Mikasin

Oleh Johan Indra Lukito pada April 06, 2018 15:54

Apakah bahan aktif Mikasin?
Jawab:
Amikacin

Apa bentuk sediaan Mikasin?
Jawab:
Vial 250 mg dan 500 mg

Untuk kondisi apa Mikasin bisa digunakan?
Jawab:
Pada orang dewasa Mikasin bisa digunakan untuk pengobatan infeksi paru, saluran kemih, jaringan lunak, infeksi pada luka bakar, infeksi di dalam rongga perut, organ reproduksi wanita, infeksi di dalam darah, infeksi selaput otak, dan infeksi yang terjadi setelah pembedahan yang disebabkan oleh bakteri yang rentan.

Bagaimana dosis Mikasin?
Jawab:
Dosis dan lama pengobatan ditetapkan dokter bergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi dan kondisi pasien.

Penderita tanpa gangguan fungsi ginjal:
Dewasa, anak-anak dan bayi : 15 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam 2 atau 3 dosis yang sama, pemberian dengan interval yang sama (7,5 mg/kg bb setiap 12 jam atau 5 mg/kg bb setiap 8 jam).

Untuk bayi yang baru lahir dosis awal diberikan 10 mg/kg bb, selanjutnya 7,5 mg/kg bb tiap 12 jam.

Total dosis per hari tidak boleh melebihi 15 mg/kg bb/hari. Lamanya pengobatan 7 – 8 hari.

Jika lamanya pengobatan melebihi 10 hari, maka pemakaian Mikasin harus dievaluasi kembali dan bila akan dilanjutkan, maka fungsi ginjal dan pendengaran harus dimonitor setiap hari.

Pada kondisi apa Mikasin tidak boleh digunakan?
Jawab:
Mikasin tidak boleh digunakan oleh pasien yang memiliki hipersensitivitas (alergi) terhadap amikacin dan antibiotik golongan aminoglycoside lainnya.

Apa yang harus diperhatikan bila menggunakan Mikasin?
Jawab:
Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan/atau hati, anak, ibu hamil, dan menyusui, penggunaannya perlu pertimbangan dokter Anda

Informasikan ke dokter Anda apabila Anda memiliki riwayat mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap meropenem atau antibiotik beta-lactam lainnya,

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan Mikasin?
Jawab:
Efek samping dapat berupa gangguan pendengaran, pusing, gangguan fungsi ginjal , mual, muntah, sakit kepala, ruam / kemerahan pada kulit.