Methotrexate Kalbe

Oleh nugroho nitiyoso pada January 08, 2018 11:11

Apakah bahan aktif Methotrexate?
Jawab:
Methotrexate.

Apa bentuk sediaan Methotrexate?
Jawab:
Vial dalam bentuk larutan 50 mg/2 mL.

Untuk kondisi apa Methotrexate bisa digunakan?
Jawab:
Methotrexate bisa digunakan untuk koriokarcinoma gestasional (kanker pada organ reproduksi wanita saat kehamilan), korioadenoma destruens (kanker pada organ reproduksi wanita yang bersifat ganas), mola hidatidosa (hamil anggur), leukemia (kanker darah), kanker payudara, kanker kepala & leher, mikosis fungoides (keganasan pada kelenjar getah bening kulit), dan kanker paru. Selain itu, methotrexate dapat digunakan juga untuk limfoma non-hodgkin (keganasan pada sel yang berperan dalam sistem imun) dan psoriasis (kelainan pada kulit karena gangguan sistem imun yang berlebihan).

Bagaimana cara kerja Methotrexate?
Jawab:
Methotrexate menghambat pembentukan DNA (materi genetik) sehingga tidak terbentuk sel kanker baru.

Bagaimana dosis Methotrexate?
Jawab:
Choriocarcinoma (kanker pada organ reproduksi wanita): 15 – 30 mg intramuskuler (injeksi ke dalam otot)/hari selama 5 hari.
Kanker payudara: 40 mg/m2 intravena (injeksi ke dalam pembuluh darah vena)
Leukemia: 3,3 mg/m2 
Kemoterapi psoriasis: 10 – 25 mg per minggu, intramuskuler (ke dalam otot) atau intravena (ke dalam pembuluh darah)

Pada kondisi apa Methotrexate tidak boleh digunakan?
Jawab:
Wanita hamil, menyusui, alkoholisme, penyakit hati karena alkohol, penyakit hati kronik, hipoplasia sumsum tulang (penurunan produksi sel-sel darah dalam sumsum tulang), leukopenia (penurunan jumlah sel darah putih), trombositopenia (penurunan jumlah trombosit) atau anemia (penurunan kadar hemoglobin), hipersensitivitas (alergi) terhadap methotrexate.

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan Methotrexate?
Jawab:
Efek samping yang sering terjadi adalah stomatitis (sariawan), leukopenia (penurunan jumlah sel darah putih), mual, dan nyeri perut. 
Konsultasikan dengan dokter Anda, apabila Anda mengalami efek samping ini.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan bila menggunakan Methotrexate?
Jawab:
- Pemeriksaan darah dilakukan sebelum Methotrexate diberikan, beberapa hari setelahnya, dan secara berkala.
- Pemeriksaan fungsi hati, fungsi ginjal, dan fungsi paru dilakukan secara berkala.
- Informasikan obat-obatan penyerta yang mungkin digunakan kepada dokter, misalnya vitamin yang mengandung asam folat (karena  dapat menurunkan efektivitas Methotrexate), trimethoprim / sulphametoxazole (antibiotik untuk infeksi karena dapat meningkatkan penekanan sumsum tulang).
- Pasien dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi atau tidak hamil selama kemoterapi sampai sekitar 6 bulan setelahnya, karena methotrexate dapat memiliki efek samping mengganggu pertumbuhan janin dan dapt berakibat pada kelainan bawaan pada bayi.
- Setelah menggunakan toilet, dudukan toilet ditutup dan disiram sebanyak 2 kali pada saat diberikan methotrexate dan sampai 48 jam setelah kemoterapi pada setiap siklus pemberian, karena methotrexate yang keluar bersama air seni dapat menyebabkan reaksi iritasi pada orang lain, apabila terkena.

Bagaimana penyimpanan Methotrexate?
Jawab:
Agar tidak rusak, methotrexate yang belum dilarutkan harus disimpan pada suhu di bawah 25˚C, jauhkan dari pajanan sinar matahari secara langsung, dan disimpan dalam boksnya.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Segera ke dokter jika mengalami demam, lemah, infeksi rongga mulut (karena kemungkinan karena kemungkinan penurunan jumlah sel darah putih yang terlalu rendah), perdarahan, lebam (karena kemungkinan penurunan jumlah trombosit yang terlalu rendah), sesak napas hebat disertai batuk, kemerahan pada kulit, nyeri perut.