Cyclophosphamide Kalbe

Oleh nugroho nitiyoso pada June 03, 2018 10:56

Apakah bahan aktif Cyclophosphamide?
Jawab:
Cyclophosphamide

Apa bentuk sediaan Cyclophosphamide?
Jawab:
Vial mengandung serbuk liofilisasi 200 mg dan 1000 mg untuk injeksi.

Untuk kondisi apa Cyclophosphamide bisa digunakan?
Jawab:
Cyclophosphamide dapat digunakan untuk kanker payudara, kanker paru, kanker indung telur, kanker pada sel-sel yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh, antara lain: limfogranulomatosis, limfosarkoma, sarkoma sel retikulum, leukemia, multipel mieloma.

Bagaimana cara kerja Cyclophosphamide?
Jawab:
Cyclophosphamide bekerja dengan cara berikatan dengan materi genetik di inti sel sehingga menghambat pembelahan sel.

Bagaimana dosis dan cara pemberian Cyclophosphamide?
Jawab:
Dosis Cyclophosphamide adalah berkisar antara 80-1.600 mg/m2. Dosis sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien dan anjuran dari dokter.

Pada kondisi apa Cyclophosphamide tidak boleh digunakan?
Jawab:
Cyclophosphamide tidak boleh digunakan pada: 1. Pasien dengan gangguan pada sumsum tulang. 2. pasien dengan kencing berdarah akibat penggunaan obat kerusakan pada sel-sel dalam kandung kemih. 3. Wanita hamil dan menyusui 4. Pasien yang alergi terhadap Cyclophosphamide. Konsultasikan dengan dokter Anda apabila Anda mengalami kondisi-kondisi di atas.

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan Cyclophosphamide?
Jawab:
Beberapa efek samping yang mungkin dialami apabila menggunakan Cyclophosphamide antara lain kencing berdarah akibat kerusakan pada sel-sel dalam kandung kemih, kebotakan, mual muntah, penekanan pada sumsum tulang, gangguan kesuburan, gangguan menstruasi, gangguan fungsi hati, kulit menjadi lebih gelap, sariawan. Konsultasikan dengan dokter Anda, apabila Anda mengalami efek samping ini.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan bila menggunakan Cyclophosphamide?
Jawab:
1. Hati-hati apabila menggunakan Cyclophosphamide pada pasien yang:
• Penurunan jumlah sel-sel darah putih. Pasien mungkin mengalami demam, lemah, infeksi, pada rongga mulut, dsb
• Penurunan jumlah keping darah. Pasien mungkin mengalami perdarahan, lebam.
• Penyusupan sel-sel tumor pada sumsum tulang.
• Riwayat mendapat radioterapi.
• Riwayat pengobatan dengan obat anti-kanker
• Gangguan fungsi hati
• Gangguan fungsi ginjal

2. Cyclophosphamide dapat mengakibatkan gangguan kesuburan apabila digunakan pada anak-anak.
3. Cairan yang adekuat diberikan pada pasien sebelum dan sesudah pemberian cyclophosphamide.
4. Pemeriksaan darah dilakukan sebelum cyclophosphamide diberikan, beberapa hari setelahnya, dan secara berkala.
5. Pasien dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi atau tidak hamil selama kemoterapi sampai sekitar 6 bulan setelahnya.
6. Setelah menggunakan toilet, dudukan toilet ditutup dan disiram sebanyak 2 kali pada saat diberikan cyclophosphamide dan sampai 48 jam setelah kemoterapi pada setiap siklus pemberian. Pasien pria dianjurkan buang air kecil dengan cara duduk dalam periode waktu tersebut.

Konsultasikan dengan dokter Anda apabila Anda mengalami kondisi-kondisi di atas.

Bagaimana penyimpanan Cyclophosphamide?
Jawab:
Cyclophosphamide sebaiknya disimpan pada suhu ruang (di bawah 25oC). Simpan dalam kemasan, hindari pajanan sinar matahari secara langsung & jauhkan dari jangkauan anak.

Pada kondisi apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Jawab:
Segera ke dokter jika mengalami demam, lemah, infeksi rongga mulut (karena kemungkinan penurunan jumlah sel darah putih yang terlalu rendah), perdarahan, lebam, mual muntah hebat, gangguan dalam berkemih.

Pasien dan keluarga harus segera menghubungi tenaga medis jika mengalami nyeri, kemerahan, pembengkakan pada lokasi injeksi, atau infus macet saat pemberian cyclophosphamide di rumah sakit.