Administrasi Obat:

 
ADMINISTRASI PAXUS®


PAXUS®/PACLITAXEL

Komposisi dan Bentuk Sediaan
Paclitaxel 30 mg/5 mL
Paclitaxel 100 mg/16,7 mL

 

PEDOMAN PELARUTAN

PAXUS® dilarutkan dengan NaCl 0,9% atau dextrose 5% hingga konsentrasi akhir 0,3 s/d 1,2 mg/mL

Inspeksi secara visual terhadap adanya partikel dan endapan.

PAXUS® diberikan secara infus IV (weekly: 1 jam; 3 weekly: 3 atau 24 jam)

 

Setelah dilarutkan, Paxus® stabil hingga 40 jam pada suhu kamar (± 25oC). Selama seluruh persiapan dan pemberian harus menggunakan bahan non-PVC dan saat pemberian menggunakan in-line filter dengan ukuran lubang mikro < 0,22 mikron.   

 
Contoh pelarutan PAXUS® :
Pasien dengan luas permukaan badan 1,5 m2 akan mendapat PAXUS® 175 mg/m2. Maka rentang volume pelarut yang dianjurkan dihitung dengan rumus :

Volume pelarut (mL) = dosis total (mg)/1,2 (mg/mL) HINGGA dosis total (mg)/0,3 (mg/mL)

MAKA

Volume pelarut (mL)
  • 260 mg/1,2 (mg/mL) HINGGA 260 mg/0,3 (mg/mL)
  • 216 mL HINGGA 866 mL à dipilih 500 mL


PEMBERIAN PAXUS®

Premedikasi, dosis, dan cara pemberian PAXUS®
Premedikasi dilakukan untuk mencegah atau meminimalkan terjadinya reaksi hipersensitivitas berat.
Premedikasi diberikan 30 – 60 menit sebelum pemberian paclitaxel:
- Dexamethasone 20 mg IV
- Diphenhydramine 50 mg bolus IV
- Ranitidine 50 mg atau cimetidine 300 mg IV

 
Dosis dan cara pemberian

 

Setiap minggu

Setiap 3 minggu

Dosis

80 mg/m2

175 mg/m2

Cara Pemberian

IV selama 1 jam

IV selama 3 jam

Modifikasi dosis

Dosis pada siklus berikutnya diturunkan sebesar 20% jika pasien mengalami neutropenia berat (neutrofil < 500 sel/mm3 selama 7 hari atau lebih) atau neuropati perifer berat.


REAKSI HIPERSENSITIVITAS

Jika reaksinya bersifat minor, seperti flushing atau reaksi kulit lokal, terapi dapat dilanjutkan setelah pasien mengalami perbaikan. Jika reaksinya berat yang ditandai dengan hipotensi, dispnea, andioedema dan/atau urtikaria menyeluruh, terapi paclitaxel harus dihentikan dan diberikan terapi yang agresif.
Walaupun telah diberikan premedikasi yang sesuai, sekitar 2% dari pasien mengalami reaksi hipersensitivitas yang mengancam nyawa.


Referensi:

  1. Paclitaxel [package insert]. Jakarta, Indonesia: PT Kalbe Farma Tbk; 2014.
  2. Lenz HJ. Management and preparedness for infusion and hypersensitivity reactions. The Oncologist 2007;12:601-9.
  3. Boulanger J, Boursiquot JN, Cournoyer G, Lemieux J, Masse MS, Almanric K, et al. Curr Oncol. 2014;21:e630-41.
  4. Lawrenti H. Kemoterapi golongan taxane. CDK 2013;40(10):790-4.

 

 

 

 

ADMINISTRASI BREXEL®

 
Komposisi dan Bentuk Sediaan
Vial BREXEL 20 mg 80 mg
Docetaxel 20 mg 80 mg
Vial Diluen

Ethanol anhydrous 191,1 mg 764,4 mg
Air 1,5 mL 6 mL
PERSIAPAN BREXEL®
A.    Pelarutan Pertama

Keluarkan vial BREXEL® dan vial pelarut yang tersimpan pada suhu 2-8°C dari lemari es, simpan pada suhu ruangan selama 5 menit.
  • Miringkan vial pelarut, ambil seluruh isi dari vial pelarut (1,5 mL untuk BREXEL® 20 mg dan 6 mL untuk BREXEL® 80 mg) dengan jarum membentuk sudut, lubang jarum menghadap ke bawah.
  • Masukkan pelarut ke dalam vial BREXEL® dengan jarum membentuk sudut, masukkan semua pelarut di sisi vial untuk mengurangi pembentukan buih, hingga tercapai konsentrasi 10 mg/mL.
  • Campur larutan docetaxel pertama dengan membolak-balikkan vial docetaxel sedikitnya selama 45 detik hingga tercampur merata, jangan dikocok.
  • Biarkan selama 5 menit, perhatikan apakah terlihat jernih, terdapat endapan atau partikel. Jika terdapat endapan atau partikel, tidak boleh digunakan.

Stabilitas pada pelarutan pertama adalah 8 jam pada suhu 2-8°C atau 25°C.



B.    Pelarutan Kedua
  • Ambil sejumlah yang dibutuhkan dari larutan BREXEL® (10 mg/mL) ke dalam kantong infus (non-PVC) atau botol infus (non-PVC) yang berisi pelarut NaCl 0,9% atau dextrose 5% 250 mL atau hingga konsentrasi akhir 0,3-0,75 mg/mL.
  • Lakukan pencampuran larutan infus dengan rotasi manual.
  • Sebagai produk parenteral, larutan docetaxel kembali harus diperhatikan apakah ada endapan partikel, perubahan warna. Jika terdapat endapan atau perubahan warna, tidak boleh digunakan.

Larutan infus docetaxel harus digunakan dalam waktu 4 jam (termasuk 1 jam IV). Larutan infus docetaxel stabil selama 4 jam jika disimpan pada suhu 2-8°C.



PEMBERIAN BREXEL
Premedikasi, dosis, dan cara pemberian BREXEL®
Premedikasi dilakukan untuk menurunkan tingkat keparahan reaksi hipersensitivitas dan retensi cairan.




MODIFIKASI DOSIS

Dosis diturunkan 25% pada siklus berikutnya jika mengalami neutropenia berat (neutrofil < 500 sel/mm3 selama lebih dari 7 hari), reaksi kulit hebat, demam neutropenia, stomatitis derajat 4, dan gangguan neurologi berat.

REAKSI HIPERSENSITIVITAS
Reaksi hipersensitivitas dapat terjadi dalam beberapa menit setelah infus docetaxel. Pemantauan terhadap terjadinya reaksi hipersensitivitas perlu dilakukan secara ketat terutama selama infus pertama dan kedua.
Jika reaksinya bersifat minor, seperti flushing atau reaksi kulit lokal, terapi dapat dilanjutkan setelah pasien mengalami perbaikan dengan kecepatan infus yang lebih lambat. Jika reaksinya berat yang ditandai dengan hipotensi dan/atau bronkospasme, atau ruam/eritema menyeluruh, terapi docetaxel harus dihentikan dan diberikan terapi yang agresif.
Walaupun telah diberikan premedikasi yang sesuai, sekitar 2% dari pasien mengalami reaksi hipersensitivitas yang mengancam nyawa.


Referensi:
  1. Brexel® [package insert]. Jakarta, Indonesia: PT Kalbe Farma Tbk; 2007.
  2. Ho MY, Mackey JR. Presentation and management of docetaxel-related adverse effects in patients with breast cancer. Cancer Management and Research 2014;6:253-9.

 

 

 

 

ADMINISTRASI GEMCIKAL



GEMCIKAL
Komposisi dan Bentuk Sediaan
Setiap vial mengandung:
Gemcitabine hydrochloride 200 mg
Gemcitabine hydrochloride 1.000 mg
Sediaan liofilisasi untuk injeksi.

CARA PELARUTAN
Langkah Pertama
 
Keluarkan Gemcikal dari kemasannya.

Langkah Kedua
(Pelarutan Pertama)

 
•    Masukkan 5 mL NaCl 0,9% ke dalam vial Gemcikal 200 mg dan 25 mL NaCl 0,9% ke dalam vial Gemcikal 1000 mg atau sampai konsentrasi maksimum 40 mg/mL.
•    Pelarutan dengan konsentrasi > 40 mg/mL menyebabkan gemcitabine tidak larut sempurna dan harus dihindari.

Langkah Ketiga
 
Kocok untuk melarutkan.

Langkah Keempat
•    Diamkan dan perhatikan apakah terlihat jernih, terdapat endapan atau partikel.
•    Jika berwarna keruh dan terdapat partikel atau endapan, tidak boleh digunakan.

Langkah Kelima
(Pelarutan Kedua)

 
Aspirasi larutan Gemcikal sesuai dengan dosis yang dibutuhkan.

Langkah Keenam
 
•    Masukkan ke dalam kantung atau botol infus berisi NaCl 0,9% sampai konsentrasi serendah-rendahnya 0,1 mg/mL.
•    Setelah dilarutkan, Gemcikal stabil selama 24 jam pada suhu 15-25°C.


DOSIS DAN PEMBERIAN GEMCITABINE

Kanker Payudara (kombinasi dengan paclitaxel)
Terapi lini pertama kanker payudara metastatik setelah gagal dengan kemoterapi adjuvan berbasis anthracycline, kecuali anthracycline dikontraindikasikan.


Kanker Ovarium
Kanker ovarium epitelial rekuren yang mengalami kekambuhan setelah pemberian terapi berbasis platinum.



Kanker Paru Jenis Bukan Sel Kecil (kombinasi dengan cisplatin)
Terapi lini pertama kanker paru jenis bukan sel kecil inoperable, lokal lanjut (stadium IIIA atau B) atau stadium IV.



Kanker Pankreas
Terapi lini pertama adenokarsinoma pankreas stadium lokal lanjut (stadium II atau III nonresectable) atau metastatik (stadium IV) atau terapi lini kedua setelah 5-FU.



Kanker Kandung Kemih
Terapi kanker kandung kemih stadium lanjut (tumor stadium IV invasif ke otot dengan atau tanpa metastatik).



Modifikasi Dosis
Dilakukan pemantauan trombosit, leukosit, dan granulosit sebelum setiap dosis diberikan. Dosis diturunkan atau ditunda menurut panduan berikut:


Peringatan dan Perhatian
•    Pemanjangan waktu infus dan peningkatan frekuensi dosis dapat meningkatkan toksisitasnya.
•    Dapat terjadi mielosupresi (leukopenia, trombositopenia, anemia).
•    Gemcitabine harus dihentikan jika dijumpai anemia hemolitik mikroangiopati (penurunan Hb, bersama dengan trombositopenia, peningkatan bilirubin serum, kreatinin serum, blood urea nitrogen, atau LDH).
•    Perlu dilakukan pemantauan fungsi ginjal dan hati secara berkala.

Efek Samping
Yang sering dijumpai (≥ 20%) yaitu mual dan muntah, anemia, peningkatan ALT dan AST, neutropenia, leukopenia, peningkatan alkaline phosphatase, proteinuria, demam, hematuria, ruam, trombositopenia, dispnea.

Penyimpanan dan Stabilitas
Simpan pada suhu di bawah 30°C.
Larutan gemcitabine stabil selama 24 jam pada suhu 20-25°C.
Larutan yang tersisa tidak boleh digunakan.


Referensi:
  • Gemcikal [package insert]. Jakarta, Indonesia: PT Kalbe Farma Tbk; 2013.

 

 

 


 

ADMINISTRASI REXTA®


REXTA®
Komposisi dan Bentuk Sediaan
Vial oxaliplatin 50 mg dalam bentuk serbuk lyophilized



Pedoman Pengoplosan dan Administrasi

  • Serbuk lyophilized REXTA® dilarutkan dengan water for injection atau dextrose 5% sebanyak 10 mL (menghasilkan konsentrasi 5 mg/mL). Larutan ini stabil selama 48 jam pada suhu ruang (hingga 30oC) maupun suhu dingin (2-8oC) namun harus segera digunakan (< 24 jam) karena alasan kontaminasi bakteriologis
  • Kemudian larutan REXTA® dilarutkan kembali dengan dextrose 5% 250 – 500 mL. Larutan harus segera diberikan. Larutan harus terlihat jernih. TIDAK BOLEH DILARUTKAN DENGAN LARUTAN INFUS YANG MENGANDUNG CHLORIDE (misal, NaCl, Ringer lactate)
  • Diberikan secara infus IV selama 2-6 jam
  • Dalam regimen untuk kanker kolorektal, oxaliplatin dapat diberikan bersama folinic acid menggunakan Y-tube namun dalam botol infus terpisah dan folinic acid harus dilarutkan dalam dextrose 5%.


PEMBERIAN REXTA®


Dosis oxaliplatin sebagai terapi lini pertama: 85 mg/m2 setiap 2 minggu.
Oxaliplatin tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat (bersihan kreatinin < 30 mL/menit) dan gangguan neurologi berat.


Modifikasi Dosis

Efek Samping

Modifikasi Dosis / Pemberian

Pharyngolaryngeal dysestesia

Infus diperlama menjadi 6 jam

Parastesia > 7 hari (derajat 2)

Dosis oxaliplatin dikurangi 25%

Parastesia mengganggu aktivitas sehari-hari

Terapi dihentikan

Hematologi :

§  Netrofil < 1.500 /µL atau

§  Trombosit < 50.000 /µL

Dosis oxaliplatin dikurangi 25%

Gastrointestinal (derajat 3-4)

Dosis oxaliplatin dikurangi 25%


TOKSISITAS NEUROLOGI

Untuk mencegah terjadinya faringolaringeal disestesia (toksisitas neurologi akut), pasien dianjurkan untuk menghindari pajanan terhadap suhu dingin dan konsumsi makanan atau minuman dingin selama atau dalam 48 jam setelah pemberian oxaliplatin.

Referensi:

  1. Rexta [package insert]. Jakarta, Indonesia: PT Kalbe Farma Tbk; 2007.
  2. Oxaliplatin. DBL [Internet]. 2015 [cited 2016 Jan 18]. Available from: http://www.medsafe.govt.nz/profs/datasheet/d/DBLOxaliplatininj.pdf