Detail Article
Suplementasi Vitamin B12 Selama Kehamilan dan Menyusui Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Ekspresif pada Anak
dr. Lyon Clement
Mar 06
Share this article
8c45e58a3fe1e39f8219bd075490c186.jpg
Updated 10/Mar/2023 .

Vitamin B12 merupakan mikronutrien yang penting untuk perkembangan otak selama awal kehidupan. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa defisiensi vitamin B12 berhubungan dengan perkembangan fungsi kognitif yang buruk pada anak. 

Suatu uji klinik mengevaluasi peran suplementasi vitamin B12 sejak awal kehamilan hingga 6 minggu pasca-persalinan. Studi kemudian dilanjutkan untuk menilai fungsi kognitif pada anak di usia 9 bulan. Pada usia 9 bulan, tidak ada manfaat suplementasi vitamin B12 yang signifikan terhadap fungsi kognitif, namun kadar homosistein darah total yang lebih tinggi pada trimester kedua kehamilan berbanding terbalik dengan kemampuan berbahasa, dan pada trimester ketiga berbanding terbalik dengan kemampuan berbahasa dan motorik halus. Studi ini merupakan studi follow-up dari anak dalam studi kohort yang sama untuk mengevaluasi efek suplementasi vitamin B12 maternal terhadap fungsi kognitif pada anak usia 30 bulan, dan apakah efek dari kadar konsentrasi homosistein selama kehamilan memiliki dampak negatif yang persisten hingga masa kanak-kanak awal.

 

Pada studi ini, ibu dan anaknya yang diikutsertakan dalam uji klinik suplementasi vitamin B12 hingga 6 minggu postpartum sebelumnya diamati lebih lanjut pada studi follow-up ini. Kriteria inklusi awal uji klinik tersebut adalah ibu hamil berusia ≥18 tahun yang telah datang untuk pemeriksaan kehamilan pada usia gestasi ≤14 minggu berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT). Kriteria eksklusinya antara lain kehamilan multipel, kondisi medis kronis seperti DM, hipertensi, penyakit jantung atau tiroid, pasien yang diperkirakan akan migrasi keluar dari area studi, pasien dengan infeksi hepatitis B, HIV, atau sifilis, dan pasien yang telah mengonsumsi vitamin harian selain asam folat dan besi. Kemudian yang memenuhi kriteria kemudian dialokasikan secara acak untuk mendapatkan vitamin B12 1x50 μg per oral atau plasebo yang identik.

Penilaian fungsi kognitif dinilai menggunakan instrumen The Bayley Scales of Infant Development, 3rd edition (BSID-III) yang dilakukan pada usia anak 30 bulan ± 2 minggu. BSID-III menilai status perkembangan anak hingga usia 42 bulan. Skala penilaian mencakup 5 aspek: kognitif, bahasa (reseptif dan ekspresif), motorik (halus dan kasar), sosial-emosional, dan adaptif (konseptual, sosial, praktikal). Aspek sosial-emosional dan adaptif tidak dinilai karena tidak sesuai dengan budaya setempat. Fungsi kognitif ini sebelumnya telah dinilai pada usia anak 9 bulan.

Aspek lingkungan rumah dinilai menggunakan Bradley’s home inventory for infants/toddlers pada 1 tahun postpartum. Skala penilaian ini mencakup perilaku orangtua dalam 6 aspek (responsivitas, penerimaan, organisasi, materi pembelajaran, keterlibatan orangtua, dan variasi stimulus di rumah).

 

Hasilnya, dari 366 wanita yang diikutsertakan dalam uji klinik awal, data dari 218 anak tersedia untuk hasil BSID-III pada usia anak 30 bulan. Kedua kelompok terapi memiliki karakteristik demografi dan biokimia yang serupa, dengan pengecualian status vitamin B12 saat baseline, di mana jumlah wanita yang mengalami defisiensi vitamin B12 lebih tinggi pada kelompok plasebo (N=61, 58,6%) dibandingkan kelompok intervensi (N=44, 38,6%).

Skor kemampuan berbahasa ekspresif lebih tinggi pada anak yang lahir dari wanita di kelompok yang mendapatkan suplementasi vitamin B12 dibandingkan plasebo (36,01 vs. 34,78; p=0,03) pada 30 bulan. Efek ini juga diamati pada analisis regresi linear setelah menyesuaikan kadar status B12 baseline. Skor pada keempat sub-aspek lainnya sebanding antara anak yang lahir dari wanita di kelompok yang mendapatkan suplementasi vitamin B12 dibandingkan plasebo. Pada analsiis multivariat, konsentrasi homosistein yang tinggi pada ibu hamil di trimester kedua berbanding terbalik dengan kemampuan berbahasa ekspresif (p=0,001) dan motorik kasar (p=0,001). Konsentrasi homosistein yang tinggi pada trimester ketiga juga berbanding terbalik dengan kemampuan berbahasa ekspresif (p=0,006) dan motorik kasar (p<0,000). Baik peningkatan konsentrasi homosistein plasma yang tinggi pada trimester kedua dan ketiga tetap berbanding terbalik dengan kemampuan berbahasa ekspresif dan motorik kasar pada anak usia 30 bulan.

 

Kesimpulan:

·  Suplementasi vitamin B12 maternal hingga 6 minggu postpartum berhubungan dengan peningkatan kemampuan berbahasa ekspresif pada anak usia 30 bulan.

·  Peningkatan kadar homosistein maternal berbanding terbalik dengan kemampuan berbahasa ekspresif dan motorik kasar anak.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: jcomp - Freepik)

Referensi:

Thomas S, Thomas T, Bosch RJ, Ramthal A, Bellinger DC, Kurpad AV, et al. Effect of maternal vitamin B12 supplementation on cognitive outcomes in South Indian children: A randomized controlled trial. Matern Child Health J. 2019; 23: 155-63.

Share this article
Related Articles
Suplemen Sinbiotik Memperbaiki Status Nutrisi Anak Stunting di Indonesia
dr. Josephine Herwita | 16 Mar 2023
Kombinasi Proton Pump Inhibitor dan Domperidone Aman dan Efektif untuk Pengobatan GERD Anak dan Dewasa
dr. Josephine Herwita | 26 Jan 2023
Polyethylene glycol Berbeda dengan Ethylene glycol yang Diduga Menyebabkan Gagal Ginjal Akut pada Anak
dr. Josephine Herwita | 20 Okt 2022
Ketamine Berpotensi Memberikan Manfaat untuk Kondisi Langka Terkait Autisme
dr. Kupiya | 14 Sep 2022
Potensi Citicoline sebagai Terapi Neuroprotektif yang Menjanjikan pada Anak Pasca-henti Jantung
dr. Allen | 04 Jul 2022
Seputar HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease)
dr. Johan Indra Lukita | 20 Jun 2022
PEG-3350 vs Magnesium Hidroksida untuk Konstipasi Bayi dan Anak
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 16 Jun 2022
Mengenal Adenovirus, Diduga Kuat Berhubungan dengan "Hepatitis Unknown Etiology"
dr. Kupiya | 12 Mei 2022
Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Prematuritas, Pertumbuhan Janin dan Infeksi Postpartum
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 13 Jan 2022
Hubungan Status Vitamin D Maternal pada Kehamilan dengan Neurodevelopment Bayi
dr. Josephine Herwita Atepela | 28 Des 2021