Chia Mengandung Omega 3
by Anonym
Monday, January 14, 2019

Chia Mengandung Omega 3

Asam lemak esensial asam linolenat (ALA/alpha linolenic acid) tersedia dalam berbagai macam biji-bijian, kacang-kacangan, dan minyak sayur, yang dapat dimetabolisme menjadi omega 3 polyunsaturated fatty acids (PUFA), termasuk eicosapentaenoic acid dan docosahexaenoic acid (DHA). Konsumsi omega 3 EPA dan DHA dari ikan dan suplemen minyak ikan bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit sindrom metabolik dan menurunkan kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan kematian mendadak serta kemungkinan terjadinya stroke. Manfaat konsumsi omega 3 ini sudah diakui oleh FDA Amerika.

Chia Seed (biji Chia) merupakan biji yang mengandung minyak atau disebut dengan oilseed yang berasal dari Meksiko dan Guatemala utara, dan mengandung 4,4 gram ALA per 25 gram sajian (57% dari total lemak). Studi pada tikus menyebutkan bahwa konsumsi biji chia dan minyak chia seed dapat bermanfaat untuk pasien dislipidemia dan lemak viseral, meningkatkan sensitivitas insulin dan toleransi glukosa serta menginduksi redistribusi lipid pada jaringan dan berhubungan dengan proteksi jantung.

Penelitian yang dilakukan secara acak tersamar ganda dengan chia seeds (25 gram) dan plasebo setiap hari selama 10 minggu pada 62 pasien overweight (IMT ≥ 25 kg/m2). Penilaian dilakukan dengan pengukuran indeks massa tubuh dan komposisi tubuh, tekanan darah. Dilakukan pula pemeriksaan profil lemak serum yang diambil dari darah pasien. Penanda inflamasi dari darah puasa, asam lemak plasma dan profil metabolik diukur mengunakan gas chromatography-mass spectometry (GC-MS).

Penelitian ini memberikan hasil bahwa terdapat peningkatan ALA (α-linolenic acid) sebesar 58% (p=0,002) dan eicosa pentanoic acid/ EPA sebesar 39% (p=0,016) pada kelompok chia. Hal ini menunjukkan bahwa biji chia mengandung omega 3 dalam bentuk ALA dan EPA. Penilaian lain seperti komposisi tubuh, inflamasi, tekanan darah, dan lipoprotein tidak memberikan perbedaan signifikan. Profil metabolik yang dihubungkan dengan inflamasi dan faktor risiko penyakit degeneratif juga tidak memberikan perubahan signifikan

Kesimpulan: Asupan 25 gram/hari chia seeds memberikan peningkatan ALA dan EPA pada wanita dengan berat badan berlebih, walaupun pengaruhnya terhadap inflamasi atau risiko penyakit lain perlu diteliti lebih lanjut. (AFY)

 

Image : Ilustrasi

Referensi:

1.Nieman DC, Gillitt N, Jin F, Henson DA, Kennerly K, Shanely RA, et al. Chia seeds supplementation and disease risk factors in overweight women: A metabolomics investigation. The Journal of Alternativ and Complementary Medicine. 2012;18(7):700-8.

2.Burdge GC. Metabolism of alpha-linolenic acid in humans. Prostaglandins Leukot Essent Fatty Acids 2006;75:161–8.

3.Sun Q, Ma J, Campos H, Rexrode KMAlbert CMMozaffarian D,  et al. Blood concentrations of individual long-chain n-3 fatty acids and risk of nonfatal myocardial infarction. Am J Clin Nutr. 2008;88:216–23.

4.Chicco AG, D’Alessandro ME, Hein GJ, et al. Dietary chia seed (Salvia hispanica L.) rich in alpha-linolenic acid improves adiposity and normalises hypertriacylglycerolaemia and insulin resistance in dyslipaemic rats. Br J Nutr. 2009;101:41–50.

5.Ayerza R Jr, Coates W. Effect of dietary alpha-linolenic fatty acid derived from chia when fed as ground seed, whole seed and oil on lipid content and fatty acid composition of rat plasma. Ann Nutr Metab. 2007;51:27–34.

Please login or register to post comments.