Cisplatin

Oleh admin kalbemed pada August 04, 2017 08:00

Apakah bahan aktif Cisplatin?
Jawab:
Cisplatin

Apa bentuk sediaan Cisplatin?
Jawab:
Cairan injeksi dalam vial (10 mg/10 mL dan 50 mg/50 mL).

Bagaimana cara kerja Cisplatin?
Jawab: Menghambat pembelahan sel kanker dengan berikatan pada DNA (tempat menyimpan materi genetik).

Untuk kondisi apa Cisplatin bisa digunakan?
Jawab:
Untuk pengobatan kanker buah pelir atau indung telur dan kanker kandung kemih, yang diberikan tunggal ataupun kombinasi dengan kemoterapi lain pada pasien yang telah menjalani pembedahan dan/atau penyinaran (radioterapi).

Bagaimana dosis dan pemberian Cisplatin?
Jawab:
Secara umum, cisplatin diberikan dengan dosis 50-120 mg/m2 setiap 3-4 minggu atau 15-20 mg/m2 per hari selama 5 hari, setiap 3-4 minggu. Cisplatin dapat diberikan secara infus jangka pendek (selama 15 menit) atau jangka panjang (selama 1-8 jam). Sebelum diberikan, harus dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal terlebih dahulu karena sangat bersifat toksik pada ginjal.

Pada kondisi apa Cisplatin tidak boleh digunakan?
Jawab:
Gangguan fungsi ginjal.
Penekanan produksi sel-sel darah dalam sumsum tulang.
Gangguan pendengaran.
Alergi terhadap cisplatin dan obat lain yang mengandung platinum.
Hamil dan menyusui.
Dehidrasi (kekurangan cairan).

Bolehkah ibu hamil dan menyusui menggunakan Cisplatin?
Jawab: 
Cisplatin tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Bolehkah pasien yang memiliki riwayat alergi (selain Cisplatin), boleh mendapat Cisplatin?
Jawab: 
Boleh diberikan Cisplatin, dengan catatan bukan obat yang termasuk golongan platinum. Konsultasikan dengan dokter Anda.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan selama penggunaan Cisplatin?
Jawab:
1.Pemeriksaan darah dilakukan sebelum Cisplatin diberikan, beberapa hari setelahnya, dan secara berkala.
2.Pemeriksaan saraf dan pendengaran perlu dilakukan sebelum Cisplatin diberikan dan secara berkala. 
3.Informasikan obat-obatan penyerta yang mungkin digunakan kepada dokter, misalnya obat-obatan yang bersifat toksik   pada ginjal atau    pendengaran (antibiotik aminoglycoside, furosemide), obat untuk epilepsi (misalnya phenytoin), obat   untuk mengencerkan darah (misalnya    warfarin), obat anti-alergi tertentu.
4.Cairan diberikan dalam jumlah besar pada pasien sebelum dan setelah terapi.
5.Pemeriksaan elektrolit (misalnya Mg, K, Ca) dilakukan sebelum terapi dan secara berkala.
6.Pasien dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi atau tidak hamil selama kemoterapi sampai sekitar 6 bulan   setelahnya.
7.Setelah menggunakan toilet, dudukan toilet ditutup dan disiram sebanyak 2 kali pada saat diberikan Cisplatin dan   sampai 48 jam setelah    kemoterapi pada setiap siklus pemberian. Pasien pria dianjurkan buang air kecil dengan cara   duduk dalam periode waktu tersebut.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Jawab:
Segera ke dokter jika mengalami demam, lemah, infeksi rongga mulut (karena kemungkinan penurunan jumlah sel darah putih yang terlalu rendah), perdarahan, lebam, mual-muntah hebat, kesemutan dan rasa tebal di tangan dan kaki yang dimulai dari ujung-ujung jari.
Pasien dan keluarga harus segera menghubungi tenaga medis jika mengalami nyeri, kemerahan, pembengkakan pada lokasi injeksi atau infus macet saat pemberian Cisplatin di rumah sakit.