NEFROFER

Oleh Dedyanto Henky Saputra pada November 28, 2017 13:59

Apakah kandungan dari Nefrofer?
Jawab:
Nefrofer mengandung zat aktif zat besi/Fe sucrose.

Apa saja bentuk sediaan Nefrofer?
Jawab:
Nefrofer tersedia dalam kemasan ampul, satu ampul mengandung 5 mililiter (mL) yang setara dengan 100 mg zat besi (Fe).

Untuk kondisi apa Nefrofer bisa digunakan?
Jawab:
Nefrofer digunakan dalam mengatasi kondisi anemia (kadar hemoglobin(Hb) yang rendah) yang disebabkan karena berkurangnya kadar zat besi (Fe) dalam tubuh seperti pada pasien ginjal kronik. Nefrofer biasanya digunakan bersama dengan terapi eritropoietin (EPO), defisiensi besi merupakan penyebab utama tidak optimalnya dari terapi EPO (resistensi EPO).

Bagaimana dosis dari Nefrofer?
Jawab:
Pada pasien ginjal kronik yang mengalami defisiensi besi, Nefrofer diberikan dalam 2 tahap yaitu tahap koreksi dan tahap pemeliharaan. Pada tahap koreksi dibutuhkan total 8-10 ampul Nefrofer yang diberikan 1 ampul yang diberikan setiap kali sesi hemodialisis. Tahap pemeliharaan biasanya dilakukan apabila target Fe pada tahap koreksi telah tercapai. Tahap pemeliharaan biasanya membutuhkan dosis 1 ampul. Nefrofer yang diberikan 1 kali seminggu, biasanya pada saat sesi hemodialisis.

Bagaimana Nefrofer diberikan?
Jawab:
Nefrofer hanya diberikan melalui suntikan ke dalam pembuluh darah vena (intravena/IV), dapat melalui tetesan infus atau bisa disuntikkan langsung tanpa pengenceran. Nefrofer dapat diberikan pada saat proses hemodialisis berlangsung dengan cara menyuntikannya secara langsung ke bagian venous limb dari dialyser. Nefrofer yang diberikan melalui tetesan infus harus dilarutkan terlebih dahulu ke dalam larutan pengencer NaCl 0.9 % maksimum 100 mL.
Setiap satu ampul dari Nefofer disediakan 1 unit filter needle. Filter needle berfungsi untuk menarik Nefrofer dari ampul dan bemanfaat untuk mencegah masuknya partikel asing saat obat ditarik dari dalam ampul. Pada saat Nefrofer hendak disuntikkan ke pasien atau disuntikkan ke dalam pelarut maka filter needle harus diganti dengan jarum suntik yang baru.

Pada kondisi apa Nefrofer tidak boleh digunakan?
Jawab:
Nefrofer sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan:
• Anemia yang tidak disebabkan karena defisiensi /penurunan Fe dalam tubuh,
• Kadar Fe tubuh yang berlebih atau timbulnya gangguan pada pemakaian Fe,
• Riwayat alergi karena suntikkan Fe.
• Riwayat asma, eksim atau alergi lain.
• Penyakit hati, khususnya penyakit hati berat
• Infeksi akut atau kronik.
• Kehamilan pada trimester pertama.

Hal-hal apa yang perlu menjadi perhatian dan patut diwaspadai dari pemberian Nefrofer?

Jawab:
• Apabila baru pertama kali mendapatkan terapi Nefrofer maka sebaiknya dilakukan tes sensitivitas terlebih dahulu (test dose) untuk menyingkirkan kemungkinan adanya reaksi alergi.
• Nefrofer hanya untuk disuntikkan/diberikan ke dalam pembuluh darah (intravena)
• Pasien yang mendapat terapi Nefrofer perlu dimonitor secara periodik parameter labarotoriumnya (hemoglobin, hematokrit, feritin serum and saturasi transferin). Terapi besi seharusnya tidak diberikan pada pasien dengan kadar besi tubuh berlebih.
• Nefrofer sebaiknya jangan diberikan bersamaan dengan tablet besi/Fe karena akan menurunkan absorpsi dari tablet besi

Adakah efek samping yang dapat terjadi selama pemberian Nefrofer?
Jawab:
Umum : sakit kepala, demam, nyeri, tidak enak badan, rasa lelah, letih.
Jantung dan pembuluh darah,umum : hipotensi, nyeri dada, hipertensi, peningkatan volume darah.
Sistem pencernaan : mual, muntah, nyeri perut ,peningkatan enzim hati.
Sistem saraf: pusing.
Otot dan tulang : kram/kram tungkai, nyeri otot.
Sistem pernapasan : sesak napas, infeksi pneumonia, batuk.
Kulit dan lainnya : gatal, reaksi di tempat pemberian.