Keamanan Untuk Petugas

Pajanan obat kemoterapi dapat terjadi melalui:

Pajanan obat kemoterapi dapat terjadi pada:

(1)    Saat pelarutan dan pencampuran (risiko yang paling besar)                                                        
(2)    Saat pemberian kemoterapi
(3)    Pemusnahan sisa obat/wadah kemoterapi
(4)    Saat tertusuk jarum obat kemoterapi
(5)    Kontak ekskreta pasien (harus menggunakan sarung tangan dalam 48 jam)



 

Oleh karena itu, petugas medis (baik apoteker ataupun perawat) harus memakai APD:

Pelarutan dan pencampuran obat kemoterapi dilakukan dalam ruangan khusus untuk pelarutan dan pencampuran dengan kriteria:

  • Hanya untuk staf khusus yang terlatih.
  • Tidak boleh ada makanan dan minuman.
  • Ruangan khusus terdiri dari:
    • Ruang persiapan: digunakan untuk administrasi dan persiapan alat kesehatan dan bahan obat (etiket, pelabelan, perhitungan dosis dan volume cairan).
    • Ruang cuci tangan dan ruang ganti pakaian: sebelum masuk ke ruang antara, petugas harus mencuci tangan, ganti pakaian kerja, dan memakai APD.
    • Ruang antara: petugas masuk ke ruang steril melalui suatu ruang antara.
    • ;Ruang steril: memenuhi syarat jumlah partikel berukuran 0,5 mikron tidak lebih dari 350.000 partikel, jumlah jasad renik tidak lebih dari 100 per meter kubik udara, suhu 18-22°C, kelembaban 35-50%, dilengkapi high efficiency particulate air (HEPA) filter, tersedia pass through box, tersedia boks untuk pengoplosan.

Transportasi Obat Kemoterapi
Obat kemoterapi yang telah disiapkan di masukkan dalam wadah kuat, tahan bocor, dan diberi label. Jika perlu disimpan dalam suhu dingin, harus memperhatikan cold chain. Petugas harus terlatih dalam menangani kebocoran.
Yang perlu diperhatikan saat distribusi:

  • Ambil wadah yang telah berisi obat yang telah disiapkan dari pass box.
  • Periksa kembali isi dan mencocokkan formulir permintaan yang telah dibuat dengan prinsip 5 BENAR serta kondisi obat-obatan yang diterima (nama obat, jumlah, tanggal kadaluarsa setelah obat direkonstitusi).
  • Beri label luar pada wadah.
  • Kirim obat-obat tersebut ke ruang perawatan dengan menggunakan troli tertutup dan tidak boleh melewati jalur yang banyak kontaminan (seperti lift barang, dll) untuk mengurangi kontaminasi.
  • Lakukan serah terima dengan petugas perawat.

Penanganan Limbah Sitostatika

  1. Gunakan APD.
  2. Untuk benda tajam seperti syringe, vial, ampul, tempat di dalam wadah yang tidak tembus benda tajam sedangkan untuk limbah lain, tempatkan dalam kantung dan diikat serta diberi label sitotoksik.
  3. Bawa limbah ke tempat pembuangan menggunakan troli tertutup.
  4. Musnahkan limbah dengan insinerator.
  5. Cuci tangan.

Referensi:

  1. Brady M, Chadwick G, Ferguson F, McKendrick S, Preston J, Richardson M. Guidelines for safe handling and administration of cytotoxic chemotherapy. Glasgow: NHS Greater Glasgow; 2003.
  2. ISOPP standards of practice. Safe handling of cytotoxics. J Oncol Pharm Practice 2007;Suppl to 13:1-81.
  3. Pedoman dasar dispensing sediaan steril. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2009.
  4. SS Kiron, M Saritha. Hazards of cytotoxic drugs. Hygeia 2009;1(1):38-43.
  5. Network guidance for safe prescribing, handling and administration of cytotoxic drugs. Merseyside & Chesire Cancer Network: NHS; 2006.
  6. Easty AC, Coakley N, Cheng R, Cividino M, Savage P, Tozer R, et al. Safe handling of cytotoxics: Guideline recommendations. Curr Oncol. 2015;22:e27-37.