Curcuma longa (Kunyit), Berpotensi Memperbaiki Kontrol Asma Pada Anak Dan Remaja
Friday, February 21, 2020

Curcuma longa (Kunyit), Berpotensi Memperbaiki Kontrol Asma Pada Anak Dan Remaja

Curcuma longa (kunyit, Zingiberaceae) mengandung curcuminoid [curcumin (75-81%), dexmethoxycurcumin (15-19%0, dan bisdemethoxycurcumin (2,2-6,6%)]. Curcumin ini memiliki beberapa aktivitas biologis seperti antiinflamasi, antibakteri, antivirus, antijamur, antioksidan, penyembuhan luka, dan memberikan manfaat untuk pananganan beberapa kasus. 

Curcumin bermanfaat dalam mengontrol inflamasi dan hiperesponsivitas pada hewan coba dengan asma, bahkan dari studi klinis yang ada juga memberikan manfaat untuk penanganan kasus asma anak dan dewasa.

Studi yang melibatkan sebanyak 60 pasien dewasa dengan asma bronkial ringan hingga sedang di mana kapsul curcumin 500 mg, 2 kali sehari membantu memperbaiki obstruksi jalan napas yang dibuktikan dengan perbaikan nilai FEV1 (forced expiratory volume in 1 second) rata-rata secara bermakna. Selain itu, juga ditemukan perbaikan parameter hematologi dan tidak adanya efek samping yang bermakna secara klinis yang menunjukkan profil keamanan kapsul curcumin

Sedangkan pada anak-anak, curcumin diberikan pada anak dan remaja dengan asma persisten, pemberian serbuk akar C.longa selama 6 bulan sebagai tambahan terapi standar dapat menghasilkan kontrol penyakit yang lebih baik dibanding plasebo.

Studi tersebut merupakan studi fase II yang dilakukan secara acak, tersamar ganda, dengan kontrol plasebo. Pasien mendapat C. longa 30 mg/kg/hari atau plasebo selama 6 bulan. Semua pasien dikategorikan untuk derajat asma menurut GINA (Global Initiative for Asthma) 2016 dan uji fungsi paru.

Hasilnya menunjukkan bahwa total 34 pasien yang menyelesaikan studi. Kedua kelompok mengalami perbaikan frekuensi gejala dan pengaruhnya pada aktivitas normal, tetapi tidak ada perbedaan antara kedua kelompok. Namun, pasien yang mendapat C.longa lebih jarang bangun saat malam hari, lebih jarang menggunakan obat SABA (Short-Acting Beta-Agonist), dan kontrol penyakit yang lebih baik dibanding plasebo setelah 3 dan 6 bulan.

 


Image: Ilustrasi (https://www.hrt.org/)
Referensi:
1. Manarin G, Anderson D, Silva JME, Coppede JDS, Roxo-Junior P, Pereira AMS, et al. Curcuma longa L. ameliorates asthma control in children and adolescents: A randomized, double-blind, controlled trial. J Ethnopharmacol. 2019;238:111882. doi: 10.1016/j.jep.2019.111882. 
2. Abidi A, Gupta S, Agarwal M, Bhalla HL, Saluja M. Evaluation of efficacy of curcumin as an add-on therapy in patients of bronchial asthma. J Clin Diagn Res. 2014;8(8):HC19–24.

Please login or register to post comments.