Asam Tranexamat OGB HJ

Oleh admin kalbemed pada August 23, 2013 10:15

ASAM TRANEXAMAT OGB HJ


Komposisi:

Tranexamid acid 500 mg/5mL.


Bentuk Sediaan:

Ampul.


Farmakologi:

Aktivitas antiplasminik : menghambat aktivitas dari aktivator plasminogen dan plasmin.

Aktivitas hemostatis: mencegah degradasi fibrin, pemecahan trombosit, peningkatan kerapuhan vaskular dan pemecahan faktor koagulasi.


Indikasi:

Fibrinolisis lokal seperti : epistaksis, prostatektomi, konisasi serviks.

Edema angioneurotik herediter.

Perdarahan abnormal sesudah operasi.

Perdarahan sesudah operasi gigi pada penderita hemofilia.


Dosis:

500-1000 mg (IV) dengan injeksi lambat (1mL/menit) 3 x sehari

Perdarahan abdominal setelah operasi :

1 gram 3 x sehari  pada 3 hari pertama, kemudian dilanjutkan oral 1 gram 3-4 x sehari. Untuk mencegah perdarahan ulang dapat diberikan per oral 1 gram 3-4 kali sehari selama 7 hari.

Khusus untuk perdarahan setelah operasi gigi pada penderita hemofilia :Segera sebelum operasi : 10 mg/kg BB (IV), Setelah operasi : 25 mg/kg BB (oral) 3-4 x sehari selama 6-8 hari.


Kontraindikasi:

Penderita perdarahan subaraknoid dan penderita dengan riwayat tromboembolik.

Penderita dengan kelainan pada penglihatan warna.

Penderita yang hipersensitif terhadap asam traneksamat.


Peringatan dan Perhatian:

Bila diberikan secara intravena, dianjurkan untuk menyuntikkannya perlahan-lahan.

Hati-hati digunakan pada penderita insufisiensi ginjal karena risiko akumulasi.

Tidak diindikasikan pada hematuria yang disebabkan oleh parenkim renal, pada kondisi ini sering terjadi presipitasi fibrin dan mungkin memperburuk penyakit.

Digunakan pada wanita hamil hanya jika secara jelas diperlukan.

Hati-hati diberikan pada ibu menyusui untuk menghindari risiko pada bayi.


Efek Samping:

Gangguan-gangguan gastrointestinal : mual, muntah-muntah, anorexia, eksantema dan sakit kepala dapat timbul pada pemberian secara oral.

Dengan injeksi intravena yang cepat dapat menyebabkan pusing dan hipotensi. Untuk menghindari hal tersebut maka pemberian dapat dilakukan dengan kecepatan tidak lebih dari 1 mL/menit.