Rantin

Oleh Admin Kalbe Medical pada August 12, 2013 06:00

RANTIN


Komposisi:

Ranitidine HCl


Bentuk Sediaan:

Tablet 150 mg dan ampul 50 mg/2 mL.


Farmakologi:       

Ranitidine adalah antagonis kompetitif reversibel reseptor histamin pada sel parietal mukosa lambung, oleh karena itu ranitidine efektif menghambat sekresi asam lambung. Bioavailabilitas ranitidine peroral sekitar 50%. Kadar puncak rata-rata dalam darah setelah 2-3 jam. Waktu paruh eliminasinya 2,5 - 3 jam. Ranitidine dieliminasi terutama melalui eksresi ginjal.


Indikasi:

- Pengobatan jangka pendek tukak usus dua belas jari aktif, tukak lambung aktif, dan mengurangi gejala refluks esofagitis.

- Terapi pemeliharaan setelah penyembuhan tukak usus dua belas jari, tukak lambung.

- Pengobatan keadaan hipersekresi patologik (misalnya: sindroma Zollinger-Ellison, dan mastositosis sistemik).

Rantin injeksi digunakan untuk pasien rawat inap di rumah sakit dengan keadaan hipersekresi patologis atau ulkus duabelas jari yang sulit diatasi, atau sebagai pengobatan alternatif pengobatan jangka pendek pada pasien yang tidak dapat diberikan obat secara peroral.


Dosis:

Dewasa, pemberian peroral.

- Tukak usus 12 jari aktif: 150 mg, 2 kali sehari (pagi dan malam) atau 300 mg. sekali sehari sesudah makan malam atau sebelum tidur, selama 4-8 minggu.

- Tukak lambung aktif: 150 mg, 2 kali sehari (pagi dan malam) selama 2 minggu.

- Terapi pemeliharaan pada penyembuhan tukak 12 jari dan tukak lambung:150 mg malam sebelum tidur.

- Keadaan hipersekresi patologis (sindrom Zollinger Ellison, mastositosis sistemik) 150 mg, 2 kali sehari dengan lama pengobatan ditentukan oleh dokter berdasarkan gejala klinik yang ada, Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penderita. Dosis hingga 6 gram sehari dapat diberikan pada penyakit yang berat.

- Refluks gastroesofagitis: 150 mg, 2 kali sehari.

- Esofagitis erosif: 150 mg, 4 kali sehari.

- Pemeliharaan dan penyembuhan esofagitis erosif:150 mg, 2 kali sehari.

Dewasa, pemberian injeksi. Injeksi i.m   : 50 mg (2 mL) setiap 6 - 8 jam. Tidak perlu dilarutkan. Infus i.v : intermiten.

- Bolus intermiten : 50 mg (2 mL) setiap 6–8 jam. Injeksi Rantin® 50 mg dilarutkan dalam NaCL 0,9% atau pelarut i.v lain yang sesuai sampai diperoleh konsentrasi tidak lebih besar dari 2,5 mg/mL (total volume 20 mL). Kecepatan injeksi tidak lebih dari 4 mL/menit (dengan waktu 5 menit).

- Infus intermiten : 50 mg (2 mL) tiap 6-8 jam. Encerkan injeksi Rantin® 50 mg dalam larutan Dekstrose 5% atau larutan i.v. lain yang cocok sampai didapat konsentrasi tidak lebih besar dari 0,5 mg/mL (total volume 100 mL). Kecepatan infus tidak lebih dari 5-7 mL/menit (dengan waktu 15 - 20 menit).

- Infus i.v. kontinyu: injeksi Rantin® 150 mg diencerkan dalam 250 mL Dexstrose atau larutan i.v. lain yang cocok dan diinfuskan dengan kecepatan 6,25 mg/jam selama 24 jam. Untuk penderita sindrom Zollinger Ellison atau hipersekresi lain, Rantin injeksi harus diencerkan dengan larutan Dexstrose 5% atau larutan iv. lain yang cocok sehingga diperoleh konsentrasi tidak lebih dari 2,5 mg ml. Kecepatan infus dimulai 1 mg/kgBB/jam, dan harus disesuaikan dengan keadaan penderita. Jika diperlukan dosis yang lebih besar, peningkatan dosis dapat dilakukan dengan pemberian berulang 50 mg, namun secara umum tidak boleh melebihi 400 mg per hari.

Dosis pada gangguan fungsi ginjal: Bila bersihan kreatinin < 50 mL/menit: 150 mg tiap 24 jam (bila perlu, tiap 12 jam). Karena ranitidine ikut terdialisis, maka waktu pemberian harus disesuaikan sehingga bertepatan dengan akhir hemodialisis.


Kontraindikasi:

Hipersensitif terhadap ranitidine.


Peringatan dan Perhatian:
-
Keganasan lambung: ranitidine memberikan perbaikan simptomatik sehingga memperlambat diagnosis penyakit ini.

- Gangguan fungsi ginjal: Perlu penyesuaian dosis.
-
Ganggan fungsi hati: Gunakan dengan hati-hati
- Wanita hamil dan ibu menyusui: Gunakan hanya bila sungguh diperlukan.
- Anak-anak: Efektivitas dan keamanan penggunaan pada anak-anak belum terbukti.

- Berbeda dengan cimetidine, ranitidine pada dosis yang dianjurkan tidak menghambat metabolisme warfarin, phenytoin, theophylline, dan obat-obat lain di hepar.

- Hindari pemberian pada penderita dengan riwayat porfiria akut.

- Waktu penyembuhan dan efek samping pada usia lanjut tidak sama dengan penderita usia dewasa.


Efek Samping:

Paling umum sakit kepala

 

Related Articles

Anflat Forte ANFLAT FORTE Komposisi: Magnesium hydroxide  400 mg Dried Aluminium hydroxide gel 400 mg Simethicone 100 mg Bentuk Sediaan: Tablet ...
Invitec INVITEC Komposisi: Misoprostol Bentuk Sediaan: Tablet 200 mcg Farmakologi: Merupakan analog prostaglandin E1 yang memiliki efek anti...
Lancid LANCID Komposisi: Lansoprazole Bentuk Sediaan: Kapsul 30 mg Farmakologi: Merupakan penghambat pompa proton yang b...
Liprolac LIPROLAC Komposisi: Tiap sachet (2,5 g serbuk) mengandung: - Viable cell 1,25 x 109 CFU mengandung :     * Streptococcus ther...
Neciblok NECIBLOK Komposisi: - Tiap kaplet mengandung Sucralfate 500 mg - Tiap 5 mL mengandung Sucralfate 500 mg Bentuk Sediaan: Kaplet ...