Torasic

Oleh Admin Kalbe Medical pada July 06, 2018 13:21

Apakah bahan aktif Torasic?
Jawab:
Ketorolac tromethamine 10 mg dan 30 mg

Apa bentuk sediaan Torasic?
Jawab:
Tablet 10 mg
Cairan dalam ampul 10 mg/mL dan 30 mg/mL

Bagaimana cara kerja Torasic?
Jawab:
Torasic merupakan obat anti-inflamasi non-steroid (AINS) yang berfungsi sebagai pencegah terjadinya peradangan pada tubuh sehingga mengurangi nyeri dan bengkak.

Untuk kondisi apa Torasic bisa digunakan?
Jawab:
Untuk penatalaksanaan jangka pendek terhadap nyeri akut sedang sampai berat setelah prosedur bedah.

Bagaimana dosis dan pemberian Torasic?

Jawab:
Torasic dapat diberikan secara injeksi intramuskuler (ke dalam otot) atau intravena (ke dalam pembuluh darah). Untuk penyuntikan secara intravena harus diberikan minimal 15 detik. Dosis disesuaikan dengan tingkat keparahan nyeri dan respons pasien. Dosis awal yang dianjurkan adalah 10 mg diikuti dengan 10-30 mg setiap 4-6 jam bila diperlukan. Dosis maksimal adalah 90 mg/hari.

Berapa lama penggunaan Torasic?

Jawab:
Torasic tidak boleh diberikan lebih dari 5 hari.

Pada kondisi apa Torasic tidak boleh digunakan?
Jawab:
- Jika terdapat alergi (hipersensitif) terhadap ketorolac atau AINS lain
- Jika memiliki riwayat luka pada saluran cerna
- Jika memiliki penyakit yang berkaitan dengan otak dan pembuluh darah
- Jika memiliki gangguan pada pembekuan darah
- Pasien dengan sindrom polip hidung (tumbuh daging didalam rongga hidung), bengkak di wajah (angioedema) atau penyempitan jalur napas (bronkospasme)
- Terapi bersamaan dengan AINS lain
- Kondisi kekurangan cairan/dehidrasi
- Pasien dengan gangguan ginjal derajat sedang sampai berat
- Pasien dengan riwayat asma
- Pasien pasca-operasi dengan risiko tinggi perdarahan atau hemostasis inkomplit (gangguan sistem perdarahan)
- Ibu hamil, melahirkan, ataupun menyusui
- Anak-anak <16 tahun
- Pasien yang punya riwayat sindrom Steven-Johnson atau ruam vesikulobulosa (muncul gambaran lepuh di kulit)
- Pasien yang sedang mendapat terapi obat ospentyfilline (obat untuk peradangan hati), probenecid (obat penurun asam urat), atau lithium (obat untuk pasien gangguan jiwa)

Bolehkah ibu hamil dan menyusui menggunakan Torasic?
Jawab:
Torasic tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum penggunaan Torasic?
Jawab:
- Jika memiliki riwayat darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis, penebalan pembuluh darah, gangguan sirkulasi darah, masalah ginjal dan   buang air kecil
- Jika memiliki riwayat merokok atau masih merokok
- Jika memiliki riwayat perdarahan saluran cerna, perdarahan otak.
- Jika terdapat riwayat alergi terhadap AINS dan sulfonamide dalam keluarga
- Riwayat keluarga dengan asma, polip hidung, sinusitis (radang pada rongga pernapasan) kronik

Apa saja efek samping yang dapat dijumpai dengan penyuntikan Torasic?
Jawab:
Seperti semua obat-obatan, obat ini juga bisa menimbulkan efek samping, meskipun tidak selalu terjadi secara umum, efek samping yang sering terjadi adalah:
  - Gangguan saluran cerna: diare, nyeri ulu hati, nyeri perut, mual
  - Gangguan saraf: sakit kepala, pusing, mengantuk, berkeringat
Segera hubungi dokter jika mengalami beberapa kondisi berikut:
  - Jika mengalami demam, menggigil, nyeri otot, atau gejala seperti flu lain terutama jika gejala ini muncul sebelum munculnya ruam kemerahan di kulit karena hal ini adalah tanda-tanda awal terjadinya reaksi alergi terhadap Torasic.