Detail Article
KALBE Dukung Hilirisasi Penelitian: Nutrigenomik dan Probiotik
Super Admin
Feb 24
Share this article
daf1314b979e29360bf8f5f83908bf88.jpeg
Updated 25/Feb/2021 .

Jakarta, 24 Februari 2021 – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menyelenggarakan diskusi ilmiah kedua sebagai rangkaian sosialisasi program Ristek/BRIN Kalbe Science Awards 2021 (RKSA). 

Diskusi ilmiah diselenggarakan secara online dengan menghadirkan narasumber pertama, yaitu dr. Ida Gunawan, M.S.,Sp.GK(K), Clinical Nutritionistc di RS Pondok Indah Puri Indah - RS Hermina Daan Mogot serta Pengajar Prodi S-2 & PPDS Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan topik Aplikasi Hasil Nutrigenomik di Masa Pandemi. Narasumber kedua, Dr. Jin-zhong Xiao, Director of Next Generation Science Institute, Morinaga Milk Industry Co., Ltd dengan topik The Effect of Probiotics in Strengthening Immune Activity and Protecting from Infection. Program RKSA 2021 merupakan program pemberian dana penelitian bagi para peneliti di Indonesia dengan tema kesehatan, farmasi, pangan fungsional, teknologi informasi atau life science.

 

“Kalbe berkomitmen pada pengembangan dunia penelitian di bidang kesehatan dengan mengambil peran untuk memastikan kebermanfaatan hasil penelitian bagi masyarakat melalui program RKSA,” ujar Bpk. Pre Agusta, Direktur R&D Pharma PT Kalbe Farma Tbk sekaligus Penasihat RKSA 2021. “Harapan kami melalui RKSA ini dapat meningkatkan kontribusi RISTEK/BRIN dan Kalbe dalam hilirisasi penelitian bidang Kesehatan khususnya life science, dengan memperkuat kolaborasi antara Akademisi, Industri, dan Pemerintah dalam bidang Kesehatan,” lanjut Bpk. Pre.

 

dr. Ida Gunawan, M.S., Sp.GK(K) mengatakan bahwa sekitar 80% mereka yang terinfeksi COVID-19 memberikan gejala ringan dan respons gejala yang berbeda tergantung dari variabel epidemiologis (intensitas, durasi dan virulensi virus) dan variabel host (kondisi kesehatan saat paparan, komorbid, kerentanan genetik). Kerentangan genetik merupakan variasi genetik yang dapat memberikan respons berbeda pada kesehatan tiap individu dan diperlukan personalized health management (managemen kesehatan personal). Salah satunya dilakukan melalui penelitian di bidang nutrigenomik (yang melihat kaitan gen, nutrisi, dan kesehatan), sehingga dapat diperoleh berbagai informasi risiko terhadap berbagai isu kesehatan (seperti risiko peningkatan IL6, risiko penyakit komorbid, dll) yang dapat dilakukan intervensi melalui perbaikan gaya hidup antara lain dengan memilih nutrisi yang sesuai dengan variasi gen yang dimiliki untuk meningkatkan imunitas.

 

Selanjutnya, Dr. Jin-zhong Xiao - Director of Next Generation Science Institute, Morinaga Milk Industry Co., Ltd. menambahkan bahwa Probiotik atau bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan khususnya saluran pencernaan bertujuan untuk memperkuat imunitas tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi. Probiotik sendiri bekerja menjangkau usus besar dalam keadaan hidup yang berfungsi untuk memperbaiki usus, mencegah infeksi dan memelihara kesehatan, serta mengatur keseimbangan biologis. Bakteri probiotik yang paling dominan dan menguntungkan adalah bifidobacteria.

 

apt. Seimtiarti Wijaya, S.Si, M.M selaku Ketua RKSA 2021 juga menyampaikan bahwa Program RKSA 2021 dibagi menjadi 3 kategori kelompok sesuai dengan bidang Kesehatan di Indonesia, yaitu kategori 1 terdiri dari Farma, Biofarma, Cell and Gene Therapy; kategori 2 terdiri dari E-health, Alat Kesehatan, Diagnostik, dan kategori 3 Makanan dan Minuman Kesehatan, Produk Bahan Alam. Selain itu, ada perhatian khusus pada penelitian yang terkait dengan COVID-19. “Kami menyiapkan total dana maksimal Rp 1,5 M untuk 3 proposal penelitian yang terpilih, dengan durasi penelitian diutamakan selama 12 bulan hingga maksimal 18 bulan. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan secara berkala sesuai milestone pada proposal oleh dewan juri yang ditunjuk serta unit bisnis Kalbe yang akan yang terkait,” lanjut Seimtiarti. 

 

Proses penyelenggaraan RKSA 2021 akan melalui beberapa tahap, yakni tahap penerimaan proposal penelitian Januari – April 2021, kemudian masa penilaian proposal Mei – Juni 2021. Tahap berikutnya adalah presentasi proposal penelitian terpilih pada Agustus 2021, dan pengumuman proposal penelitian yang akan menerima dana penelitian pada September 2021. Kemudian selama setahun penelitian akan melalui proses monitoring dan evaluasi oleh dewan juri RKSA 2021.

 

Adapun dewan juri RKSA 2021 terdiri dari Prof. Dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK (Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman), Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU (Ketua Dewan Riset Nasional), Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa, M.App.SC. (Senior Advisor BPPT), Dr. Lucia Rizka Andalusia, Apt,. M. Pharm, MARS, (Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan), dr. Sandy Qlintang (Direktur Stem Cell and Cancer Institute & Pharma Metric Labs PT Kalbe Farma Tbk), dan juri kehormatan dari Kementerian Ristek/BRIN dan Pendiri PT Kalbe Farma Tbk Dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D.

 

Informasi dan pendaftaran peserta program RKSA 2021 dapat dilihat di: www.kalbe-rksa.com.

 

Sekilas tentang Kalbe

PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep); divisi produk kesehatan yang menangani obat bebas (Promag, Mixagrip, Komix, Woods, Fatigon, dll), multivitamin (Fatigon, H2, XonCe, Hevit-C, JossC1000 dll), dan minuman supplemen dan siap saji (Hydro Coco, Extra Joss), divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, Zee, dll); dan divisi distribusi. Kalbe kini memiliki lebih dari 40 anak perusahaan and 16 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan sekitar 16.000 karyawan, yang tersebar di 76 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX:KLBF).


Sumber: Corporate Communication PT Kalbe Farma Tbk.

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Grand Kalbe Academia 2019 "Cardio Cerebro Vascular"
Dokter Kalbemed | 22 Jan 2019
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019