Paloxi

Oleh Martinova Sari Panggabean pada June 08, 2018 18:13

Apakah bahan aktif Paloxi?
Jawab:
Palonosetron.

Apa bentuk sediaan Paloxi?
Jawab:
Vial 5 mL mengandung 0,25 mg palonosetron, berbentuk cairan warna jernih.

Untuk kondisi apa Paloxi bisa digunakan?
Jawab:
Paloxi digunakan untuk mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian obat kemoterapi.

Bagaimana cara kerja Paloxi?
Jawab:
Serotonin merupakan senyawa yang berperan mencetuskan mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi. Serotonin akan berikatan dengan reseptor serotonin tipe 3 (dikenal dengan reseptor 5-HT3) di mana dengan terikatnya serotonin dengan reseptor tersebut akan mengirimkan rangsangan mual dan muntah pada otak sehingga menstimulasi gejala mual dan muntah pada pasien. Pemberian Paloxi akan menghalangi ikatan antara serotonin dengan reseptor 5-HT3 sehingga mual dan muntah tidak terjadi.

Bagaimana dosis Paloxi?

Jawab:
Secara umum dosisnya pada dewasa adalah 0,25 mg (1 vial) disuntikkan secara intravena (ke dalam pembuluh darah) perlahan selama 30 detik sekitar 30 menit sebelum kemoterapi dimulai.

Pada kondisi apa Paloxi tidak boleh digunakan?
Jawab:
Pasien yang alergi terhadap obat ini.

Apakah pasien dengan gangguan fungsi ginjal boleh diberikan Paloxi?
Jawab:
Palonosetron relatif aman diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal sehingga tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Apakah pasien dengan gangguan fungsi hati boleh diberikan Paloxi?
Jawab:
Palonosetron relatif aman diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi hati sehingga tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Bolehkah ibu hamil menggunakan Paloxi ?
Jawab:
Paloxi tidak boleh diberikan pada ibu hamil sebab keamanan Paloxi untuk ibu hamil belum diketahui.

Bolehkah ibu menyusui menggunakan Paloxi ?
Jawab:
Paloxi tidak boleh diberikan pada ibu menyusui sebab belum diketahui apakah Paloxi dikeluarkan dalam ASI.

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan Paloxi?
Jawab:
Efek samping dapat berupa nyeri kepala, pusing, konstipasi, dan diare. Konsultasikan dengan dokter Anda, apabila Anda mengalami efek samping ini.

Apa saya yang perlu menjadi perhatian dan peringatan pada pemberian Paloxi?
Jawab:
- Riwayat konstipasi atau terdapat gejala obstruksi usus (penyumbatan pada usus)
- Pen
gulangan dosis dengan interval 7 hari tidak direkomendasikan.
- Pasien dengan riwayat gangguan jantung.
- Pasien yang mengkonsumsi obat-obatan yang menyebabkan perubahan irama jantung.
- Hati-hati dalam mengendarai dan mengoperasikan mesin setelah Paloxi diberikan. 

Bagaimana penyimpanan
Paloxi?
Jawab:
Paloxi disimpan pada suhu < 30˚C, jauhkan dari pajanan sinar matahari secara langsung, dan disimpan dalam kemasannya.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Jawab: 
Segera ke dokter jika setelah suntikan muncul ruam pada kulit, gatal/bengkak (terutama pada wajah, lidah, dan tenggorokan), rasa pening yang berat, dan kesulitan bernapas atau jika mengalami kondisi apapun yang membuat tidak nyaman.