Detail Article

Expert Meeting Invasive Meningococcal Disease: Konsensus Pakar Lintas Institusi untuk Deteksi Dini dan Pencegahan

dr. Tjhia Theonardy Gilroy Yonathan
Agt 22
Share this article
befb091115da5b394f789e7905ba505b.png
Updated 27/Agt/2026 .

Expert Meeting Invasive Meningococcal Disease (IMD) yang digelar di Jakarta pada 9 April 2026 mempertemukan 14 pakar lintas institusi untuk merespons temuan kasus Neisseria meningitidis terkonfirmasi PCR pada pasien tanpa riwayat perjalanan ke daerah endemis. Para ahli menyoroti sempitnya jendela diagnostik IMD, mendorong pergeseran dari vaksin meningokokus polisakarida ke vaksin konjugat, serta menekankan pentingnya penguatan surveilans nasional agar beban penyakit dapat dipetakan lebih akurat.

Pendahuluan

Pada 9 April 2026 di Jakarta telah diselenggarakan Expert Meeting mengenai Invasive Meningococcal Disease (IMD). Pertemuan ini mempertemukan 14 pakar lintas institusi, mencakup perwakilan Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI), Satgas dan Unit Kerja Koordinasi (UKK) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Kementerian Kesehatan RI, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta, RSPI Sulianti Saroso, serta Departemen Mikrobiologi FKUI.¹

Pertemuan dilatarbelakangi temuan kasus Neisseria meningitidis terkonfirmasi PCR di Jakarta pada pasien tanpa riwayat perjalanan ke daerah endemis, ditambah laporan empat kasus fatal sporadis lain di Indonesia. Temuan ini menempatkan IMD sebagai isu kesehatan lokal, bukan semata risiko bagi jemaah atau pelancong internasional.¹


Peserta Expert Meeting

  • Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD, K-AI, FINASIM – Ketua PERALMUNI
  • Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A, Subsp. Inf. P. T(K) – Ketua Komite Imunisasi Nasional
  • Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp. T. K. P. S(K) – Ketua Satgas Imunisasi IDAI
  • Dr. dr. Bernie Endyarni, Sp.A, Subsp. T.K.P.S(K), MPH – Satgas Imunisasi IDAI
  • Prof. Dr. dr. RA Setyo Handryastuti, Sp.A, Subsp. Neuro(K) – Satgas Imunisasi IDAI
  • Dr. dr. Nina Dwi Putri, Sp.A, Subsp. Inf. P. T(K), PhD – Satgas Imunisasi IDAI
  • Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A, Subsp. I. P. T(K), DTM&H., MSc(CTM) – Satgas Imunisasi IDAI
  • Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A, Subsp. Inf. P. T(K) – Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI
  • dr. Amanda Soebadi, Sp.A, Subsp. Neuro(K), M.Med (Clin Neurophysiol) – Ketua UKK Neurologi IDAI
  • Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp.KFR, MARS, AIFO-K – Ketua Umum PP PERDOKHI
  • Dr. Sumarjaya, SKM, MM, MFP, CFA – Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
  • dr. Delly Chipta Lestari, PhD, SpMK(K) – Departemen Mikrobiologi FKUI
  • Naning Nugrahini, SKM, MKM – Kepala BBKK Soekarno-Hatta
  • Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed, MARS – Direktur Utama serta Direktur Medik dan Keperawatan RSPI Sulianti Saroso


Poin Utama Hasil Diskusi

  • Kewaspadaan klinis. IMD dapat berkembang dari gejala non-spesifik menjadi syok dan koagulasi intravaskular diseminata dalam hitungan jam, sehingga jendela diagnostik sangat sempit.¹ Angka fatalitas kasus tetap tinggi meskipun terapi antimikroba diberikan tepat waktu, dan 10–20% penyintas mengalami sekuele permanen.²
  • Tantangan diagnostik. Hambatan sosiopsikologis pada pelaksanaan lumbal pungsi masih menjadi kendala di lapangan. Kultur darah dan biomarker dapat menjadi pendekatan tambahan, namun tidak menggantikan konfirmasi mikrobiologis definitif.¹
  • Tingkat pembawa pada jemaah. Data dari studi carriage yang sedang berjalan oleh Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed, MARS menunjukkan carriage rate sebesar 22,3% pada jemaah yang kembali ke Indonesia. Kondisi ini disebut diperberat oleh penolakan budaya terhadap vaksinasi serta peredaran Buku Kuning palsu.¹
  • Pergeseran ke vaksin konjugat. Para ahli mendorong pergeseran dari vaksin meningokokus polisakarida ke vaksin konjugat, yang lebih imunogenik pada anak di bawah 2 tahun dan mampu menurunkan carriage nasofaring sehingga mendukung kekebalan kelompok.¹˒³
  • Penguatan surveilans. Integrasi lebih banyak rumah sakit swasta dan militer ke jaringan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dinilai penting agar setiap kasus suspek dapat terlaporkan dan peta beban penyakit nasional tersusun lebih akurat.¹
  • Vaksinasi sebagai strategi utama. Mengingat tingginya fatalitas, vaksinasi ditegaskan sebagai strategi paling penting untuk mencegah kematian dan kecacatan akibat IMD.¹

Kesimpulan

Pertemuan ini menegaskan bahwa ancaman IMD di Indonesia bersifat nyata dan tidak lagi terbatas pada kelompok pelancong. Klinisi perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus dengan progresi cepat dan manifestasi awal yang tidak spesifik, serta melaporkan setiap kasus suspek ke jaringan SKDR agar deteksi dini dan pemetaan beban penyakit nasional dapat berjalan lebih akurat. Sebagai tindak lanjut pertemuan, buletin kolaboratif bersama PERALMUNI telah diterbitkan, memuat data surveilans terbaru, tata cara pelaporan kasus suspek, dan protokol pengiriman sampel.¹

Untuk informasi lebih lengkap mengenai jalannya pertemuan dan seluruh poin konsensus ahli, silakan klik tautan berikut: https://peralmuni.org/buletin-medis-expert-meeting-invasive-meningococcal-disease/

Singkatan

IMD: invasive meningococcal disease; PCR: polymerase chain reaction; SKDR: Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons; PERALMUNI: Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia; IDAI: Ikatan Dokter Anak Indonesia; UKK: Unit Kerja Koordinasi; BBKK: Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan; FKUI: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; PERDOKHI: Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia; RSPI: Rumah Sakit Penyakit Infeksi


Gambar: Ilustrasi (menggunakan kecerdasan buatan/Artificial Intelligence).

Referensi

  1. Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia. Buletin medis: expert meeting invasive meningococcal disease [Internet]. Jakarta: PERALMUNI; 2026 Jul 9 [dikutip 2026 Ags 3]. Tersedia dari: https://peralmuni.org/buletin-medis-expert-meeting-invasive-meningococcal-disease/
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Manual for the surveillance of vaccine-preventable diseases [Internet]. Atlanta (GA): CDC; [dikutip 2026 Ags 3]. Bab 8, Meningococcal disease. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/surv-manual/php/table-of-contents/chapter-8-meningococcal-disease.html
  3. World Health Organization. Meningococcal vaccines: WHO position paper on the use of multivalent meningococcal conjugate vaccines in countries of the African meningitis belt, January 2024. Wkly Epidemiol Rec. 2024;99(1/2):1-10.


ID-MEN-2026-07-TCM5 (08/26)

Share this article
Related Articles