Carboplatin

Oleh admin kalbemed pada August 04, 2017 07:33

Apakah bahan aktif Carboplatin?
Jawab:
Carboplatin

Apa bentuk sediaan Carboplatin?
Jawab:
Cairan injeksi dalam vial (450 mg/45 mL dan 150 mg/15 mL).

Bagaimana cara kerja Carboplatin?
Jawab: Menghambat pembelahan sel kanker dengan berikatan pada DNA (tempat menyimpan materi genetik)

Untuk kondisi apa Carboplatin bisa digunakan?
Jawab:
Untuk pengobatan kanker indung telur, kanker paru, kanker kepala leher, kanker kandung kemih, kanker leher rahim.

Bagaimana dosis dan pemberian Carboplatin?
Jawab:
Secara umum, carboplatin diberikan dengan dosis 400 mg/m2 pada pasien dengan fungsi ginjal baik. Carboplatin diberikan secara infus selama 15-60 menit. Konsentrasi carboplatin dalam darah sangat dipengaruhi oleh fungsi ginjal, maka dosis carboplatin dihitung dengan menggunakan formula Calvert. Untuk perhitungan dosis, dokter akan menyesuaikan dengan fungsi ginjal Anda.

Pada kondisi apa Carboplatin tidak boleh digunakan?
Jawab:
Alergi terhadap carboplatin dan obat lain yang mengandung platinum.
Gangguan ginjal berat.
Penekanan produksi sel-sel darah dalam sumsum tulang yang berat.
Tumor dengan perdarahan.
Hamil dan menyusui.

Bolehkah ibu hamil dan menyusui menggunakan Carboplatin?
Jawab:
Carboplatin tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Bolehkah pasien yang memiliki riwayat alergi (selain Carboplatin), boleh mendapat Carboplatin?
Jawab:
Boleh diberikan Carboplatin, dengan catatan bukan obat yang termasuk golongan platinum. Konsultasikan dengan dokter Anda.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan selama penggunaan Carboplatin?
Jawab:
1.Pemeriksaan darah dilakukan sebelum Carboplatin diberikan, beberapa hari setelahnya, dan secara berkala.
2.Pemeriksaan saraf dan pendengaran perlu dilakukan secara berkala.
3.Informasikan obat-obatan penyerta yang mungkin digunakan kepada dokter, misalnya obat-obatan yang bersifat toksik   pada ginjal atau pendengaran (antibiotik aminoglycoside, furosemide), obat untuk epilepsi (misalnya phenytoin), obat   untuk mencegah pembentukan bekuan darah (misalnya warfarin).
4.Pasien dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi atau tidak hamil selama kemoterapi sampai sekitar 6 bulan   setelahnya.
5.Setelah menggunakan toilet, dudukan toilet ditutup dan disiram sebanyak 2 kali pada saat diberikan Carboplatin dan   sampai 48 jam setelah kemoterapi pada setiap siklus pemberian. Pasien pria dianjurkan buang air kecil dengan cara   duduk dalam periode waktu tersebut.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Jawab:
Segera ke dokter jika mengalami demam, lemah, infeksi rongga mulut (karena kemungkinan penurunan jumlah sel darah putih yang terlalu rendah), perdarahan, lebam, mual-muntah hebat, kesemutan dan rasa tebal di tangan dan kaki yang dimulai dari ujung-ujung jari.
Pasien dan keluarga harus segera menghubungi tenaga medis jika mengalami nyeri, kemerahan, pembengkakan pada lokasi injeksi atau infus macet saat pemberian Carboplatin di rumah sakit.