Ginkgo biloba dan bilobetin juga dilaporkan memperbaiki resistensi insulin pada model hewan dengan diet tinggi lemak.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, Ginkgo biloba memiliki potensi terapeutik yang luas dalam kesehatan kulit melalui mekanisme antioksidan, antiinflamasi, vasoregulasi, serta modulasi jalur molekuler yang berperan dalam penuaan, gangguan pigmentasi, dan penyakit inflamasi kulit. Kandungan flavonoid dan terpenoidnya mendukung perlindungan seluler terhadap stres oksidatif, menghambat degradasi kolagen, menjaga kelangsungan hidup melanosit, serta membantu mengontrol inflamasi dan produksi sebum, sehingga menjadikannya kandidat yang menjanjikan dalam pengembangan terapi dermatologis berbasis bukti.
Gambar: Ilustrasi (Sumber: EvergreenPlanet-Envato element)
Referensi:
1. Sangut IJ, Sola I, Samec D. Neuroprotective, Anti-Hyperpigmentation, and Anti-Diabetic Effects and Bioaccessibility of Flavonoids in Ginkgo Leaf Infusions from Green and Yellow Leaves. Appl Sci [Internet]. 2024 Nov 7 [cited 2026 Feb 11];14(22). Available from: https://www.mdpi.com/2076-3417/14/22/10231
2. Chummun Phul I, Gómez-Llonín A, Bhaw-Luximon A. From traditional medicine to nanomedicine: potential of Ginkgo biloba extracts in treating inflammatory skin diseases. RSC Med Chem. 15(8):2643–56.