Vitadion

Oleh Pande Dharma Pathni pada January 08, 2018 16:31

Apakah kandungan dari Vitadion ?
Jawab:
Phytomenadione (vitamin K1).

Bagaimana bentuk sediaan Vitadion ?
Jawab:
Ampul yang mengandung 2 mg phytomenadione dalam cairan sebanyak 1 mL.

Apakah kegunaan Vitadion ?
Jawab: 
Sebagai pencegahan dan pengobatan perdarahan pada bayi baru lahir.

Bagaimana cara kerja Vitadion ?
Jawab:
Phytomenadione (vitamin K1) membantu dalam mencegah dan mengobati perdarahan dengan meningkatkan produksi faktor pembekuan darah yang dihasilkan oleh tubuh.

Bagaimana dosis dan cara pemberian Vitadion ?
Jawab:
- Untuk pencegahan perdarahan pada bayi baru lahir, dapat diberikan 0,5 - 1 mg phytomenadione (vitamin K1) secara suntikan di bawah otot, 1 - 6 jam setelah bayi lahir.
- Untuk pengobatan perdarahan pada bayi baru lahir, dapat diberikan 1 mg phytomenadione (vitamin K1) secara suntikan di bawah otot atau di bawah kulit.

Pada kondisi apa Vitadion tidak boleh digunakan ?
Jawab:
Pada pasien yang memiliki alergi terhadap phytomenadione (vitamin K1).

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum, selama, dan sesudah penggunaan Vitadion ?
Jawab:
- Efek pembekuan darah yang dimiliki oleh phytomenadione (vitamin K1) terjadi setelah 1 - 2 jam setelah obat ini diberikan.
- Pemberian phytomenadione (vitamin K1) tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
- Phytomenadione (vitamin K1) sensitif terhadap cahaya sehingga penyimpanannya harus terlindung dari cahaya.
- Hindari penggunaan melalui suntikan langsung ke pembuluh darah vena.

Obat apa yang harus dihindari jika di saat yang sama juga sedang menggunakan phytomenadione (vitamin K1)?
Jawab:
Phytomenadione (vitamin K1) memiliki efek yang berlawanan dengan obat yang berasal dari derivat coumarin dan indandione. Pasien-pasien yang diterapi dengan obat-obat tersebut, tidak boleh diberikan terapi phytomenadione (vitamin K1), kecuali jika mereka memiliki kadar prothrombin yang sangat rendah. 
Phytomenadione (vitamin K1) tidak menghambat efek anti pembekuan darah yang dimiliki oleh heparin.

Apa sajakah efek samping dari Vitadion yang dapat terjadi ?
Jawab:
- Hiperbilirubinemia (suatu kondisi di mana kadar bilirubin tubuh terlalu tinggi) pernah dilaporkan terjadi pada bayi baru lahir bila phytomenadione (vitamin K1) yang diberikan melebihi dosis yang direkomendasikan.
- Kebiruan, kolaps pembuluh darah perifer, nyeri seperti kram, kemerahan pada wajah, pusing, banyak berkeringat, syok, reaksi alergi, termasuk reaksi anafilaktik dan kematian pernah dilaporkan setelah pemberian suntikan langsung ke pembuluh darah vena; oleh sebab itu, suntikan langsung ke pembuluh darah vena sebaiknya dihindari.
- Telah dilaporkan (namun jarang) terjadi anemia hemolitikum dan hemoglobinuria setelah pemberian phytomenadione (vitamin K1) dalam dosis besar (10 - 20 mg) pada neonatus, terutama neonatus prematur.
- Iritasi lokal, seperti rasa sakit, bengkak, dan perih, dapat terjadi pada daerah penyuntikan, namun jarang terjadi. 

Adakah metode khusus penyimpanan Vitadion ?
Jawab:
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius dan lindungi dari paparan cahaya matahari.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Jawab: 
Segera ke dokter jika setelah suntikan muncul ruam pada kulit, gatal/bengkak (terutama pada wajah, lidah, dan tenggorokan), rasa pening yang berat, dan kesulitan bernapas.
Jika mudah mengalami memar atau terjadi perdarahan, maka pasien harus segera menghubungi dokter. Kemungkinan memerlukan dosis tambahan vitamin K.

Berapa lama obat ini dapat digunakan setelah kemasan dibuka? 
Jawab: 
Segera digunakan jika sediaan berupa ampul ini telah dibuka.