Ribacter

Oleh Johan Indra Lukito pada November 28, 2017 13:42

Apakah bahan aktif Ribacter?
Jawab:
Doripenem

Apa bentuk sediaan Ribacter?
Jawab:
Vial 500 mg

 

Untuk kondisi apa Ribacter bisa digunakan?

Jawab:

Untuk pengobatan infeksi paru nosokomial
Untuk pengobatan infeksi di dalam rongga perut pada orang dewasa.

Bagaimana dosis Ribacter?

Jawab:

Untuk pengobatan infeksi paru nosokomial : 500 mg tiap 8 jam, diberikan melalui infus selama 1 atau 4 jam.

Untuk pengobatan infeksi di dalam rongga perut : 500 mg tiap 8 jam, diberikan melalui infus selama 1 jam.



Pada kondisi apa Ribacter tidak boleh digunakan?

Jawab:

Hipersensitivitas (alergi) terhadap antibiotik golongan carbapenem dan beta-lactam lainnya.

 

Apa yang harus diperhatikan bila menggunakan Ribacter?

Jawab:

- Hati-hati menggunakan obat ini bila Anda memiliki riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap antibiotik golongan carbapenem dan beta-lactam lainnya. Informasikan ke dokter anda apabila anda memiliki riwayat hipersensitivitas.

- Ribacter sebaiknya tidak diberikan selama kehamilan, kecuali bila sangat diperlukan.

- Pada ibu menyusui, tidak diketahui apakah Ribacter diekskresikan dalam ASI, untuk penggunaannya perlu dikonsultasikan dengan dokter Anda

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan Ribacter?

Jawab:

Efek samping paling umum dapat berupa mual, diare, sakit kepala, ruam / kemerahan pada kulit. Konsultasikan dengan dokter Anda, apabila Anda mengalami efek samping ini.