BB-12 menunjukkan profil keamanan dan tolerabilitas yang baik pada bayi dan anak, berpotensi dalam menjaga kesehatan gastrointestinal, termasuk menurunkan kejadian dan durasi diare serta mendukung keseimbangan mikrobiota usus.
Untuk bayi sehat, berdasarkan penelitian dalam literatur ini, BB-12 sekitar 10⁸–10⁹ CFU/hari selama ±3–12 minggu dapat dianggap sebagai rentang yang memiliki dukungan klinis.
Periode awal kehidupan merupakan fase penting dalam perkembangan mikrobiota usus. Komposisi mikrobiota pada bayi masih sangat dinamis dan secara bertahap berkembang menuju pola yang lebih stabil menyerupai orang dewasa sekitar usia 3 tahun. Pada periode ini, dominasi Bifidobacterium—terutama pada bayi yang mendapat ASI—dipandang sebagai salah satu karakteristik mikrobiota usus yang sehat. Bakteri dari genus ini berperan dalam mempertahankan lingkungan intestinal, interaksi dengan sistem imun, dan mendukung pertumbuhan mikroorganisme menguntungkan lainnya. Karena itu, suplementasi strain Bifidobacterium menjadi salah satu pendekatan yang banyak diteliti untuk mendukung kesehatan gastrointestinal sejak usia dini.
Salah satu strain yang paling banyak dipelajari adalah Bifidobacterium animalis subsp. lactis BB-12 (BB-12). Secara biologis, BB-12 memiliki sejumlah karakteristik yang mendukung potensinya sebagai probiotik, termasuk toleransi terhadap kondisi asam dan empedu, kemampuan adhesi terhadap mukosa intestinal, penghambatan bakteri patogen, serta potensi modulasi respons imun. Secara umum, mekanisme probiotik tidak terbatas pada peningkatan jumlah bakteri menguntungkan, tetapi mencakup modulasi lingkungan lumen usus, produksi metabolit seperti short-chain fatty acids (SCFA) dan asam organik, penurunan pH lumen, penghambatan pertumbuhan patogen, pemeliharaan integritas mucosal barrier, serta interaksi dengan sistem imun innate dan adaptif.
Efikasi klinis BB-12 pada populasi pediatrik
Bukti klinis yang dirangkum dalam literatur menunjukkan bahwa efek BB-12 pada bayi dan anak paling konsisten terlihat pada kesehatan gastrointestinal, khususnya kejadian diare dan toleransi gastrointestinal. Beberapa RCT pada bayi menunjukkan bahwa suplementasi BB-12 dapat menurunkan kejadian maupun durasi episode diare. Dalam salah satu RCT multicenter pada bayi usia <8 bulan, formula yang mengandung BB-12 menghasilkan episode diare yang lebih sedikit dan lebih singkat dibandingkan formula kontrol. Secara keseluruhan, risiko diare dilaporkan berkurang sekitar 1,9 kali, dengan rentang estimasi 1,33–2,6.
Temuan serupa muncul pada bayi sehat usia 4–10 bulan yang berada di childcare center. Pemberian probiotik yang mengandung BB-12 selama 12 minggu dikaitkan dengan episode demam yang lebih sedikit serta episode diare yang lebih sedikit dan lebih singkat dibandingkan kontrol. Hasil tersebut mendukung kemungkinan bahwa manfaat BB-12 tidak hanya terbatas pada modulasi komposisi mikrobiota, tetapi dapat diterjemahkan menjadi outcome klinis berupa peningkatan ketahanan terhadap gangguan gastrointestinal dan kemungkinan infeksi pada populasi bayi yang secara umum sehat.
Bukti klinis lain memperlihatkan bahwa BB-12 juga dapat memengaruhi fungsi gastrointestinal dan perilaku terkait ketidaknyamanan saluran cerna pada bayi. Dalam RCT pada 192 bayi yang mendapat ASI, pemberian BB-12 sebesar 1 × 10⁹ CFU/hari selama 21 hari menghasilkan proporsi bayi yang mencapai ≥50% penurunan durasi menangis/fussing yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan placebo (p<0,001). Jumlah episode menangis juga menurun dan durasi tidur harian meningkat. Studi lain pada 80 bayi yang mendapat BB-12 1 × 10⁹ CFU/hari selama 28 hari menunjukkan pola manfaat yang serupa, termasuk penurunan frekuensi BAB.
Walaupun kedua studi tersebut melibatkan bayi dengan kolik sehingga tidak sepenuhnya merepresentasikan populasi bayi asimtomatik, hasilnya bukti bahwa BB-12 dapat memengaruhi fungsi gastrointestinal sejak awal kehidupan.
Efek terhadap mikrobiota usus: BB-12 memberikan efek yang terukur tanpa mengganggu stabilitas mikrobiota
Dari penelitian RCT double-blind yang dilakukan pada 59 anak sehat usia 1–5 tahun, anak menerima yogurt dasar yang mengandung S. thermophilus dan L. delbrueckii, dengan atau tanpa tambahan BB-12 1 × 10¹⁰ CFU/hari selama 10 hari. Analisis dilakukan menggunakan metagenomics dan metabolomics, sehingga memungkinkan evaluasi bukan hanya komposisi bakteri tetapi juga fungsi metaboliknya. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian BB-12 menghasilkan peningkatan bermakna kelimpahan B. animalis selama periode intervensi. Dengan demikian, BB-12 yang dikonsumsi memberikan efek biologis pada saluran gastrointestinal.
Temuan ini relevan dari perspektif efikasi sekaligus keamanan. Pada anak sehat, tujuan suplementasi probiotik bukanlah mengganti keseluruhan mikrobiota normal, tetapi memberikan modulasi tertentu tanpa menyebabkan disrupsi ekosistem yang sudah sehat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa BB-12 dapat meningkatkan keberadaan bakteri target sambil mempertahankan resiliensi dan stabilitas mikroba.
Keamanan dan tolerabilitas
Secara keseluruhan, ketiga literatur memberikan gambaran bahwa BB-12 memiliki profil keamanan yang baik pada populasi pediatrik. BB-12 telah digunakan dalam berbagai penelitian pada bayi dan anak dengan rentang dosis yang cukup luas serta melalui berbagai matriks, termasuk formula, produk susu fermentasi, dan yogurt. Mini-review terbaru menyimpulkan bahwa berbagai studi klinis telah menunjukkan keamanan BB-12 pada bayi dan anak, di samping potensi manfaatnya pada kesehatan gastrointestinal. Bukti pada anak sehat juga memberikan dukungan biologis terhadap keamanan tersebut. Pada RCT usia 1–5 tahun, tidak ditemukan perubahan global yang bermakna pada struktur microbiome setelah suplementasi.
Meskipun demikian, keamanan probiotik tetap harus dinilai secara strain-specific dan mempertimbangkan populasi penerima. Review mengenai probiotik dan prebiotik menekankan bahwa strain yang digunakan untuk konsumsi pada umumnya merupakan strain yang telah diseleksi untuk keamanan, tetapi respons dapat berbeda berdasarkan strain, matriks makanan, lingkungan gastrointestinal, dosis, dan karakteristik populasi.
Ketiga literatur menunjukkan bahwa BB-12 memberikan manfaat di saluran gastrointestinal, dapat meningkatkan keberadaan B. animalis dan memodulasi metabolisme mikroba tanpa mengganggu diversitas mikrobiota, serta memiliki sinyal manfaat klinis terutama pada fungsi gastrointestinal, kejadian diare, dan beberapa parameter infeksi. Pada saat yang sama, suplementasi secara umum menunjukkan tolerabilitas dan profil keamanan yang baik pada bayi dan anak.
Kesimpulan
BB-12 menunjukkan profil keamanan dan tolerabilitas yang baik pada bayi dan anak, disertai potensi manfaat dalam menjaga kesehatan gastrointestinal, termasuk menurunkan kejadian dan durasi diare serta mendukung keseimbangan mikrobiota usus. Studi pada bayi menggunakan BB-12 dalam kisaran sekitar 1 × 10⁷ hingga 1 × 10⁹ CFU/hari, dengan durasi 3–12 minggu, dan menunjukkan manfaat klinis tanpa sinyal keamanan bermakna.
Untuk bayi sehat, berdasarkan rentang yang ada dalam literatur ini, BB-12 sekitar 10⁸–10⁹ CFU/hari selama ±3–12 minggu dapat dianggap sebagai rentang yang memiliki dukungan klinis.
Gambar: Ilustrasi (Sumber: Freepik)
Refrensi
- Nadeem R, Imran A, Wei CR, Naz S, Waheed W, Akram MA, et al. A review on the potential impact of probiotics and prebiotics in enhancing health benefits. Cogent Food Agric. 2024;10(1):2409831. doi:10.1080/23311932.2024.2409831.
- Bueno CPAR, Domínguez AC, Guyonnet D and Pouteau E (2026) Health benefits of Bifidobacterium animalis subsp. lactis BB-12 in infants and children: a mini-review. Front. Microbiol. 17:1773473. doi: 10.3389/fmicb.2026.1773473
- Vizioli C, Jaime-Lara R, Daniel SG, Franks A, Diallo AF, Bittinger K, Tan TP, Merenstein DJ, Brooks B, Joseph PV and Maki KA (2023) Administration of Bifidobacterium animalis subsp. lactis strain BB-12® in healthy children: characterization, functional composition, and metabolism of the gut microbiome. Front. Microbiol. 14:1165771. doi: 10.3389/fmicb.2023.1165771