Paxus

Oleh Admin Kalbe Medical pada July 06, 2017 08:49

Apakah bahan aktif Paxus?
Jawab:
Paclitaxel

Apa saja bentuk sediaan Paxus?
Jawab:
Cairan injeksi dalam vial (30 mg/5 mL dan 100 mg/16,7 mL)

Bagaimana cara kerja Paxus?

Jawab:
Menghambat pembelahan sel-sel tumor, sehingga tidak terbentuk sel-sel tumor yang baru dengan bekerja pada mikrotubulus (bagian dari sel yang menarik organel sel ke kedua kutub yang berlawanan)

Untuk kondisi apa Paxus bisa digunakan?
Jawab:
- Untuk pengobatan pilihan pertama penyakit tumor ganas indung telur stadium dini dan tumor ganas paru-paru.
- Untuk pengobatan pilihan kedua penyakit tumor ganas indung telur stadium lanjut, tumor ganas payudara stadium lanjut.
- Untuk pengobatan tambahan untuk penyakit tumor ganas payudara pada keadaan relaps/kambuh dan pada keadaan sudah terdapat pembesaran kelenjar getah bening.

Bagaimana dosis dan pemberian Paxus?
Jawab:
175 mg/m2 setiap 3 minggu, diberikan melalui infus selama 3 jam.

Pada kondisi apa Paxus tidak boleh digunakan?
Jawab:
- Alergi terhadap paclitaxel atau salah satu komponen obat ini.
- Hamil dan menyusui.
- Penurunan jumlah sel darah putih (sel neutrofil <1500/mm3).
- Gangguan hati berat.
- Gangguan ginjal berat.

Bolehkah ibu hamil dan menyusui menggunakan Paxus?
Jawab:
Paxus tidak disarankan untuk digunakan ibu hamil dan menyusui. Konsultasikan dengan dokter Anda.

Bolehkah pasien yang memiliki riwayat alergi (selain Paxus), mendapat Paxus?

Jawab:
Boleh diberikan Paxus, dengan pemberian obat anti-alergi sebelum menggunakan Paxus. Konsultasikan dengan dokter Anda.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah penggunaan Paxus?
Jawab:
1. Perlu diberikan premedikasi atau obat-obatan anti-alergi sebelum kemoterapi paclitaxel untuk mengurangi reaksi alergi dan tingkat keparahan reaksi alergi.
2. Setelah mendapat Paxus dilakukan pemeriksaan darah beberapa hari setelahnya dan secara berkala.
3. Pasien dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi atau tidak hamil selama kemoterapi sampai sekitar 6 bulan setelahnya.
4. Setelah menggunakan toilet, dudukan toilet ditutup dan disiram sebanyak 2 kali pada saat diberikan Paxus dan sampai 48 jam setelah kemoterapi pada setiap siklus pemberian. Pasien pria dianjurkan buang air kecil dengan cara duduk dalam periode waktu tersebut.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Jawab:
Segera ke dokter jika mengalami demam, lemah, infeksi rongga mulut (karena kemungkinan penurunan jumlah sel darah putih yang terlalu rendah), mual-muntah hebat, kesemutan dan rasa tebal di tangan dan kaki yang dimulai dari ujung-ujung jari, nyeri otot dan sendi.
Pasien dan keluarga harus segera menghubungi tenaga medis jika mengalami nyeri, kemerahan, pembengkakan pada lokasi injeksi atau infus macet saat pemberian Paxus di rumah sakit.