Aminofusin Hepar

Oleh Laurencia Ardi pada January 15, 2018 15:45

1. Apakah kandungan dari AMINOFUSIN HEPAR?
Jawab:
AMINOFUSIN HEPAR merupakan larutan steril untuk infus, dalam botol kaca yang mengandung asam amino 5% dengan karbohidrat dan elektrolit.

2. Apakah kegunaan dari AMINOFUSIN HEPAR?
Jawab:
AMINOFUSIN HEPAR digunakan untuk memenuhi nutrisi melalui selang kedalam pembuluh darah pada pasien dengan gangguan hati berat, seperti sirosis hati dekompensasi, sirosis hati dengan pemasangan shunt, gangguan hati yang disebabkan karena penyebab lain, dan hepatitis kronik
AMINOFUSIN HEPAR hanya digunakan di bawah pengawasan tenaga medis.

3. Efek samping apakah yang dapat muncul setelah pemberian AMINOFUSIN HEPAR?
Jawab:
Efek samping dapat terjadi karena larutan atau tehnik pemberian, seperti:
- Demam
- Infeksi di tempat suntikan
- Trombosis vena atau flebitis di tempat suntikan
- Ekstravasasi
- Hipervolemia atau kelebihan cairan di dalam tubuh

4. Apakah AMINOFUSIN HEPAR dapat diberikan pada ibu hamil dan menyusui?
Jawab:
Keamanan AMINOFUSIN HEPAR dalam kehamilan dan menyusui belum terbukti karena kurangnya uji klinik yang mendukung. Keputusan pemberian AMINOFUSIN HEPAR pada ibu hamil atau menyusui oleh karenanya menjadi tanggungjawab yang meresepkan.

5. Bagaimana cara penyimpanan AMINOFUSIN HEPAR yang benar?
Jawab:
AMINOFUSIN HEPAR yang belum digunakan dapat disimpan pada suhu di bawah 25 derajat celsius, jangan terpapar sinar matahari langsung dan jangan dibekukan. Sedangakan AMINOFUSIN HEPAR yang sudah digunakan stabil dalam 24 jam pada suhu di bawah 25 derajat celsius.

6. Apakah di dalam botol AMINOFUSIN HEPAR boleh ditambahkan zat lain?
Jawab:
Sampai saat ini tidak disarankan untuk mencampurkan zat lain kedalam AMINOFUSIN HEPAR.

7. Kapan AMINOFUSIN HEPAR tidak dapat diberikan pada pasien?
Jawab:
AMINOFUSIN HEPAR tidak dapat diberikan pada:
Pasien koma yang disertai dengan atrofi hati (disebut dengan koma hepatik endogen, atrofi hati akut) yang disebabkan karena hepatitis atau keracunan berat, seperti:
- Penyakit ginjal kronik tanpa cuci darah
- Hiperkalemia
- Syok dekompensasi
- Gangguan jantung
- Intoleransi fruktosa atau sorbitol