Rexta

Oleh Esther Kristiningrum pada July 06, 2017 09:45

Apakah bahan aktif Rexta?

Jawab:

Oxaliplatin 50 mg

 

Apa bentuk sediaan Rexta?

Jawab:

Serbuk liofilisasi dalam vial.

 

Bagaimana cara kerja Rexta?

Jawab:

Menghambat pembelahan sel kanker dengan berikatan pada DNA (tempat menyimpan informasi genetik).

 

Untuk kondisi apa Rexta bisa digunakan?

Jawab:

Kanker kolorektal atau usus besar (dikombinasi dengan 5-fluorouracil dan leucovorin).

 

Bagaimana dosis dan pemberian Rexta?

Jawab:

85 mg/m2. Rexta diberikan dengan infus selama 2-6 jam, umumnya setiap 2-3 minggu.

 

Pada kondisi apa Rexta tidak boleh digunakan?

Jawab:

Penekanan produksi sel-sel darah dalam sumsum tulang yang berat, gangguan fungsi ginjal berat, gangguan saraf tepi sensorik (saraf yang menerima rangsangan dari alat indra) dengan gangguan fungsi, kehamilan & menyusui.

 

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pemberian Rexta?

Jawab:

- Tenaga medis perlu melakukan 2 kali pelarutan produk Rexta.

- Diperlukan pemantauan fungsi saraf dan darah (hematologi) selama pengobatan dengan Rexta.

- Jika mengalami sulit bernapas atau sulit menelan atau tidak nyaman pada tenggorok, infus Rexta akan diperpanjang menjadi 6 jam setelah keadaan tertangani dengan baik.

 

Apa saja efek samping Rexta?

Gangguan saraf sensorik, sulit bernapas atau sulit menelan atau tidak nyaman pada tenggorok, penekanan produksi sel-sel darah dalam sumsum tulang, diare, mual-muntah, sariawan, tidak nafsu makan, nyeri perut, kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), gangguan saluran cerna, peningkatan kadar enzim transaminase dan alkaline phosphatase (enzim-enzim hati), nyeri sendi, ruam kulit, radang selaput mata, radang pada hidung, gangguan pada telinga, gangguan pada ginjal, demam, infeksi, kebotakan.

 

Bolehkah Ibu hamil dan ibu menyusui menggunakan Rexta?

Jawab:

REXTA tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan menyusui.

Bolehkah pasien dengan gangguan hati menggunakan Rexta?

Jawab:

Pasien gangguan fungsi hati ringan sampai sedang boleh menggunakan Rexta, namun Rexta belum diteliti penggunaannya pada pasien dengan gangguan fungsi hati berat.


Bolehkah pasien dengan gangguan ginjal menggunakan Rexta?

Jawab:

Pasien gangguan fungsi ginjal ringan sampai sedang boleh menggunakan Rexta, namun Rexta tidak boleh digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat.

 

Bolehkah pasien yang memiliki riwayat alergi (selain Rexta), mendapat injeksi Rexta?

Jawab:

Boleh diinjeksi Rexta, dengan pemberian obat antialergi sebelum menggunakan Rexta. Konsultasikan dengan dokter Anda.

 

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah penggunaan Rexta?

Jawab:

- Sebelum menggunakan Rexta sampai sekitar 2 hari setelahnya, hindari pajanan dengan suhu dingin seperti minuman atau makanan dingin, 
sentuhan benda dingin, atau suhu dingin dalam ruangan/lingkungan.

- Pasien dianjurkan untuk menggunakan alat kontrasepsi dan tidak hamil selama penggunaan Rexta sampai sekitar 6 bulan setelahnya.

- Setelah pasien menggunakan toilet, dudukan toilet ditutup dan disiram sebanyak 2 kali selama Rexta diberikan sampai dengan 48 jam setelahnya pada setiap siklus pemberian. Pasien pria dianjurkan untuk buang air kecil dengan cara duduk selama periode tersebut.

 

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?

Jawab:

Segera ke dokter jika mengalami demam, lemah, infeksi rongga mulut (karena kemungkinan penurunan jumlah sel darah putih yang terlalu rendah), mual-muntah hebat, kesemutan dan rasa tebal di tangan dan kaki yang dimulai dari ujung-ujung jari.

Pasien dan keluarga harus segera menghubungi tenaga medis jika mengalami nyeri, kemerahan, pembengkakan pada lokasi injeksi atau infus macet saat pemberian Rexta di rumah sakit.