Ezelin

Oleh Pande Dharma Pathni pada July 10, 2017 14:05

Apakah kandungan dari Ezelin?
Jawab:
Injeksi insulin glargine, cairan 100 unit/mL untuk injeksi di dalam cartridge.
Merupakan cairan jernih tidak berwarna.
Setiap mL mengandung 100 unit insulin glargine (setara dengan 3,64 mg).
Insulin glargine diproduksi dengan teknologi rekombinan DNA Escherichia Coli.

Bagaimanakah bentuk sediaan Ezelin?
Jawab:
Suatu cartridge, yang mengandung 3 mL, di mana setara dengan 300 unit insulin glargine

Apakah kegunaan Ezelin?
Jawab:
Sebagai pengobatan diabetes melitus pasien dewasa, remaja, dan anak-anak di atas usia 6 tahun, di mana terapi insulin dibutuhkan.

Bagaimana dosis Ezelin?
Jawab:
- Kebutuhan dosis insulin dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, kerja, atau penyakit lain dari pasien, sehingga harus dipertimbangkan secara individu.
- Kadang penyuntikan insulin glargine dikombinasikan dengan insulin kerja cepat, insulin analog kerja singkat, dan obat antidiabetes oral.
- Jika terdapat perubahan regimen terapi dengan insulin lainnya, dosis insulin glargine perlu disesuaikan termasuk dosis obat kombinasi yang digunakan pada waktu bersamaan.
- Ketika pasien dialihkan dari insulin NPH dua kali sehari menjadi insulin glargine sekali sehari, dosis awal insulin glargine dikurangi sekitar 20-30% dari dosis total harian insulin NPH di minggu pertama. Jika penyakit diabetes melitus yang diidap pasien memiliki kontrol glukosa yang buruk, dosis insulin glargine harus disesuaikan agar tercapai kontrol glukosa yang baik.
- Penting untuk memantau kadar gula darah Anda pada beberapa minggu pertama dan dosis harus disesuaikan secara hati-hati.

Pada kondisi apa Ezelin tidak boleh digunakan?

Jawab:
Hipersensitif terhadap insulin glargine dan komponen lainnya.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum, selama, dan sesudah penggunaan Ezelin?
Jawab:
Insulin glargine bukan insulin pilihan pada pasien diabetes ketoasidosis, direkomendasikan pemberian insulin reguler intravena sebagai gantinya.
Pada kasus terjadinya kontrol glukosa kurang atau tendensi terjadi episode hiper- atau hipoglikemia, maka review harus dilakukan pada kepatuhan pasien pada regimen yang diberikan, lokasi penyuntikan, teknik penyuntikan yang benar, dan seluruh faktor lain yang relevan sebelum penyesuaian dosis dilakukan.

Mengganti insulin ke merk atau jenis insulin lain harus dilakukan di bawah pengawasan ketat petugas kesehatan. Penggantian komposisi, merk (perusahaan), jenis (reguler, NPH, lente, kerja panjang, dsb), sumber (hewan, manusia, analog insulin manusia), dan atau metode dari perusahaan dapat menyebabkan perubahan dosis.
Pemberian insulin dapat menyebabkan terbentuknya antibodi, pada kasus yang langka adanya antibodi insulin, kebutuhan insulin perlu disesuaikan untuk memperbaiki tendensi hiper- atau hipoglikemia.

Apa sajakah efek samping dari Ezelin yang dapat terjadi?

Jawab:
- Hipoglikemia, pada umumnya merupakan efek samping yang paling sering terjadi dalam terapi insulin, dapat terjadi jika dosis insulin lebih tinggi  dari kebutuhannya
- Gangguan metabolisme dan gizi
- Gangguan sistem kekebalan tubuh
- Gangguan mata
- Gangguan kulit dan jaringan subkutan
- Gangguan umum dan kondisi area injeksi

Adakah metode khusus penyimpanan Ezelin?
Jawab:
Cartridge yang belum dibuka
Simpan di lemari es (2°C - 8°C).
Jangan dibekukan. Jangan menaruh insulin glargine di sebelah kompartemen freezer atau freezer pack.
Jauhkan cartridge di karton luar untuk melindungi dari cahaya.

Cartridge yang telah dibuka

Cartridge yang telah dibuka, disimpan atau tidak disimpan dalam lemari es harus digunakan dalam waktu 28 hari, lindungi dari panas dan cahaya. Jika cartridge tidak dimasukkan ke dalam lemari es, cartridge yang telah dibuka dan sedang digunakan tersebut dapat disimpan tanpa didinginkan hingga 28 hari, jauhkan dari panas dan cahaya langsung, selama temperatur tidak lebih dari 25°C.

Bagaimana cara perakitan Ezelin dengan pen-nya?

Jawab:
Persiapan: Cucilah tangan dan siapkan hal-hal berikut ini sebelum memulai injeksi
• Pen Ezelin
Cartridge Ezelin
• Jarum baru
• Kapas alkohol
Langkah 1: Buka tutup pen
Langkah 2: Putar tempat penyimpanan cartridge ke arah dalam
Langkah 3: Dorong batang berulir ke belakang.
Catatan: Batang berulir pada pen dapat tidak memanjang keluar. Batang berulir akan maju ke depan kalau tombol injeksi ditekan saat cartridge sudah ada di dalam pen.
Langkah 4: Ambil cartridge Ezelin, periksa apakah insulinnya jernih, dan sesuai dengan formulasi yang akan dipakai, tanggal kadaluarsa, jernih/tidaknya insulin, utuh/tidaknya cartridge. Periksa kode warna pada tutup dan karet pada cartridge karena akan memperlihatkan jenis insulin yang berbeda.
Langkah 5: Masukkan ujung yang paling kecil dari cartridge ke dalam tempat penyimpanan cartridge di pen.
Langkah 6:
- Satukan ujung bawah tempat penyimpanan cartridge yang telah berisi cartridge dengan bagian badan pen lalu putar ke arah luar untuk mengencangkan keduanya.
- Gunakan kapas alkohol untuk membersihkan gasket karet setelah memasang cartridge pada tempat penyimpanannya.

Bagaimana cara menginjeksikan Ezelin?

Jawab:
Langkah 1: Periksa insulin
• Buka tutup insulin pen dengan tangan yang bersih.
• Periksa cartridge untuk memastikan insulin masih jernih dan tidak berwarna dan tidak ada partikel. Jika tidak, maka ganti dengan cartridge yang lain.
Langkah 2: Pasang jarum injeksi
• Selalu gunakan jarum steril untuk tiap kali injeksi dilakukan. Hal tersebut mencegah terjadinya kontaminasi dan mengurangi kemungkinan tersumbatnya jarum. Sebelum menggunakan jarum, bacalah dengan hati-hati ”Instruksi Penggunaan” dari jarum tersebut.
• Lepaskan perekat pengaman dari jarum yang baru.
• Jarum dengan pen dalam satu baris dan tetap lurus ketika dipasangkan (diputar atau ditekan, tergantung tipe jarum yang digunakan).
• Jika jarumnya tidak terpasang lurus ketika dipasangkan, dapat menyebabkan kerusakan dari pengaman karet dan menyebabkan kebocoran atau terjadi kerusakan jarum.
Langkah 3: Lakukan tes keamanan
• Selalu lakukan tes keamanan sebelum melakukan injeksi. Hal tersebut untuk memastikan bahwa kita mendapatkan dosis yang akurat, dengan cara:
    - Pastikan pen dan jarum bekerja dengan baik.
    - Hilangkan gelembung udara.
• Pilih 2 unit dosis dengan memutar bagian pemilihan dosis.
• Lepaskan bagian penutup dari jarum dan simpan karena akan digunakan lagi untuk menutup jarum yang sudah terpakai setelah injeksi selesai dilakukan. Lepaskan tutup bagian dalam dan buang.
• Pegang pen dengan ujung jarum yang mengarah ke atas.
• Tepuk tempat penyimpan insulin sehingga gelembung udara menuju ke atas ke arah ujung jarum.
• Tekan tombol injeksi sampai semuanya masuk ke dalam. Periksa apakah insulin keluar dari ujung jarum.
• Anda harus melakukan tes keamanan lagi beberapa kali ketika insulin belum terlihat.
    - Jika tidak terlihat ada insulin yang keluar, periksa gelembung udara dan ulangi tes keamanan dua kali atau lebih untuk menghilangkannya.
    - Jika masih belum terlihat adanya insulin, jarum mungkin tersumbat. Gantilah jarum dan coba lagi.
   - Jika masih belum terlihat insulin yang keluar setelah penggantian jarum, maka kemungkinan produk tersebut mengalami kerusakan dan sebaiknya jangan mempergunakan produk tersebut.
Langkah 4. Atur dosis Anda
• Anda dapat mengatur dosis secara bertahap, dari paling rendah sebesar 1 unit sampai maksimum 60 unit. Jika anda menginginkan dosis lebih dari 60 unit, Anda dapat memberikannya sebagai penyuntikan sebanyak 2 kali atau lebih.
• Periksa pada bagian layar dosis tertera ”0”
• Pilih dosis yang Anda inginkan (pada contoh di bawah, dosis yang dipilih adalah sebesar 30 unit).
• Jangan tekan tombol injeksi ketika sedang memutar dosis, karena insulin akan keluar.
Langkah 5. Suntikkan insulin
• Gunakanlah metode penyuntikan seperti yang diinstruksikan oleh tenaga kesehatan anda.
• Masukkan jarum ke dalam kulit.
• Suntikkan  dosis dengan menekan tombol injeksi sepenuhnya. Jumlah dosis yang tertera akan kembali menjadi ”0” ketika Anda menginjeksikannya.
• Tetap tekan tombol injeksi, dan hitung sampai dengan 10 detik sebelum Anda menarik jarum dari kulit. Hal ini untuk memastikan bahwa dosis penuh telah masuk.
Langkah 6. Lepaskan dan buang jarum suntik
• Selalu lepaskan jarum setelah tiap kali melakukan penyuntikan dan simpan pen insulin tanpa ada jarum yang masih menempel. Dengan ini akan mencegah:
    - Kontaminasi dan/atau infeksi.
    - Masuknya udara ke dalam tempat penyimpanan insulin (cartridge insulin) yang dapat menyebabkan ketidak-akuratan dosis.
• Pasang tutup bagian luar jarum kembali ke jarum, dan gunakan untuk melepaskan jarum dari pen.
• Buanglah jarum ke tempat yang aman.
• Selalu tutup kembali pen insulin lalu simpan di tempatnya sampai Anda menggunakannya kembali.

Bagaimana cara penghitungan dosis, dan cara penyesuaian dosis tersebut?
Jawab:
Dosis awal yang umumnya diberikan adalah 10 Unit insulin basal (insulin glargine/Ezelin) per hari berupa suntikan subkutan atau di bawah kulit, sekali sehari.
Selain itu, penghitungan dosis dapat menggunakan acuan berat badan yaitu 0,1 - 0,2 unit insulin basal per kg berat badan per hari.
Berdasarkan panduan Petunjuk Praktis Penggunaan Insulin dari PERKENI 2015, dosis dapat disesuaikan dengan cara sebagai berikut :
- Jika kadar glukosa darah puasa berada pada rentang 90 - 130 mg/dL maka dosis yang diberikan sebelumnya masih tetap.
- Jika kadar glukosa darah puasa > 130 mg/dL maka dosis yang diberikan dapat ditingkatkan 2 - 3 unit setiap 3 - 7 hari sekali.
- Jika kadar glukosa darah puasa < 90 mg/dL atau pasien mengeluh tanda-tanda hipoglikemia atau penurunan glukosa darah, maka dosis yang diberikan dapat diturunkan 2 - 3 unit.
Selalu berkonsultasi dengan dokter Anda jika ingin menyesuaikan dosis insulin basal Anda, dan sebaiknya penyesuaian dosis di bawah pengawasan dokter yang merawat.

Apa saja efek samping yang dapat diperkirakan dan berpotensi fatal, pertolongan pertama yang dapat dilakukan serta bagaimana cara mencegahnya?
Jawab:
Hipoglikemia atau penurunan kadar glukosa darah rendah yaitu < 70 mg/dL merupakan efek samping yang dapat diperkirana dan berpotensi fatal.
Sebagian pasien diabetes dapat menunjukkan gejala glukosa darah yang rendah tetapi menunjukkan kadar glukosa darah normal.
Di lain pihak, tidak semua pasien diabetes mengalami gejala hipoglikemia meskipun pada pemeriksaan kadar glukosa darahnya rendah.
Saran pertolongan pertama pada kasus hipoglikemia ringan :
1. Pemberian konsumsi makanan tinggi glukosa (karbohidrat sederhana seperti permen).
2. Glukosa 15–20 g (2-3 sendok makan) yang dilarutkan dalam air adalah terapi pilihan pada pasien dengan hipoglikemia yang masih sadar
3. Pemeriksaan glukosa darah dengan glukometer harus dilakukan setelah 15 menit pemberian upaya terapi. Jika pada monitoring, glukosa darah 15 menit setelah pengobatan hipoglikemia masih tetap ada, pengobatan dapat diulang kembali.
4. Jika hasil pemeriksaan glukosa darah kadarnya sudah mencapai normal, pasien diminta untuk makan atau mengkonsumsi snack untuk mencegah berulangnya hipoglikemia.

Pencegahan hipoglikemia:
1. Mengetahui dan memahami tanda dan gejala hipoglikemia, cara penanganan sementara, dan hal lain harus dilakukan
2. Melakukan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM), khususnya bagi pengguna insulin atau obat oral golongan insulin sekretagog.
3. Mengetahui seluk beluk obat-obatan atau insulin yang dikonsumsi, terkait: dosis, waktu mengkonsumsi atau penyuntikan, dan efek samping
4. Bagi dokter yang menghadapi penyandang DM dengan kejadian hipoglikemia perlu melalukan:
    - Evaluasi secara menyeluruh tentang status kesehatan pasien
  - Evaluasi program pengobatan yang diberikan dan bila diperlukan melalukan program ulang dengan memperhatikan berbagai aspek seperti: jadwal makan, kegiatan oleh raga, atau adanya penyakit penyerta yang memerlukan obat lain yang mungkin berpengaruh terhadap glukosa darah
    - Bila diperlukan mengganti obat-obatan yang lebih kecil kemungkinan menimbulkan hipoglikemia.