Detail Article
Postingan Instagram Untuk Monitoring Demam Berdarah di Indonesia
dr. Kupiya
Des 10
Share this article
c2bceec7b31af89217fe3bf8c884c7ed.jpg
Updated 23/Des/2021 .

Demam Berdarah Dengue (DBD), suatu sindrom kebocoran kapiler akut yang disebabkan oleh virus dengue, merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Beberapa KLB DBD besar telah terjadi, dan angka kejadiannya meningkat dari tahun ke tahun.


Meningkatnya penggunaan media sosial untuk kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan dan geolokasi data media sosial dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan sistem pengawasan saat ini untuk mengendalikan penyakit menular, termasuk DBD. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh Ira Puspitasari dari Information System Study Program, Faculty of Science and Technology, Universitas Airlangga, Surabaya, yang telah dipublikasikan dalam AIP Conference Proceedings, tahun 2021 baru-baru ini.



Penelitian ini mengeksplorasi Instagram, salah satu media sosial terpopuler di Indonesia, untuk menganalisis postingan tentang DBD terhadap peningkatan sistem surveilans. Kami mengekstrak postingan Instagram tahun 2017 - 2018 dengan geolocation dan date-time value, yang mengandung satu atau lebih kata kunci DBD dalam bahasa Indonesia (yaitu, demam berdarah, demam berdarah, dengue, Aides aegypti, dan fogging), sehingga menghasilkan 665 postingan di Instagram. dataset 2017 dan 976 di dataset 2018.


Praproses dataset meliputi tokenization, normalisasi kata, stop word removal, stemming, dan membangun term-document matrix. Dataset pelatihan diberi label menjadi berita, pendidikan dan informasi, dan kelas lainnya, dan K-Negeri Terdekat (KNN) diterapkan untuk mengklasifikasikan posko DBD. Akurasi pengklasifikasi KNN adalah 71% untuk dataset 2017 dan 77% untuk dataset 2018. Untuk penyebarannya, kami melakukan analisis spasial dan membandingkan hasilnya dengan kasus DBD aktual dari Kementerian Kesehatan RI. Hasil analisis spasial melaporkan bahwa 17 provinsi mengungkapkan perubahan serupa antara jumlah posting DBD di Instagram dan jumlah kasus aktual dari 2017 hingga 2018, sementara 17 provinsi lainnya mengungkapkan perubahan yang berlawanan.


Hasil dan temuan penelitian ini menunjukkan bahwa postingan Instagram dapat berkontribusi untuk meningkatkan sistem pengawasan saat ini. Misalnya, frekuensi posting Instagram dan peningkatannya yang tajam dapat menunjukkan kejadian yang tidak biasa tentang situasi DBD di provinsi tertentu. 



Gambar: Ilustrasi (sumber: https://fastwork.id/blog/instagram-untuk-bisnis/)

Referensi: Ira Puspitasari, Rohiim Ariful1, and Barry Nuqoba. Public health on social media: Using Instagram posts for investigating dengue hemorrhagic fever in Indonesia. AIP Conference Proceedings 2329, 050004 (2021); https://doi.org/10.1063/5.0042267. Internet [Cited 23/11/2021]. Available from: https://aip.scitation.org/doi/abs/10.1063/5.0042267


Share this article
Related Articles
COVID-19, Varian Omicron Masuk Kategori "Variant of Concern"
dr. Kupiya | 30 Nov 2021