Merofen

Oleh Johan Indra Lukito pada February 02, 2018 14:37

Apakah bahan aktif Merofen?
Jawab:
Meropenem

Apa bentuk sediaan Merofen?
Jawab:
Vial 500 mg dan 1 g

Untuk kondisi apa Merofen bisa digunakan?
Jawab:
Pada orang dewasa Merofen bisa digunakan untuk pengobatan infeksi paru, saluran kemih, kulit, infeksi di dalam rongga perut, organ reproduksi wanita, infeksi di dalam darah, infeksi selaput otak, serta pada pasien dengan demam yang disertai penurunan sel darah putih tipe neutrofil.

Bagaimana dosis Merofen?
Jawab:
Dosis dan lama pengobatan ditetapkan dokter bergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi dan kondisi pasien.

Pada orang dewasa:
Untuk pengobatan Infeksi paru, saluran kemih, kulit, organ reproduksi wanita : 500 mg tiap 8 jam.
Untuk pengobatan Infeksi paru nosokomial, infeksi rongga perut, pasien dengan demam yang disertai penurunan sel darah putih tipe neutrofil, dan infeksi darah : 1 g tiap 8 jam.
Untuk pengobatan Infeksi selaput otak : 2 g tiap 8 jam.

Dosis pada pasien dewasa dengan gangguan fungsi ginjal derajat tertentu perlu dikurangi.

Anak > 3 bulan sampai 12 tahun :
Dosis yang direkomendasikan 10-20 mg / kg berat badan setiap 8 jam tergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi serta kondisi pasien.

Anak dengan berat badan >50 kg:
Sebaiknya menggunakan dosis dewasa.
Meningitis: dosis rekomendasi 40 mg/kg berat badan setiap 8 jam.

Pada kondisi apa Merofen tidak boleh digunakan?
Jawab:
Hipersensitivitas (alergi) terhadap meropenem.

Apa yang harus diperhatikan bila menggunakan Merofen?
Jawab:
Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan/atau hati, anak, ibu hamil, dan menyusui, penggunaannya perlu pertimbangan dokter Anda

Informasikan ke dokter Anda apabila Anda memiliki riwayat mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap meropenem atau antibiotik beta-lactam lainnya,

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan Merofen?
Jawab:
Efek samping paling umum dapat berupa diare, mual, muntah, sakit kepala, ruam / kemerahan, gatal, nyeri pada lokasi suntikan pada kulit. Konsultasikan dengan dokter Anda apabila Anda mengalami efek samping ini.