EKSTRAVASASI


Ekstravasasi adalah kondisi masuknya obat sitostatika yang bersifat vesikan / iritan ke dalam jaringan ekstravaskuler. Jika tidak ditangani dengan cepat dan benar, maka dapat mengakibatkan kehilangan fungsi dan nekrosis jaringan.



Obat vesikan adalah obat yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan jaringan parah hingga nekrosis. Oleh karena itu, ekstravasasi obat vesikan selalu dianggap kondisi darurat medis. Sedangkan obat iritan adalah obat yang dapat menyebabkan reaksi lokal yang sifatnya lebih ringan.

Contoh obat sitostatika yang bersifat vesikan dan non-vesikan dapat dilihat pada tabel berikut:

Vesikan*

Non-vesikan Iritan

Non-vesikan Non-iritan

Amsacrine

Daunorubicin

Dactinomycin

Doxorubicin (Doxorubicin)

Epirubicin (Epirubicin)

Idarubicin

Liposomal Doxorubicin

Mechlorethamine

Mitomycin – C

Mitoxantrone

Vinblastine

Vincristine (Vincristine Kalbe®)

Vindesine

Vinorelbine

Carboplatin

(Carboplatin)

Carmustine

Cisplatin (Cisplatin)

Dacarbazine

Docetaxel (Brexel®)

Etoposide

5-Fluorouracil (Curacil®/Fluorouracil)

Irinotecan

Melphalan

Methotrexate

(Methotrexate)

Mithramycin

Oxaliplatin (Rexta®)

Paclitaxel (Paxus®/Paclitaxel)

Streptozotocin

Teniposide

Asparaginase

Azathioprine

Bleomycin (Bleocin®)

Cyclophosphamide (Cyclophosphamide)

Cytosine Arabinoside

Ifosfamide

Thiotepa

Topotecan

Treosulfan

Gemcitabine (Gemcikal®)

 

 

 

*Seluruh obat vesikan hanya diberikan secara intravena.


Diagnosis ekstravasasi

  • Pasien diminta melaporkan jika terdapat perubahan sensasi, gejala, dan tanda ekstravasasi selama pemberian kemoterapi.
  • Gejala ekstravasasi yaitu: rasa tingling, perasaan terbakar, tersengat, nyeri, atau pembengkakan, kemerahan pada tempat injeksi, atau gejala akut lokal lainnya. Gejala yang muncul kemudian: lepuh, nekrosis, ulkus.
  • Tanda klinis yang perlu diperhatikan meliputi tidak terdapat blood return, adanya tahanan pada penarik syringe saat injeksi bolus, interupsi aliran infus.

EARLY RECOGNITION IS VITAL


Tata laksana ekstravasasi
Tata laksana jika terjadi ekstravasasi obat vesikan:
  1. Terapi dihentikan segera.
  2. Jelaskan kepada pasien apa yang terjadi.
  3. Gunakan syringe yang baru untuk aspirasi sebanyak mungkin cairan yang masuk.
  4. Injeksi 0,5-1 mL dexamethasone atau hydrocortisone (100 mg/mL) secara subkutan pada 6-8 titik sekitar daerah ekstravasasi.
  5. Cabut kanula.
  6. Berikan krim hydrocortisone 1% pada daerah ekstravasasi.
  7. Lakukan  kompres dingin (15-20 menit, setidaknya 4 kali sehari selama 1-2 hari). Ekstremitas kemudian diangkat untuk mengurangi pembengkakan. Jika vinca alkaloid, kompres hangat.
  8. Dokumentasi dan inspeksi secara berkala.
  9. Hubungi dokter yang bersangkutan.
  10. Berikan anti-histamin dan analgesik jika diperlukan.
  11. Jika ekstravasasi yang terjadi sifatnya berat, konsultasikan ke dokter bedah plastik. Jika diperlukan pembedahan, maka harus dilakukan sebelum terjadi nadir jumlah neutrofil (umumnya hari ke-10 hingga -14 setelah pemberian kemoterapi).

Tata laksana jika terjadi ekstravasasi obat iritan:
  1. Terapi dihentikan segera.
  2. Berikan terapi simtomatik, misalnya analgesik, krim hydrocortisone 1%.

Strategi untuk meminimalkan ekstravasasi:
  1. Site of insertion
    • Identifikasi tempat kanulasi.
    • Vena yang ukurannya besar.
    • Hindari kanulasi pada persendian, ekstremitas bawah, fossa antecubital, limfedema.
  2. Kanula
    • Hindari menggunakan butterfly needles untuk obat vesikan karena mudah terlepas.
    • Gunakan kanula fleksibel.
    • Infus jangka panjang menggunakan vena sentral.
  3. Prosedur
    • Setelah dilakukan kanulasi, periksa blood flow.
    • Periksa blood return jika diberikan secara bolus.
    • Flushing vena dengan cairan yang sesuai (misal 50-100 mL).
    • Pemantauan kanula secara berkala.
  4. Perhatikan faktor risiko dari sisi pasien seperti pasien anak, pasien dengan gangguan komunikasi, pasien dengan gangguan sensasi perifer, pasien dengan penyakit vaskuler atau diabetes, pasien yang terpajan radioterapi.

Referensi:
  1. Fidalgo JAP, Fabregat LG, Cervantes A, Margulies A, Vidall C, Roila F, et al. Management of chemotherapy extravasation: ESMO-EONS clinical practice guidelines. European Journal of Oncology Nursing 2011 doi: 10.1016/j.ejon.2012.09.004.
  2. Kreidieh FY, Moukadem HA, El Saghir NS. Overview, prevention and management of chemotherapy extravasation. World J Clin Oncol. 2016;7(1):87-97.
  3. Brady M, Chadwick G, Ferguson F, McKendrick S, Preston J, Richardson M. Guidelines for safe handling and administration of cytotoxic chemotherapy. Glasgow: NHS Greater Glasgow; 2003.
  4. Avdal EU, Aydinoglu N. Extravasations of vesicant/non-vesicant drugs and evidence – based management. International