Detail Article
Kewaspadaan Terhadap Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya
Redaksi
Apr 29
Share this article
2194d5a016a73b9ec9372050a0d9c6f5.jpg
Updated 29/Apr/2022 .

Berdasarkan Surat Edaran Nomor: HK.02.02/C/2515/2022 yang diunggah secara online dalam www.infeksiemerging.kemkes.go.id baru-baru ini. Kementrian Kesehatan menyampaikan himbauan terkait "Kewaspadaan Terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut Yang Tidak Diketahui Etiologinya".




Dalam himbauannya Kemenkes menyebutkan bahwa, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (acute hepatitis of unknown aetiology) pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah. Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO pada tanggal 15 April 2022, jumlah laporan terus bertambah. Per 21 April 2022, tercatat 169 kasus yang dilaporkan di 12 negara yaitu Inggris (114), Spanyol (13), Israel (12), Amerika Serikat (9), Denmark (6), Irlandia (<5), Belanda (4), Italia (4), Norwegia (2), Perancis (2), Romania (1) dan Belgia (1).


Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun. Tujuh belas anak di antaranya (10%) memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal. Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.


Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut. Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41. SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.


Surat Edaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan Pemerintah Daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) Kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.



Gambar: Ilustrasi (sumber: https://www.ucsfbenioffchildrens.org/medical-tests/hepatitis-virus-panel)

Referensi:

Kementerian Kesehatan. Surat Edaran tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (acute hepatitis of unknown aetiology) [Internet]. 2022 Apr 28 [cited 2022 APr 29]. Available from: https://infeksiemerging.kemkes.go.id/document/se-dirjen-p2p-no-hk-02-02-c-2515-2022-tentang-kewaspadaan-terhadap-penemuan-kasus-hepatitis-akut-yang-tidak-diketahui-etiologinya/view

Share this article
Related Articles
Pemberian Cidofovir untuk Infeksi Adenovirus pada Anak, Ini Studinya
dr. Josephine Herwita | 11 Mei 2022
Ranolazine Menurunkan ALT dan AST pada Pasien PJK dengan NAFLD
dr. Lyon Clement | 31 Mar 2022
BCAA Meningkatkan Indeks Otot Rangka dan Lingkar Lengan Pasien Sarkopenia Sirosis
dr. Dedyanto Henky Saputra | 18 Mar 2022
Penggunaan Entecavir dan Tenovofir terhadap Fungsi Ginjal dan Densitas Massa Tulang, Ini Perbandingannya
dr. Josephine Herwita Atepela | 10 Feb 2022
Vitamin E pada Pasien NAFLD, Apa Perannya?
dr. Josephine Herwita | 09 Sep 2021
Efikasi Fenofibrat sebagai Terapi Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)
dr. Della Sulamita | 04 Jun 2021
Efek Calcitriol vs Vitamin D3 terhadap Resistensi Insulin pada pasien NAFLD
dr. Esther Kristiningrum | 01 Apr 2021
Terapi Hepatitis B Kronik, Entecavir dan Tenofovir, Bagaimana Perbandingan Efektivitasnya?
dr. Josephine Herwita Atepela | 23 Mar 2021