TUMPAHAN OBAT KEMOTERAPI


Jika terjadi tumpahan obat kemoterapi:
  • Letakkan penanda di area sekitar tumpahan obat kemoterapi dan isolasi area.
  • Pakai APD: masker, penutup kepala, kacamata, baju pelindung, sarung tangan, alas kaki.
  • Jika tumpahan berupa cairan, serap tumpahan dengan bahan penyerap dari arah luar ke arah dalam. Jika tumpahan berupa serbuk, tutupi tumpahan dengan bahan penyerap kemudian dibasahi dan serap tumpahan dari arah luar ke arah dalam. Bahan penyerap kemudian dimasukkan ke dalam wadah untuk dimusnahkan.
  • Bersihkan pecahan gelas/kaca dan masukkan ke dalam wadah untuk dimusnahkan.
  • Bersihkan area 3 kali dengan larutan deterjen kemudian dengan air bersih.
  • Keringkan area tersebut.
  • Buat laporan mengenai tumpahan tersebut.

Jika terjadi kontak dengan kemoterapi secara tidak disengaja

  1. Jika terjadi kontak obat kemoterapi dengan kulit:
    • Cuci bersih segera dengan air dan sabun selama 5 menit.
  2. Jika terjadi kontak obat kemoterapi dengan mukosa:
    • Bilas menyeluruh segera dengan air bersih selama 5 menit.
  3. Jika terjadi kontak obat kemoterapi dengan mata:
    • Bilas dengan air matang/NaCl 0,9% selama 5-15 menit. Tidak dianjurkan untuk membasuh mata langsung dari keran air karena berpotensi merusak akibat tekanan pada mata. Konsultasikan ke dokter mata.
  4. Jika tertusuk jarum obat kemoterapi:
    • Keluarkan darah pada area yang tertusuk jarum. Cuci dengan air dan sabun selama 5 menit. Konsultasikan ke dokter.
  5. Jika terinhalasi obat kemoterapi:
    • Jika terdapat efek yang tidak diinginkan, pindahkan ke area yang tidak terkontaminasi/tempat dengan udara segar. Segera konsultasikan ke dokter.


Referensi:

  1. ISOPP standards of practice. Safe handling of cytotoxics. J Oncol Pharm Practice 2007;Suppl to 13:1-81.
  2. Easty AC, Coakley N, Cheng R, Cividino M, Savage P, Tozer R, et al. Safe handling of cytotoxics: Guideline recommendations. Curr Oncol. 2015;22:e27-37.