Taxane-associaTed acuTe pain syndrome (T-APS) adalah efek samping yang cukup sering terjadi pada pasien kanker payudara yang menjalankan terapi dengan regimen nab-pacliTaxel. Suatu penelitian dilakukan untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan celecoxib yang diberikan sebelum dimulainya kemoterapi dengan regimen nab-pacliTaxel untuk mencegah terjadinya T-APS pada pasien.
T-APS umumnya timbul sebagai kombinasi mialgia (nyeri otot) yang umumnya terjadi pada punggung dan kaki, serta artralgia (nyeri sendi) yang dirasakan pada punggung, panggul, serta lulut, yang muncul 2-3 hari setelah pemberian Taxane. Gejala memuncak pada hari ke-4 dan 5 siklus kemoterapi dan bertahan selama 5-7 hari. T-APS dapat mengurangi kualitas hidup pasien secara signifikan, sehingga berpotensi mengurangi kepatuhan berobat, yang dapat menyebabkan penurunan efikasi pengobatan.
Patofisiologi T-APS belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan ada keterlibatan sensitisasi nosiseptor, sehingga penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) menjadi pilihan terapi pada T-APS. Studi prospektif oleh Asthana, et al., menunjukkan bahwa nyeri yang terjadi pada siklus ke-1 kemoterapi menjadi faktor prediktif T-APS pada siklus kemoterapi selanjutnya, dan nyeri yang dirasakan pada siklus kemoterapi ke-3 menjadi faktor prediktif terjadinya nyeri kronik pada pasien. Maka dari itu, T-APS perlu diatasi dengan optimal sejak siklus ke-1 kemoterapi.
Celecoxib yang merupakan OAINS penghambat COX-2 selektif yang terbukti efektif dalam meredakan nyeri pada artritis reumatoid, osteoartritis, dan nyeri akut pada dewasa. Namun, belum diketahui secara pasti apakah celecoxib juga efektif dalam mencegah maupun menurunkan gejala pada T-APS. Uji klinis oleh Liang, et al., mengevaluasi efikasi dan keamanan celecoxib yang diberikan sebelum dimulainya kemoterapi dengan regimen nab-pacliTaxel untuk mencegah terjadinya T-APS pada pasien. Studi ini melibatkan 270 pasien dengan kanker payudara yang mengalami nyeri muskuloskeletal selama menjalani siklus pertama kemoterapi dengan nab-pacliTaxel. Subjek dialokasikan untuk mendapatkan celecoxib 200 mg yang diberikan pada hari ke-1–7 selama minimal 3 siklus kemoterapi, atau plasebo. Luaran utama yang dinilai adalah insiden T-APS berat (skala nyeri > 5) pada siklus kemoterapi ke-2–4. Luaran tambahan yang dinilai adalah insiden, keparahan, durasi T-APS, dan efek samping yang terjadi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa insiden T-APS berat (severe T-APS) pada siklus kemoterapi 2–4 secara signifikan lebih rendah pada kelompok celecoxib dibandingkan plasebo (10,2% vs 50,0%). Insiden T-APS secara umum pada siklus 3–4 secara signifikan lebih rendah pada kelompok celecoxib dibandingkan dengan kelompok plasebo (70,3-77,3% vs 90,8-91,5%). Selain itu, kelompok celecoxib juga menunjukkan keparahan T-APS yang secara signifikan lebih rendah pada siklus 2–4 dibandingkan dengan plasebo, dan juga durasi T-APS yang secara signifikan lebih rendah. Terkait efek samping, kelompok celecoxib menunjukkan penurunan signifikan insiden efek samping yang berkaitan dengan kelelahan dan numbness/Tingling dibandingkan dengan plasebo (18.0% vs 43.0%; p< 0,001 dan 20,3% vs 43,0%). Selama periode studi, celecoxib ditoleransi dengan baik, tanpa efek samping kardiovaskular berat yang diamati.
Kesimpulan:
Celecoxib efektif dalam menurunkan insiden T-APS derajat berat pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dengan regimen nab-pacliTaxel. Celecoxib juga menurunkan keparahan dan menurunkan durasi T-APS pada pasien, dengan profil keamanan yang baik. Oleh karena itu, celecoxib direkomendasikan untuk diberikan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dengan nab-paclitaxel.
Gambar: Ilustrasi (Sumber:AtlasComposer-Envato element)
Referensi:
- Liang F, Lu G, Sun D, Chen P, Shi Y, Peng H, et al. Celecoxib pretreatment and nab-paclitaxel-associated acute pain syndrome in patients with breast cancer: a prospective, non-randomized controlled clinical study. International Journal of Surgery. 2025;112:614-28.
- Asthana R, Zhang L, Wan BA, Gallo-Hershberg D, Giotis A, Pasetka M, et al. Pain descriptors of taxane acute pain syndrome (TAPS) in breast cancer patients: a prospective clinical study. Support Care Cancer. 2020;28:589-98.