Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah

Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah

Vitamin C (asam askorbat) merupakan mikronutrien esensial pada manusia, yang diperlukan untuk sejumlah fungsi biologi yang penting melalui kerja sebagai kofaktor enzimatik dan agen reduktor. Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa orang dengan diabetes melitus tipe 2 mempunyai kadar vitamin C dalam plasma yang lebih rendah dibandingkan dengan orang dengan toleransi glukosa normal.

Vitamin C (asam askorbat) merupakan mikronutrien esensial pada manusia, yang diperlukan untuk sejumlah fungsi biologi yang penting melalui kerja sebagai kofaktor enzimatik dan agen reduktor. Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa orang dengan diabetes melitus tipe 2 mempunyai kadar vitamin C dalam plasma yang lebih rendah dibandingkan dengan orang dengan toleransi glukosa normal.

Salah satu studi yang dilakukan oleh Institute of Metabolic Science di Cambridge, England’s Addenbrooke’s Hospital telah menemukan bahwa peserta studi dengan kadar vitamin C tertinggi mempunyai risiko 62% lebih rendah terjadi diabetes melitus tipe 2 pada 12 tahun kemudian dibandingkan dengan peserta studi yang mempunyai kadar vitamin C dalam darah paling rendah.

Studi lain yang merupakan studi pendahuluan observasional cross-sectional juga telah dilakukan terhadap 89 orang dewasa dengan toleransi glukosa normal dan diabetes melitus tipe 2, untuk meneliti kadar vitamin C dalam plasma pada berbagai spektrum glikemik dan untuk mengeksplorasi korelasi dengan indeks kesehatan metabolik.

Hasil menunjukkan bahwa  kadar vitamin C dalam plasma secara bermakna lebih rendah pada individu dengan diabetes melitus tipe 2 dibandingkan individu dengan toleransi glukosa normal dan proporsi defisiensi vitamin C lebih tinggi ditemukan pada kelompok prediabetes dan diabetes melitus tipe 2. Dan kadar glukosa puasa, BMI, riwayat merokok, dan asupan vitamin C menjadi prediktor independen dari kadar vitamin C dalam plasma.

Berdasarkan studi-studi tersebut diketahui bahwa individu dewasa dengan riwayat merokok, prediabetes, atau diabetes melitus tipe 2, dan/atau obesitas, mempunyai kebutuhan vitamin C yang lebih besar. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meneliti apakah makan lebih banyak makanan kaya vitamin C dan/atau mengonsumsi suplemen vitamin C dapat menurunkan risiko progresivitas terhadap, dan/atau komplikasi terkait dengan, diabetes melitus tipe 2.

 


Image: Ilustrasi
Referensi:
1. Wilson R, Willis J, Gearry R, Skidmore P, Fleming E, Frampton C et al. Inadequate vitamin C status in prediabetes and type 2 diabetes mellitus: Associations with glycaemic control, obesity, and smoking. Nutrients. 2017;9(9). pii: E997. doi: 10.3390/nu9090997.
2. Isabelle Z. Study finds people with type 2 diabetes and obesity have lower vitamin C levels [Internet]. 2017 [cited 2017 Sept 26]. Available from: http://www.naturalnews.com/2017-09-26-vitamin-c-deficiency-found-to-promote-type-2-diabetes-and-obesity.html

 

Download

About CDK

Majalah CDK (Cermin Dunia Kedokteran) adalah majalah kedokteran yang telah dipublikasikan sejak tahun 1974 dan terbit setiap bulan. CDK menyajikan informasi-informasi kedokteran yang mutakhir, serta mendukung perkembangan dunia kedokteran di Indonesia. Dari tahun ke tahun, CDK terus memantapkan diri sebagai salah satu referensi ilmiah yang praktis dan terpercaya.

Saat ini CDK bekerjasama dengan PB IDI, dan PP IAI, di mana pada setiap edisi CDK terdapat artikel yang berbobot poin SKP, yaitu CME bagi dokter dan CPD bagi apoteker. Artikel yang dipublish di majalah CDK akan terindeks di google scholar.

 

Bagi sejawat sekalian yang ingin mengirimkan naskah ilmiah ke majalah CDK, baik berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, maupun laporan kasus, silahkan dapat mengirimkannya melalui email atau alamat berikut ini:

 

Redaksi CDK Gedung Kalbe III Lt. 2

Jl. Letjend. Suprato Kav. 4, Cempaka Putih – Jakarta 10510.

Telepon : 021-4208171

Fax : 021-42873685

Email : cdk.redaksi@gmail.com

Please login or register to post comments.