Cravit

Oleh nugroho nitiyoso pada June 30, 2017 10:18

Apakah bahan aktif Cravit?
Jawab:
Levofloxacin

Apa saja bentuk sediaan Cravit?
Jawab:
- Tablet 250 mg dan 500 mg
- Kaplet 750 mg 
- Flexy bag 750 mg / 150 mL & 500 mg / 100 mL

Untuk kondisi apa Cravit bisa digunakan?
Jawab:
Untuk sinusitis bakterial akut, bronkitis kronik eksaserbasi akut, pneumonia, infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi saluran kemih dan pielonefritis akut.

Bagaimana dosis Cravit?
Jawab:
Dewasa: 250 - 750 mg / hari satu kali sehari bergantung beratnya infeksi. Selama 5 - 14 hari bergantung beratnya infeksi.

Pada kondisi apa Cravit tidak boleh digunakan?
Jawab:
- Anak usia kurang dari 18 tahun
- Ibu hamil dan menyusui
- Epilepsi
- Hipersensitivitas (reaksi alergi) terhadap Cravit
- Pasien riwayat gangguan tendon terkait antibiotik golongan quinolone.

Apakah sebaiknya saya mengkonsumsi Cravit sebelum makan atau setelah makan?
Jawab:
Meminum Cravit bersamaan dengan makanan hanya sedikit mempengaruhi penyerapan obat tersebut. 
Disarankan untuk minum air dalam cukup selama minum Cravit.

Apa yang harus diperhatikan bila menggunakan Cravit?
Jawab:
- Hati-hati menggunakan obat ini bila Anda memiliki riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap antibiotik golongan quinolone.
- Antibiotik golongan fluoroquinolone dikaitkan dengan peningkatan risiko peradangan dan robekan tendon pada segala usia. Risiko ini semakin meningkat pada pasien dengan usia yang lebih tua biasanya lebih dari 60 tahun, pada pasien pengguna obat corticosteroid, dan pada pasien dengan cangkok ginjal, jantung atau paru.
- Bila Anda memiliki gangguan fungsi ginjal, perlu penyesuaian dosis obat, konsultasikan dengan dokter Anda.
- Jika Anda memiliki riwayat epilepsi, hati-hati menggunakan Cravit, konsultasikan dengan dokter Anda.
- Dapat mengakibatkan kenaikan atau penurunan kadar gula darah bila diberikan bersama dengan obat diabetes.
- Kategori kehamilan C, hati-hati menggunakan obat ini jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter Anda.
- Sebaiknya Anda meminum Cravit yang diresepkan oleh dokter Anda sampai habis. 

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan Cravit?
Jawab:
Diare, mual, muntah, ruam / kemerahan pada kulit, sakit kepala, gatal, nyeri otot, tendinitis (nyeri dan peradangan pada otot yang sangat nyeri), insomnia (sulit tidur), nyeri perut. Konsultasikan dengan dokter Anda, apabila Anda mengalami efek samping ini.

Apabila menggunakan Cravit flexybag secara intravena, apakah ada yang perlu diperhatikan?
Jawab:
- Apabila menggunakan Cravit flexybag 500 mg / 100 mL, harus dengan tetesan lambat, di mana dibutuhkan waktu minimal 60 menit untuk menghabiskan flexybag.
- Apabila menggunakan Cravit flexybag 750 mg / 150 mL, harus dengan tetesan lambat, di mana dibutuhkan waktu minimal 90 menit untuk menghabiskan flexybag.

Apakah Cravit berpotensi mengalami interaksi dengan obat lain?
Jawab:
Beritahukan kepada dokter atau apoteker jika Anda sedang, atau baru-baru ini atau mungkin akan minum obat-obatan lainnya. Hal ini dikarenakan Cravit dapat mempengaruhi cara kerja obat-obatan lainnya. Beberapa obat yang dapat mempengaruhi cara kerja Cravit antara lain:
- Warfarin – digunakan untuk mengencerkan darah. Pada penggunaan obat ini, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami perdarahan. Dokter Anda mungkin akan melakukan tes darah secara rutin untuk memastikan fungsi pembekuan darah anda untuk menghentikan perdarahan.
- Theophylline – digunakan untuk gangguan pernafasan. Penggunaan bersamaan dengan Cravit dapat meningkatkan  terjadinya efek samping akibat penggunaan Theophyllin, termasuk efek samping berupa kejang.
- Obat anti-inflamasi non-steroid – digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan. Penggunaan bersamaan dengan Cravit dapat meningkatkan risiko kejang.
- Obat-obatan antidiabetes – menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Penggunaan bersamaan dengan Cravit dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan atau penurunan kadar gula dalam darah.
- Jangan meminum Cravit bersamaan dengan obat-obatan berikut. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter Anda. Karena dapat mempengaruhi kerja dari Cravit : Tablet besi (untuk terapi anemia), suplemen zink, antasida yang mengandung aluminium atau magnesium (untuk menetralisir asam lambung), didanosine, atau sucralfate (untuk mengobati ulkus lambung).

Apabila lupa minum satu dosis obat Cravit, apa yang sebaiknya dilakukan?
Jawab:
Jika Anda lupa meminum satu dosis Cravit, segera minum Cravit begitu anda ingat, kecuali jika sudah mendekati waktu untuk meminum dosis selanjutnya. Jangan menggandakan dosis selanjutnya untuk menutupi dosis yang terlewatkan sebelumnya.