Detail Article

6 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Terkait Ranitidine

Dokter Kalbemed
Nov 21
Share this article
img-Gastritis1.JPG
Updated 23/Agt/2022 .

Asam lambung sebetulnya merupakan zat yang memberikan manfaat bagi tubuh manusia, cairan yang mempunyai sifat asam ini merupakan pertahanan pertama terhadap kuman ataupun bakteri yang masuk melalui saluran cerna, namun produksi berlebihan asam lambung akan memberikan dampak negatif pada lambung pada khususnya.

Ranitidine merupakan obat untuk mengatasi gangguan produksi asam lambung yang berlebihan. Beberapa hal yang terkait dengan ranitidine terangkum di bawah ini.


1. Mekanisme kerja

Ranitidine adalah antagonis kompetitif reversibel reseptor histamin pada sel parietal mukosa lambung, oleh karena itu ranitidine efektif menghambat sekresi asam lambung. Pemberian ranitidine secara peroral sekitar akan diserap sekitar 50%. Kadar puncak rata-rata dalam darah setelah 2-3 jam. Waktu paruh eliminasinya 2,5 - 3 jam. Ranitidine dibuang dari tubuh terutama melalui eksresi ginjal


2. Kegunaan 

kegunaan atau indikasi penggunaan ranitidine diantaranya adalah: Pengobatan jangka pendek tukak usus dua belas jari aktif, tukak lambung aktif, dan mengurangi gejala refluks esofagitis (radang kerongkongan akibat asam lambung), terapi pemeliharaan setelah penyembuhan tukak usus dua belas jari, tukak lambung, dan juga pengobatan keadaan hipersekresi patologik (misalnya: sindroma Zollinger-Ellison, dan mastositosis sistemik). 


3. Dosis penggunaan 

Pada penggunaan orang dewasa, pemberian peroral untuk tukak usus 12 jari aktif adalah 150 mg, 2 kali sehari (pagi dan malam) atau 300 mg. sekali sehari sesudah makan malam atau sebelum tidur, selama 4-8 minggu. Tukak lambung aktif: 150 mg, 2 kali sehari (pagi dan malam) selama 2 minggu. Terapi pemeliharaan pada penyembuhan tukak 12 jari dan tukak lambung:150 mg malam sebelum tidur. Sedangkan keadaan hipersekresi patologis (sindrom Zollinger Ellison, mastositosis sistemik) 150 mg, 2 kali sehari dengan lama pengobatan ditentukan oleh dokter berdasarkan gejala klinik yang ada, Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penderita. Dosis hingga 6 gram sehari dapat diberikan pada penyakit yang berat.


4. Kontra indikasi

Ranitidine tidak boleh diberikan pada pasien atau individu yang alergi atau hipersensitif terhadap obat ranitidine tersebut.


5. Kondisi yang harus diperhatikan pada penggunaan ranitidine, 

Pasien-pasien dengan keganasan lambung: ranitidine memberikan perbaikan simptomatik sehingga memperlambat diagnosis penyakit ini. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal diperlukan penyesuaian dosis. Ganggan fungsi hati: penggunaan rantidine harus secara hati-hati. Wanita hamil dan ibu menyusui, gunakan hanya bila sungguh diperlukan.


6. Apa saja efek samping ranitidine

Secara umum ranitidine aman digunakan, keluhan yang tidak diinginkan akibat penggunaan ranitidine, yang paling umum adalah sakit kepala, beberapa kasus dilaporkan adanya keluhan konstipasi atau sembelit, diare, mual, muntah, nyeri perut. Namun efek samping ini semuanya bersifat reversibel atau sembuh dengan menghentikan pengobatan. (Red)

 

Silahkan baca juga:Rantin, ranitidine untuk mengatasi produksi asam lambung berlebihan

 

Share this article
Related Articles
Related Products
e24c08ba9977ec17085b4875e08b19a9.jpg
847cf642d501cb87ff77dc8ee082ab78.jpg
3dba097662f2977298cafaaf733471f6.jpg
456afbf5192c00c4818ce0d8d57ef3a9.jpg
09f32e292510a36d2005b4f392ace62f.jpg
3f12d69bf3aae3f648a4530dbe93c869.jpg
41a030096e6bd85a17e2fabb25a0b898.jpg
286979ccba7c9d42e127d6309b82c555.jpg
fb6cc846e2eb435961c04d5b3d85dddd.jpg
6f8d27e018aa1599a03aeaf99e5518a2.jpg