Torasic

Oleh Admin Kalbe Medical pada August 12, 2013 06:00



TORASIC


Komposisi:

Ketorolac tromethamine


Bentuk Sediaan:

Tablet salut selaput 10 mg

Ampul 10 mg dan 30 mg


Farmakologi:

Ketorolac tromethamine merupakan suatu analgesik non-narkotik. Obat ini merupakan obat anti-inflamasi nonsteroid yang menunjukkan aktivitas antipiretik yang lemah dan anti-inflamasi.

Ketorolac tromethamine menghambat sintesis prostaglandin dan dapat dianggap sebagai analgesik yang bekerja perifer karena tidak mempunyai efek terhadap reseptor opiat.

Farmakokinetik (oral) k etorolac tromethamine diabsorpsi dengan cepat dan lengkap setelah pemberian oral dengan konsentrasi puncak rata-rata dalam plasma sebesar 0,87 mcg/mL setelah 50 menit pemberian dosis tunggal 10 mg. Waktu paruh plasma terminal 5,4 jam pada dewasa muda dan 6,2 jam pada orang lanjut usia. Total bersihan pada orang usia lanjut sedikit lebih rendah daripada dewasa muda. Ketorolac tromethamine diserap dengan cepat dan lengkap setelah pemberian intramuskular dengan konsentrasi puncak rata-rata dalam plasma sebesar 2,2 mcg/mL setelah 50 menit pemberian dosis tunggal 30 mg. Waktu paruh terminal plasma 5,3 jam pada dewasa muda dan 7 jam pada orang lanjut usia. Lebih dari 99% ketorolac terikat pada konsentrasi yang beragam. Farmakokinetik Ketorolac pada manusia setelah pemberian secara intramuskular dosis tunggal atau multipel adalah linear. Kadar steady state plasma dicapai setelah diberikan dosis tiap 6 jam dalam sehari.


Indikasi:

Untuk penatalaksanaan jangka pendek terhadap nyeri akut sedang sampai berat setelah prosedur bedah.


Dosis:
-
Dosis oral yang dianjurkan adalah 10 mg tiap 4 - 6 jam untuk nyeri sesuai yang dibutuhkan, dosis melebihi 40 mg/hari tidak dianjurkan.
-
Interval dosis yang lebih panjang, c.g. 6 - 8 jam, disarankan pada pasien tua.
-
Kisaran dosis terendah direkomendasikan untuk pasien-pasien yang usianya diatas 65 tahun.
-
Pasien dengan gangguan ginjal ringan dapat menerima dosis yang lebih rendah dan kondisi ginjalnya harus dipantau ketat.
-
Ketorolac ampul ditujukan untuk pemberian injeksi intramuskular atau bolus intravena, dosis untuk bolus intravena harus diberikan selama minimal 15 detik.
-
Ketorolac ampul tidak boleh diberikan secara epidural atau spinal.
-
Mulai timbulnya efek analgesia setelah pemberian IV maupun IM serupa, sekitar 30 menit, dengan maksimum analgesia tercapai dalam 1 - 2 jam.
- Durasi median analgesia umumnya 4 - 6 jam.
-
Dosis sebaiknya disesuaikan dengan keparahan nyeri dan respons pasien.
-
Lamanya terapi,  pemberian dosis harian multipel yang terus-menerus secara intramuskular dan intravena tidak boleh lebih dari 2 hari karena efek samping dapat meningkat pada penggunaan jangka panjang.


Kontraindikasi:

Pasien hipersensitif dengan obat ini, karena ada kemungkinan sensitivitas silang, Ketorolac juga dikontraindikasikan pada pasien :
-
Penderita ulkus peptikum aktif.
-
Penyakit serebrovaskuler yang dicurigai maupun yang sudah pasti.
-
Diatesis hemoragik termasuk gangguan koagulasi.
-
Sindrom polip nasal lengkap atau parsial, angioedema atau bronkospasme.
-
Terapi bersamaan dengan ASA dan NSAID lain.
-
Hipovolemia akibat dehidrasi atau sebab lain.
-
Gangguan ginjal derajat sedang sampai berat (kreatinin serum > 160 mmol/L).
-
Riwayat asma.
-
Pasien pasca operasi dengan risiko tinggi terjadi perdarahan atau hemostasis inkomplit, pasien dengan antikoagulan termasuk heparin dosis rendah (2500 – 5000 unit setiap 12 jam).
-
Terapi bersamaan dengan ospentyfilline, probenecid atau garam lithium.
-
Selama kehamilan, persalinan, melahirkan atau laktasi.
-
Anak < 16 tahun.
-
 Pasien yang mempunyai riwayat sindrom Stevens-Johnson atau ruam vesikulobulosa.
-
Pemberian neuraksial (epidural atau intratekal).
-
Pemberian profilaksis sebelum bedah mayor atau intra-operatif jika hemostasis benar-benar dibutuhkan karena tingginya resiko perdarahan.


Peringatan dan Perhatian:
-
Telah dilaporkan adanya peningkatan urea nitrogen serum dan kreatinin serum
-
Ketorolac menghambat agregasi trombosit dan dapat memperpanjang waktu perdarahan.
-
Bisa terjadi peningkatan borderline  fungsi hati. 
- Pernah dilaporkan terjadinya retensi cairan dan edema, hati-hati  pada pasien gagal jantung, hipertensi atau kondisi serupa.


Efek Samping:
-
Saluran cerna : diare, dispepsia, nyeri gastrointestinal, nausea.
-
Susunan Saraf Pusat : sakit kepala, pusing, mengantuk, berkeringat (nsiden 1% atau kurang), depresi, mulut kering, euforia, haus berlebihan, parestesia, stimulasi, vertigo.
-
Gastrointestinal : konstipasi, rasa penuh, kelainan fungsi hati, melena, ulkus peptikum, perdarahan rektal, stomatitis, muntah, flatus.
- Respirasi : asma, dispnea.
-
Dermatologik : pruritus, urtikaria.
-
Kardiovaskular : vasodilatasi, pucat.

 

Related Articles

Alluric ALLURIC Komposisi: Allopurinol 100 mg dan 300 mg. Bentuk sediaan: Tablet. Farmakologi: Allopurinol dan metabolitnya oxypurinol (allo...
Durolane DUROLANE Komposisi: Tiap mL mengandung hyaluronic acid stabil 20 mg Bentuk Sediaan: Syringe 3mL Farmakologi: Hyaluronic acid at meru...
Fleximuv Kaplet FLEXIMUV Komposisi: Celadrin powder 505 mg Bentuk Sediaan: Kaplet. Farmakologi: Bekerja sebagai antiinflamasi dan membantu pelumasan...
Fleximuv Krim FLEXIMUV KRIM Komposisi: - Cetylated Fatty Ester Complex 5,625% w/w - Methyl Salicylate 5,1% w/w - Menthol 1,5% w/w Bentuk Sediaan: Krim...
Forres FORRES Komposisi: Eperisone HCI Bentuk Sediaan: Tablet salut selaput Farmakologi: Relaksasi otot rangka melalui penekanan refleks sp...