Zypraz

Oleh Lupita Wijaya pada December 08, 2017 07:33

Apakah bahan aktif Zypraz?
Jawab:
Alprazolam.

Apa bentuk sediaan Zypraz?
Jawab:
Tablet (0,25 mg, 0,5 mg, dan 1 mg).

Bagaimana cara kerja Zypraz?
Jawab:
Alprazolam diduga berikatan dengan reseptor-reseptor yang spesifik pada susunan saraf pusat.

Untuk kondisi apa Zypraz bisa digunakan?
Jawab:
Untuk pengobatan rasa cemas (dengan atau tanpa depresi) dan gangguan panik (termasuk serangan panik pada agorafobia (fobia akan tempat yang ramai atau sepi seperti perasaan ketakutan terjebak di dalam tempat tersebut)).

Bagaimana dosis dan pemberian Zypraz?
Jawab:
Zypraz diberikan secara oral.
- Rasa cemas : 0,25 – 0,5 mg sebanyak 3 kali sehari. Dosis dapat dinaikkan secara bertahap dengan selang waktu 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.
- Gangguan panik : dosis awal yang digunakan adalah 0,5 - 1,0 mg diberikan sekali pada malam hari atau 0,5 mg tiga kali sehari. Kemudian ditingkatkan 1 mg per harinya selama 3 - 4 hari.
- Pasien usia lanjut, gangguan mental dan gangguan fungsi hati berat : 0,25 mg sebanyak 2-3 kali sehari.

Pada kondisi apa Zypraz tidak boleh digunakan?
Jawab:
 Hipersensitif terhadap benzodiazepin.
 Glaukoma akut sudut sempit (peningkatan mendadak tekanan bola mata).
 Miastenia gravis (kelemahan otot berat).
 Kelainan paru akut.
 Kondisi fobia dan gangguan jiwa kronik.
 Pasien dengan pengobatan antijamur golongan azole.
 Anak dan bayi prematur.

 Apa yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Zypraz?
 Dapat terjadi gejala putus obat, sehingga penurunan dosis harus dilakukan secara bertahap.
 Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi.
 Selama menggunakan obat ini, dilarang mengendarai kendaraan bermotor atau mengoperasikan mesin.
 Kurangi dosis pada usia lanjut dan penderita gangguan mental.
 Hindari pemakaian jangka panjang.
 Efek ditingkatkan oleh obat-obat yang menekan fungsi susunan saraf pusat, seperti alkohol dan barbiturat.
 Pemberian bersama dengan antijamur golongan azole (seperti itraconazole,ketoconazole dan lainnya) tidak diperbolehkan karena golongan obat ini merupakan penghambat enzim sitokrom P450 yang kuat.
 Pemberian bersama nefazodone dapat meningkatkan konsentrasi alprazolam menjadi 2 kali lipat.
 Pemberian bersama fluvoxamine dapat meningkatkan kadar puncak, menurunkan bersihan kreatinin, meningkatkan waktu paruh alprazolam dan menurunkan kemampuan psikomotor.
 Pemberian bersama cimetidine dapat meningkatkan kadar puncak, menurunkan bersihan kreatinin, dan meningkatkan waktu paruh alprazolam.

Bolehkah ibu hamil dan menyusui menggunakan Zypraz ?
Jawab:
Zypraz sebaiknya tidak digunakan oleh ibu hamil dan menyusui karena sebagian zat aktif Zypraz dapat melalui sawar darah plasenta dan keluar melalui ASI.

Efek samping apa yang sering terjadi sesudah penggunaan Zypraz?
Jawab:
 Mengantuk
 Pusing

Apakah Zypraz bisa menyebabkan ketergantungan?
Jawab:
Zypraz bisa menyebabkan ketergantungan dengan gejala-gejala sebagai berikut :
 Ketidakmampuan menghentikan penggunaan obat setelah rasa cemas dan gangguan panik berkurang atau menghilang.
 Keinginan yang kuat dari dalam diri untuk terus-menerus menggunakan obat tersebut.
 Banyak waktu yang dihabiskan demi memperoleh dan menggunakan obat tersebut, hingga dapat membohongi dokter atau tenaga medis untuk memperoleh obat tersebut.
 Penggunaan obat terlalu sering dengan dosis yang semakin lama semakin tinggi, hingga dapat melebihi aturan penggunaan obat tersebut.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Jawab:
Segera ke dokter jika mengalami gejala overdosis Zypraz seperti mengantuk yang disertai gangguan koordinasi atau bingung tanpa maksud yang jelas dan koma (tidur dalam yang berkepanjangan).