Tamofen

Oleh nugroho nitiyoso pada March 05, 2018 14:13

Apakah bahan aktif Tamofen?
Jawab:
Tamoxifen

Apa bentuk sediaan Tamofen?
Jawab:
Tablet salut selaput 10 mg

Untuk kondisi apa Tamofen bisa digunakan?
Jawab:
Tamofen dapat digunakan untuk kanker payudara dengan reseptor estrogen positif. Sebelum diberikan Tamofen, dokter akan melakukan pemeriksaan reseptor hormon terlebih dahulu. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan reseptor estrogen positif, maka dapat diberikan Tamofen.

Bagaimana cara kerja Tamofen?
Jawab:
Tamofen bekerja dengan cara berkompetisi dengan estrogen untuk menempati reseptor estrogen yang melekat pada sel kanker payudara sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Estrogen dikatakan berperan dalam pertumbuhan sel kanker payudara.

Bagaimana dosis dan cara pemberian Tamofen?
Jawab:
Dosis Tamofen adalah 20 – 40 mg per hari. Hindari kontak langsung dengan kulit, gunakan sarung tangan dan sendok plastik untuk meminum obat. Tamoxifen dapat diberikan selama 5 tahun dan dapat dilanjutkan sampai 10 tahun atas instruksi dokter.

Pada kondisi apa Tamofen tidak boleh digunakan?
Jawab:
Tamofen tidak boleh digunakan pada: 1. Pasien yang alergi terhadap Tamofen. 2. Wanita hamil atau menyusui. 3. Pasien dengan riwayat mengalami gangguan pembekuan darah atau riwayat dalam keluarga dengan gangguan pembekuan darah.

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan Tamofen?
Jawab:
Beberapa efek samping yang mungkin dialami apabila menggunakan Tamofen antara lain hot flushes (kemerahan pada kulit dan terasa panas karena pelebaran pembuluh darah), keluar cairan dari vagina, mual-muntah, ruam, gatal pada kemaluan, kekeringan kulit.
Konsultasikan dengan dokter Anda, apabila Anda mengalami efek samping ini.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan bila menggunakan Tamofen?
Jawab:
• Sebaiknya hati-hati menggunakan Tamofen pada pasien dengan kanker yang mengalami metastasis (penyebaran) kanker di tulang, karena ada risiko hiperkalsemia (kadar kalsium darah yang melebihi batas nilai normal).
• Lakukan pemeriksaan pada rahim setiap sekitar 1 tahun sekali karena adanya risiko kanker pada jaringan rahim.
• Informasikan pada dokter Anda jika Anda juga sedang mendapatkan terapi obat pengencer darah (misalnya warfarin), obat TB (misalnya rifampicin), antidepresan (misalnya fluoxetine, paroxetine).
• Pasien tidak dianjurkan untuk hamil selama terapi dengan Tamofen sampai 2 bulan setelah menyelesaikan terapi. Pasien dianjurkan untuk menggunakan alat kontrasepsi selama terapi.
• Pasien tidak boleh menghentikan terapi tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana penyimpanan Tamofen?
Jawab:
Tamofen sebaiknya disimpan pada suhu ruang (di bawah 30oC). Simpan dalam kemasan, hindari pajanan sinar matahari secara langsung, jauhkan dari jangkauan & pandangan anak.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Segera hubungi dokter jika mengalami nyeri dada, rasa baal, kelemahan anggota gerak, gangguan menstruasi, predarahan dari vagina yang tidak lazim, atau muncul benjolan baru pada payudara.

Apa yang harus dilakukan jika lupa meminum Tamofen?
Segera minum setelah ingat. Jika sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya, obat tidak diminum. Obat diminum pada jadwal berikutnya. Tidak boleh menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewati. Hubungi dokter Anda.