Endrolin

Oleh Angeline Fanardy pada November 29, 2017 07:55


Apakah bahan aktif Endrolin?
Jawab:
Leuprolide acetate

Apa bentuk sediaan Endrolin?
Jawab:
Cairan injeksi dalam vial (3,75 mg/1,5 mL).

Bagaimana cara kerja Endrolin?
Jawab: 
Penghambat yang poten dari sekresi hormon gonadotropin bila diberikan secara terus-menerus dalam dosis terapi, sehingga dapat digunakan untuk mengurangi kadar hormon testosteron dan hormon estrogen di dalam darah. 

Untuk kondisi apa Endrolin bisa digunakan?
Jawab:
Untuk terapi kanker prostat dengan penyebaran dan endometriosis yang berlokasi baik pada genital maupun ekstragenital (stadium I sampai stadium IV) pada pasien usia diatas 18 tahun.

Bagaimana dosis dan pemberian Endrolin?
Jawab:
Injeksi subkutan atau intramuskuler 3,75 mg/bulan untuk penderita kanker prostat dan endometriosis.

Berapa lama penggunaan Endrolin?
Jawab:
Penggunaan Endrolin tidak boleh lebih dari 6 bulan karena dapat menyebabkan pengeroposan tulang. 

Pada kondisi apa Endrolin tidak boleh digunakan?
Jawab:
•    Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap leuprolide acetate.
•    Perdarahan vagina dengan sebab yang tidak jelas
•    Kehamilan
•    Wanita menyusui

Bolehkah ibu hamil dan menyusui menggunakan Endrolin?
Jawab: 
Endrolin tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah penggunaan Endrolin?
Jawab:
• Perburukan tanda-tanda dan/atau gejala-gejala penyakit yang dipengaruhi hormon (seperti endometriosis, kanker prostat) yang dapat terjadi 1-2 minggu permulaan terapi Endrolin (akibat sekunder dari stimulasi Endrolin yang menyebabbkan sekresi hormon gonadotropin dan pembentukan hormon-hormon steroid pada ovarium dan testis) dan tanda-tanda dan/atau gejala-gejala tersebut akan mereda jika terapi dihentikan.
• Menstruasi akan berhenti dengan dosis efektif Endrolin, oleh karena itu pasien sebaiknya memberitahukan dokter bila tetap mengalami menstruasi yang teratur. Pasien yang tidak minum Endrolin berturut-turut dapat mengalami perdarahan lucut.
• Keamanan pada wanita yang menggunakan Endrolin selama lebih dari 6 bulan belum diketahui dan karena kekhawatiran efek jangka panjang pada densitas tulang, maka terapi Endrolin tidak dianjurkan melebihi periode atau memberikan tambahan terapi dengan obat ini atau analog GnRH yang lain.
• Endrolin harus digunakan secara hati-hati dengan mempertimbangkan resiko dan keuntungannya pada wanita-wanita yang telah diketahui mempunyai faktor resiko penurunan kadar mineral tulang.
• Pasien tidak boleh menggunakan obat ini jika mereka memiliki riwayat perdarahan vagina yang tidak terdiagnosis, atau mereka yang alergi terhadap komponen obat ini.
• Pasien tidak boleh menggunakan metode kontrasepsi hormonal dan harus disarankan untuk menemui dokternya jika mereka hamil. Jika pasien hamil selama pengobatan, obat harus dihentikan dan pasien harus diberitahukan mengenai potensi resiko pada janin.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Jawab:
Pada wanita dan pria dewasa: semburan panas (hot flushes), penglihatan kabur, penurunan libido, pusing, bengkak, sakit kepala, reaksi pada tempat injeksi, mual atau muntah, nyeri pada payudara, insomnia (sulit tidur), kenaikan berat badan, aritmia (gangguan irama) jantung atau palpitasi (berdebar-debar), anafilaksis (reaksi hipersensitivitas yang parah yang dapat menimbulkan syok, penurunan kesadaran hingga kematian), parestesi (kesemutan), dan pingsan.
Hanya pada wanita dewasa: konstipasi (sulit buang air besar), peningkatan sementara gejala-gejala endometriosis (nyeri di area panggul, nyeri saat haid, nyeri pada alat kelamin saat berhubungan intim), radang vagina, efek androgenik (suara menjadi berat, peningkatan pertumbuhan rambut), perubahan kepribadian atau sikap (kecemasan, depresi, perubahan mood, gugup).
Hanya pada pria dewasa: konstipasi (sulit buang air besar), ukuran testis mengecil, peningkatan sementara gejala-gejala kanker prostat, impoten (kesulitan penis untuk ereksi), angina atau infark miokard (nyeri dada yang disebabkan karena adanya sumbatan pada pembuluh darah jantung), emboli (sumbatan) paru, tromboflebitis (pembengkakan pada pembuluh darah balik akibat gumpalan darah dalam vena).
Pada anak perempuan: perdarahan uterus, keputihan.